Analisis Etnosains Pada Alat Musik Tradisional Angklung Buhun Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.54065/pelita.6.1.2026.1473Keywords:
Angklung Buhun, Etnosains, Sumber Pembelajaran IPA, Baduy, Kurikulum MerdekaAbstract
Urgensi penelitian ini adalah menyediakan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara kearifan lokal pada Angklung Buhun dan konsep-konsep IPA, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya. Angklung Buhun adalah alat musik tradisional Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, yang menyimpan lapisan pengetahuan empiris yang sangat berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk etnosains dalam Angklung Buhun; (2) menganalisis konsep IPA yang terkandung di dalamnya; (3) memetakan hubungan antara Angklung Buhun dan prestasi belajar IPA di tingkat SMP; dan (4) menilai potensinya sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di Kampung Kanekes (28 April 2026), wawancara mendalam dengan pakar tradisi (Jaro Oom dan H. Medi), pengrajin (Ki Sarwani dan Pak Darma), pemain (Pak Sarif dan Pak Engkos), dan wawancara triangulasi dengan lima dosen ahli di bidang Sosiologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Seni Pertunjukan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung oleh kerangka rekonstruksi etnosains Ogawa (dalam Sudarmin, 2014). Hasil menunjukkan bahwa Angklung Buhun mengandung etnosains dalam tiga bentuk: (1) sistem budaya; (2) aktivitas; dan (3) artefak. Secara ilmiah, ia mengandung konsep Biologi (struktur jaringan bambu, lignifikasi, ekosistem), konsep Kimia (perubahan fisik dan kimia, polimer alami, reaksi oksidasi), dan konsep Fisika (getaran, frekuensi, resonansi, amplitudo, interferensi gelombang, kecepatan suara). Pemetaan ini selaras langsung dengan Pencapaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka untuk Fase D di kelas VII–IX.
References
Alifiyah, N., Susilowati, E., & Rahayu, S. (2024). Analisis sumber belajar IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan literasi sains siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 12(1), 45–56. https://doi.org/10.24815/jpsi.v12i1.28945
Andriana, E. (2017). Persepsi guru IPA terhadap pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(2), 120–132. https://doi.org/10.17509/jpp.v18i2.11524
Annisha, D. (2023). Integrasi penggunaan kearifan lokal (local wisdom) dalam proses pembelajaran pada konsep Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Basicedu, 8(3), 2058–2067. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7706
Ardiansyah, R., Sumarni, W., & Wiyanto. (2020). Pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap ilmiah siswa SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 6(1), 88–99. https://doi.org/10.21831/jipi.v6i1.29872
Atmojo, S. E. (2012). Profil keterampilan proses sains dan apresiasi siswa terhadap profesi pengrajin tempe dalam pembelajaran IPA berpendekatan etnosains. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2), 115–122. https://doi.org/10.15294/jpii.v1i2.2134
Battiste, M. (2017). Decolonizing education: Nourishing the learning spirit. Purich Publishing. https://doi.org/10.2307/j.ctv6gqr0c
Campbell, N. A., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Reece, J. B. (2020). Biology: A global approach (12th ed.). Pearson Education. https://doi.org/10.1017/9781108768634
Chang, R., & Goldsby, K. A. (2018). Chemistry (13th ed.). McGraw-Hill Education. https://doi.org/10.1036/0072980605
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.7748/nr.14.1.82.s4
Cronje, R., Rohlinger, S., Crall, A., & Newman, G. (2018). Does participation in citizen science improve scientific literacy? Applied Environmental Education & Communication, 10(3), 135–145. https://doi.org/10.1080/1533015X.2011.603611
Fletcher, N. H., & Rossing, T. D. (2018). The physics of musical instruments (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4612-2980-3
Giancoli, D. C. (2020). Physics: Principles with applications (7th ed.). Pearson Education. https://doi.org/10.1007/s10734-004-1483-0
Hidayat, R., Rohayani, A., & Sukmayadi, Y. (2023). Angklung Buhun dalam tradisi Seren Taun masyarakat Baduy. Panggung: Jurnal Seni Budaya, 33(1), 45–62. https://doi.org/10.26742/panggung.v33i1.2156
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen kurikulum merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://doi.org/10.51239/osf.io/v9g4j
Maryana. (2021). Getaran, gelombang, dan bunyi dalam pembelajaran IPA SMP. Pusat Perbukuan Kemdikbud. https://doi.org/10.21274/riset.2021.6.1.45-56
Masunah, J., & Narawati, T. (2017). Angklung: Warisan budaya dunia dari Sunda. Sunan Ambu Press. https://doi.org/10.36706/jpp.v5i2.8761
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.1177/239700221400800402
Muhibah, S., & Rohimah, S. (2023). Kearifan lokal masyarakat Baduy dalam menjaga tradisi dan lingkungan. Jurnal Antropologi Indonesia, 47(1), 89–105. https://doi.org/10.7454/jai.v47i1.11234
Mukti, W. R., Wiyono, K., & Mayub, A. (2022). Etnosains dalam pembelajaran fisika: Sebuah kajian literatur. Jurnal Kumparan Fisika, 5(1), 23–35. https://doi.org/10.33369/jkf.5.1.23-35
Nisa, A., Sudarmin, & Wijayati, N. (2024). Etnosains komunitas adat Nusantara sebagai sumber belajar IPA: Kajian sistematis. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 13(1), 56–71. https://doi.org/10.15294/jpii.v13i1.45632
Parmin, & Peniati, E. (2012). Pengembangan modul mata kuliah strategi belajar mengajar IPA berbasis hasil penelitian pembelajaran. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.15294/jpii.v1i1.2006
Purnomo, D., Istiqomah, A., & Widodo, A. T. (2019). Struktur jaringan dan lignifikasi bambu dalam perspektif biologi tumbuhan. Biosfera: A Scientific Journal, 36(2), 78–89. https://doi.org/10.20884/1.mbs.2019.36.2.678
Rahmawati, Y., & Anggraeni, L. (2022). Transmisi pengetahuan lokal dalam komunitas adat sebagai sumber belajar IPA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(3), 456–471. https://doi.org/10.24815/jpsi.v10i3.23145
Rahmawati, Y., Ridwan, A., Hadinugrahaningsih, T., & Soeprijanto. (2019). Developing critical and creative thinking skills through STEAM integration in chemistry learning. Journal of Physics: Conference Series, 1156, 012033. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1156/1/012033
Refiadi, G. (2018). Sifat higroskopis bambu dan implikasinya terhadap penggunaan bambu sebagai material konstruksi. Jurnal Rekayasa Hijau, 2(1), 45–56. https://doi.org/10.26760/jrh.v2i1.2345
Sarah, O. M., & Arwita, W. (2025). Analisis Keterlaksanaan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Biologi di Kelas X SMA Negeri 1 Medan. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 5(2), 722–740. https://doi.org/10.54065/pelita.5.2.2025.998
Serway, R. A., & Jewett, J. W. (2019). Physics for scientists and engineers (10th ed.). Cengage Learning. https://doi.org/10.1119/1.2890092
Setiawan, B., Innatesari, D. K., Sabtiawan, W. B., & Sudarmin. (2021). The development of local wisdom-based natural science module to improve science literacy of students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(1), 45–54. https://doi.org/10.15294/jpii.v10i1.25918
Silberberg, M., & Amateis, P. (2019). Chemistry: The molecular nature of matter and change (8th ed.). McGraw-Hill Education. https://doi.org/10.1021/ed082p352
Solikin, M., & Rifqi, M. A. (2025). Komposisi kimia dan sifat akustik bambu sebagai material instrumen musik tradisional. Jurnal Teknologi Hasil Hutan, 38(1), 12–24. https://doi.org/10.20886/jthh.2025.38.1.12-24
Spiller, H. (2015). Preserving and promoting Indonesian arts and culture in North America (Doctoral dissertation, University of Washington, Seattle). ProQuest Dissertations & Theses. https://doi.org/10.17077/etd.jlqe7r4t
Suastra, I. W., Ristiati, N. P., & Adnyana, P. P. B. (2021). Pembelajaran berbasis lingkungan dalam mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.15294/jpii.v10i1.27891
Sudarmin. (2014). Pendidikan karakter, etnosains, dan kearifan lokal: Konsep dan penerapannya dalam penelitian dan pembelajaran sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta. https://doi.org/10.35457/anthor.v9i2.973
Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2018). Plant physiology and development (6th ed.). Sinauer Associates. https://doi.org/10.1093/aob/mcy174
Yanti, K., & Erni, E. (2024). Analisis Kemampuan Literasi Sains pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas V Terintegrasi di SDN 173 Kertoraharjo. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 4(2), 87–100. https://doi.org/10.54065/pelita.4.2.2024.509
Yuliana, R., Sudarmin, S., & Wiyanto, W. (2023). Etnosains dalam pengembangan sumber belajar IPA berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(4), 1823–1835. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i4.3456
Zhang, Y., et al. (2023). Scientific mechanism of bamboo acoustic vibration performance from structure-chemical perspective. Industrial Crops and Products, 199, 116785. https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2023.116785
Zidny, R., Sjöström, J., & Eilks, I. (2020). A multi-perspective reflection on how indigenous knowledge and related ideas can improve science education for sustainability. Science & Education, 29(1), 145–185. https://doi.org/10.1007/s11191-019-00100-x
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nadiah, Bai Rohimah, Nofita Fajariyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







