Analisis Miskonsepsi dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Berbasis Keterampilan Proses Sains pada Materi Gerak dan Gaya

Authors

  • Laura Abiyuan Santoso Universitas Bhinneka PGRI
  • Faudina Permatasari Universitas Bhinneka PGRI

DOI:

https://doi.org/10.54065/pelita.6.2.2026.1649

Keywords:

Gerak Dan Gaya, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, Keterampilan Proses Sains, Miskonsepsi, Three-Tier Diagnostic Test

Abstract

Miskonsepsi dan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan permasalahan penting dalam pembelajaran IPA yang memerlukan identifikasi melalui instrumen diagnostik yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi Gerak dan Gaya menggunakan Three-Tier Diagnostic Test berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) serta menganalisis kemampuan HOTS peserta didik berdasarkan instrumen tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian terdiri atas 31 peserta didik kelas VII SMP Raudlatul Musthofa Tulungagung, dengan empat peserta didik dipilih secara purposif sebagai subjek wawancara. Instrumen penelitian berupa 25 soal Three-Tier Diagnostic Test yang mencakup level C4, C5, dan C6. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña, kemudian diintegrasikan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase miskonsepsi melebihi 50% pada sebagian besar soal dan didominasi kategori False Negative (M2), yaitu peserta didik mampu memilih jawaban benar tetapi belum dapat memberikan alasan ilmiah yang tepat. Miskonsepsi utama ditemukan pada konsep gerak relatif dan titik acuan, interpretasi grafik jarak-waktu, perbedaan gerak dan perpindahan, penerapan Hukum II Newton, serta gaya pada benda diam. Kemampuan HOTS peserta didik juga tergolong rendah dengan persentase tahu konsep sebesar 35,7% pada level C4, 40,3% pada C5, dan 40,3% pada C6. Penelitian ini menyimpulkan bahwa miskonsepsi dan rendahnya HOTS saling berkaitan sehingga perlu diatasi melalui pembelajaran yang mengintegrasikan rekonstruksi konsep, penguatan KPS, dan pengembangan HOTS. Kombinasi Three-Tier Diagnostic Test dan wawancara dapat menjadi alternatif asesmen diagnostik yang komprehensif untuk mengungkap miskonsepsi peserta didik.

References

Ahied, M., Qomaria, N., & Munawaroh, F. (2025). Keterampilan Proses Sains Siswa Dalam Setting Pembelajaran. Jurnal Pendidikan IPA, 8(1), 18–27. https://doi.org/10.26740/jpipa.v8n1.p18-27

Alda, T., & Irvandi, W. (2023). Berpikir Kritis Pada Materi Program Linear. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 9–19. https://doi.org/10.36709/jpm.v11i1.21

Andriani, R. (2023). Description Students' Misconceptions About The Concept Of Motion In Sambas: Post Covid-19. Journal of Natural Science and Integration, 6(2), 229–238. https://doi.org/10.24014/jnsi.v6i2.19250

Apriyanto, D., & Irawati, T. N. (2022). Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Tes Diagnostik Three-Tier Pada Materi Fisika. Jurnal Basicedu, 6(4), 5673–5684. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3384

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Rev. ed.). Rineka Cipta.

Arslan, H. O., Cigdemoglu, C., & Moseley, C. (2012). A Three-Tier Diagnostic Test To Assess Pre-Service Teachers' Misconceptions About Global Warming, Greenhouse Effect, Ozone Layer Depletion, And Acid Rain. International Journal of Science Education, 34(11), 1667–1686. https://doi.org/10.1080/09500693.2012.680618

Bhakti, Y. B., Arthur, R., & Supriyati, Y. (2025). Development of physics HOTS assessment instruments in high school: A comprehensive literature review. Jurnal Pendidikan Fisika, 10(2), 194–207. https://doi.org/10.24127/jpf.v10i2.3109

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Ermawan, H., Sari, D., Pratiwi, A., Nurhayati, R., & Fauzan, M. (2025). Miskonsepsi siswa sekolah dasar tentang konsep IPA: Studi kasus di kelas VI SDN 024755. Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.33369/jpd.v3i1.29

Gul, S., Yilmaz, M., & Gul, A. (2024). Identification of the students' misconceptions about the digestive system. Science Insights Education Frontiers, 21(2), 3409–3434. https://doi.org/10.15354/sief.24.or561

Hadi, M. S. (2025). Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Gaya Pada Gerak Benda melalui Metode Eksperimen. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 6(1), 274–282. https://doi.org/10.35473/jipd.v6i1.14

Herman, T., Wahyudin, W., Fatimah, S., & Mulyana, E. (2022). Pembelajaran Berbasis Masalah-Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Materi Translasi. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 1131–1150. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i1.1199

Khoirunnisa, R., & Afifa, M. (2024). Misconceptions Of High School Students On Motion And Force Using The Force Concept Inventory (FCI). Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(5), 2711–2720. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i5.6979

Khosiah, N. (2022). Analysis Of Student's Misconceptions In Science Subjects Through Experimental Methods. Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School, 6(2), 89–102. https://doi.org/10.21070/madro

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nisa, A. K., Ismail, I., & Adnan, A. (2024). Development Of A Diagnostic Test Based On Three-Tier Multiple Choice To Identify Student Misconceptions On Circulatory System Material. Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus, 10(2), 364–378. https://doi.org/10.36987/jpbn.v10i2.5410

Noviani, D., & Suryani, N. (2022). Analisis Miskonsepsi Siswa Dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(2), 134–142. https://doi.org/10.15294/jpii.v11i2.34

OECD. (2022). PISA 2022 Results: The State Of Learning And Equity In Education (Volume I). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en

Permatasari, F., & Vindhy, D. I. P. (2025). Pengembangan Modul Ajar Konsep Dasar IPA (Biologi) Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa. Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika, 15(2), 110–121. https://doi.org/10.24929/lensa.v15i2.579

Ravish, I. (2025). An Analysis Of Misconceptions In Science Education: Identifying Barriers To Effective Learning And Instruction. International Journal of Applied and Behavioural Sciences (IJABS), 2(1), 199–207. https://doi.org/10.59890/ijabs.v2i1.2038

Silviani, S., Muliyani, R., & Kurniawan, Y. (2017). Penggunaan Three Tier-Test Untuk Mengidentifikasi Kuantitas Miskonsepsi Siswa SMA Pada Topik Magnet. SPEJ (Science and Physics Education Journal), 1(1), 49–54. https://doi.org/10.31539/spej.v1i1.105

Suban, M. E., & Hidayatullah, Z. (2024). Identifikasi Miskonsepsi Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Dan Representasi Gambar Pada Konsep Gaya. Jurnal Pendidikan dan Riset IPA, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.51574/jpripa.v1i2.14

Sugiharto, D., Rahmawati, F., Kusuma, A., Santoso, B., & Wulandari, T. (2025). Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Pembelajaran IPA. Jurnal Dunia Pendidikan, 5(1), 1821–1832. https://doi.org/10.55081/jdp.v5i1.4093

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparno, P. (2013). Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan fisika. Grasindo.

Susanti, R. (2023). Implementasi HOTS berbasis Bloom revisi di fisika SMA. Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika, 8(3), 210–225. https://doi.org/10.26740/jipf.v8i3.38901

Widjanarko, P. B. (2022). Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pembelajaran Sains. Science Education Journal, 2(3), 405–414. https://jurnalp4i.com/index.php/science/article/view/1590/1525

Wiyoko, T., & Avana, N. (2019). Peningkatan Kompetensi Siswa Melalui Pembinaan Olimpiade Sains. Jurnal Ilmiah Guru, 22(2), 67–75. https://doi.org/10.21831/jig.v22i2.21284

Zulfa, R., Ngazizah, N., & Pangestika, R. R. (2025). Miskonsepsi dalam pembelajaran IPA dan dampaknya terhadap proses belajar siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 13(1), 45–58. https://doi.org/10.24815/jpsi.v13i1.38

Published

2026-07-31

How to Cite

Santoso, L. A., & Permatasari, F. (2026). Analisis Miskonsepsi dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Berbasis Keterampilan Proses Sains pada Materi Gerak dan Gaya. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 6(2), 696–710. https://doi.org/10.54065/pelita.6.2.2026.1649