Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Tematik Ditinjau Motivasi Belajar: Strategi PDEODE (Predict Discuss Explain Observe Discuss Explain) dan SGD (Small Group Discussion)

Authors

  • Muhammad Zulham Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Sukmawati Sukmawati Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Siti Fatimah Yasmin Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.54065/pelita.3.1.2023.317

Keywords:

Keterampilan Berpikir Kritis, Pembelajaran Tematik, Motivasi Belajar, PTK

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh strategi prediksi percakapan, observasi, diskusi, dan diskusi kecil kelompok, serta bagaimana motivasi belajar mempengaruhi keterampilan berpikir kritis. Studi ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan yang tidak sebanding dengan pretest dan posttest. Analisis varian dua arah dan regresi statistik inferensial digunakan untuk menganalisis data. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi Predik Diskusi Jelaskan Observasi Diskusi Jelaskan dan Diskusi Kelompok Kecil mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa yang menggunakan strategi Diskusi Kelompok Kecil memiliki kemampuan berpikir kritis rata-rata yang lebih baik daripada siswa lain yang menggunakan strategi Predik Diskusi Jelaskan Observasi Diskusi Jelaskan. Motivasi belajar juga memengaruhi kemampuan berpikir kritis. Siswa yang bermotivasi tinggi untuk belajar memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik daripada siswa yang bermotivasi rendah. Menurut analisis regresi, keterampilan berpikir kritis memiliki korelasi positif dengan motivasi belajar. Keterampilan berpikir kritis memiliki pengaruh motivasi belajar sebesar 6,4%.

References

Afandi, D., Budiningsih, Y., Safitry, O., Purwadi- anto, A., Novitasari, D., Widjaja, I.R. (2009). Effect of an additional small group discus- sion to cognitive achievement and reten- tion in basic principles of bioethics teach- ing methods. Med J Indones, 18, 48-52. Retrieved from http://imsear.li.mahidol. ac. th/ bitstream/ 123456789 / 148968 / 1 / mji2009v18n1p48.pdf. https://doi.org/10.13181/mji.v18i1.340

Applebee, A. N., Langer, J. A., Nystrand, M., Gamo- ran, A. (2003). Discussion-based approaches to developing understanding: Classroom in- struction and student performance in middle and high school English. American Educa- tional Research Journal, 40, 685-730. Re- trieved from http://citeseerx.ist.psu.edu/view- doc/download?doi=10.1.1.452.9834&rep=re p1&type=pdf. https://doi.org/10.3102/00028312040003685

Atkinson, R.L., Ricard, S.A., Ernest, R.H. (1997). Pengantar psikologi jilid 2 (8th ed). (Nurd- jannah, Trans). Jakarta: Erlangga. (Original Work published 1983).

Best, J. B. (1982). Metodologi penelitian dan pen- didikan (S. Faisal & M. G. Waseso, Trans). Surabaya: USANA OFFSET PRINTING. (Original Work published 1977).

Budiyono. (2009). Statistika untuk penelitian. Sura- karta: UNS Press.

Costu, B. (2008). Learning science through the PDE- ODE teaching strategy: Helping students make sense of everyday situations. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Tecnol- ogy Education, 4, 3-9. Retrieved from http:// ejmste.com/v4n1/Eurasia_v4n1_Costu.pdf. https://doi.org/10.12973/ejmste/75300

Djamarah, S. B., Zain, A. (2002). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fogarty, R. (1991). How to integrate the curricula. Palatine: IRI/Skylight Publishing, Inc.

Hamdu, G., Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar Tematik di seko- lah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12, 90-96. Retrieved from http://jurnal.upi.edu/file/8-Ghullam_Hamdu.pdf.

Johnson, E. B. (2012). Contextual teaching Learn- ing. (I. Setiawan, Trans). Bandung: Kaifa. (Original Work published 2002).

Kurniawati, I.D., Wartono., Diantoro, M. (2014). Pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction terhadap pengua- saan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 10 (2014), 36-46. https://doi.org/10.15294/jpfi.v10i1.3049

Permendiknas. (2006). Kurikulum 2006 standar isi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Puskur. (2006). Model pengembangan silabus mata pelajaran dan rencana pelaksanaan pembe- lajaran Tematik. Jakarta: Balitbang, Dep- diknas.

Purwanto. (2008). Metodologi penelitian kuantitatif untuk psikologi dan pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahayu, S., Sugiyarto., Sunarno, W. (2013). Pembe- lajaran Tematik melalui pendekatan kontekstual menggunakan simulasi komputer dan model kerja ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar. Jurnal Inkuiri, 2, 279-287. Retrieved from http://jurnal.fkip.uns.ac.id/in- dex.php/sains/article/download/3829/2705.

Rane, S., Kolari, S. (2003). Promoting the concep- tual understading of engineering student through visualization. Global J. of Engng. Educ, 7, 189-199. Retrieved from http://www.wieta.com.au/journals/GJEE?Publish/vol7no2/SavRanneKolari.pdf

Sa’idah, G., Suyono. (2012). Penerapan strategi pembelajaran PDEODE (PREDICT, DIS- CUSS, EXPLAIN, OBSERVE, DISCUSS, EXPLAIN) untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi pokok hidrolisis garam di SMAN 2 Bojonegoro. Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa. Surabaya: Program Studi Kimia S1 FMIPA UNESA. https://doi.org/10.15294/jpfi.v11i2.4241

Sardiman. (2007). Interaksi & motivasi belajar men- gajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Schunk, D.H. (2012). Learning theories an educa- tional perspective (6th ed.) (E. Hamdiah & R. Fajar, Trans). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Original Work published 2012).

Siregar, E., Nara, H. (2010). Teori belajar dan pem- belajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Siregar, S. (2013). Metode penelitian KUANTITATIF dilengkapi dengan perbandingan perhitun- gan manual & SPSS. Jakarta: Kencana Pre- nada Media Group.

Sitepu, S. (2011). Pengaruh strategi pembelajaran berbasis masalah dan motivasi belajar terha- dap kemampuan berpikir kritis dan hasil be- lajar Biologi SMA Negeri 1 Lubukpakam. (Un- published Magister Thesis). Program Pasca Sarjana UNIMED, Medan.

Slavin, R. E. (2014). Education physhology theory and practice (10th ed.). London: Pearson.

Sugoyono. (2012). Statistik untuk Penelitian. Band- ung: Alfabeta.

Susilo, A. B., Wijayanto., Suartono. (2012). Model Pembelajaran Tematik berbasis masalah untuk meningkatkan motivasi belajar dan berpikir kritis siswa smp. Unnes Science Education Journal 1, 12-20. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej/article/ download/849/873. http://doi.org/10.15294/USEJ.V1I1.849

Trianto. (2011). Model Pembelajaran : Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Widoyoko, E.P. (2012). Teknik Penyusunan Instru- men Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Published

2023-06-30

How to Cite

Zulham, M., Sukmawati , S. ., & Yasmin , S. F. (2023). Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Tematik Ditinjau Motivasi Belajar: Strategi PDEODE (Predict Discuss Explain Observe Discuss Explain) dan SGD (Small Group Discussion). Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 3(1), 9–19. https://doi.org/10.54065/pelita.3.1.2023.317

Issue

Section

Articles