Tingkat Literasi Digital Mahasiswa Generasi Z Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dalam Mengidentifikasi dan Mengatasi Hoaks di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.54065/jld.5.1.2025.796Keywords:
Literasi Digital, Mahasiswa Generasi Z, Hoaks, Media SosialAbstract
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang tergolong dalam Generasi Z hidup di era digital yang sarat akan informasi, sehingga dituntut memiliki kemampuan dalam mengenali dan menangani hoaks di media sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan literasi digital mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan keagamaan, agar mampu merespons disinformasi secara kritis dan etis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat literasi digital mahasiswa PBA dalam hal mengakses, mengevaluasi, dan merespons informasi digital, termasuk kemampuan dalam mengidentifikasi dan menanggapi konten hoaks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa angket tertutup berskala Likert lima poin. Subjek penelitian terdiri dari 23 mahasiswa aktif semester 6 kelas A di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif untuk mengukur kecenderungan dan pola respon mahasiswa terhadap aspek-aspek literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan menyimpulkan bahwa mahasiswa Generasi Z Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki tingkat literasi digital yang tinggi, khususnya dalam aspek evaluatif. Mahasiswa menunjukkan kemampuan dalam memverifikasi informasi, membedakan fakta dan opini, serta memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dalam penyebaran informasi digital. Hal ini menunjukkan bahwa secara kognitif, mahasiswa sudah cukup kritis dalam menyikapi konten yang mereka temui di media sosial. Namun, penelitian juga menemukan bahwa aspek partisipatif mahasiswa masih tergolong sedang. Mahasiswa belum sepenuhnya menunjukkan keberanian dalam menegur, melaporkan, atau melawan hoaks secara aktif. Meskipun mereka mampu mengenali informasi palsu, tindakan nyata dalam menghadapi hoaks masih terbatas. Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan literasi digital yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membentuk karakter etis dan keberanian bertindak di ruang digital. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian literasi digital dalam konteks pendidikan keagamaan dan kebahasaan, yang masih relatif jarang dibahas.
Downloads
References
Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 43–52. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v20i2.6019
Arentania, M. N., Afriliani, C., Razzaq, A., & Nugraha, M. Y. (2025). Peran Literasi Digital Dalam Menangkal Hoaks Keagamaan Di Media Sosial Pada Remaja. NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(3), 396-404. https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i2.172
Fatimah, S., & Putri, D. A. (2023). Peran literasi digital dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap hoaks di era disinformasi. Jurnal Komunikasi dan Media, 11(1), 55–66. https://doi.org/10.24843/jkm.v11i1.45678
Fitriani, N., & Mardiana, R. (2021). Literasi digital mahasiswa dalam menghadapi informasi di media sosial. *Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 13*(2), 289–298. https://doi.org/10.24114/jupiis.v13i2.22903
Gilster, P., & Glister, P. (1997). Digital literacy (p. 1). New York: Wiley Computer Pub..
Illahi, S. M., & Gani, R. (2022). Hubungan Literasi Media Digital dengan Penyebaran Hoax di Kalangan Generasi Z. Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital, 4(2). https://doi.org/10.29313/jrjmd.v4i2.5042
Listiani, R., Sukmawati, D., & Prasetya, A. (2023). Literasi digital mahasiswa dalam mengidentifikasi hoaks di media sosial. Jurnal Teknologi dan Pendidikan, 7 (1), 45–54.
Livingstone, S., Stoilova, M., & Nandagiri, R. (2021). The digital environment and children’s well-being: A global perspective. New Media & Society, 23(9), 2354–2376. https://doi.org/10.1177/1461444820984036
Lubis, R. F. (2023). Kemampuan Literasi Media Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dalam Menanggulangi Berita Hoaks di Media Sosial. KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah, 13(1), 106–129. . https://doi.org/10.35905/komunida.v13i1.3485
Mandasari, N. O., Wijayati, P. H., & Usman, R. (2024). Persepsi mahasiswa terhadap informasi hoax di media digital. Bahasa Dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Pengajarannya, 49(1), 6. https://doi.org/10.17977/um015v49i12021p67
Rahmawati, A., Astuti, D. M., Harun, F. H., & Rofiq, M. K. (2023). Peran Media Sosial Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di Kalangan Gen-Z. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(5), 905-920. https://doi.org/10.53625/jabdi.v3i5.6495
Sari, M. E., & Handayani, T. (2021). Digital literacy as a key to combat hoaxes among youth in social media. Indonesian Journal of Educational Research, 9(2), 134–145. https://doi.org/10.21009/ijer.092.08
Seemiller, C., & Grace, M. (2016). Generation Z goes to college. John Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/abc.21293
Suhaimi, M. R. S., Junaedi, P. P., Wijaya, D. M. R., Septiana, R. D., Prasetio, K. R., Amelia, G. C., ... & Santosa, A. R. (2024). Dinamika Riset Sosial: Isu dalam Ruang Digital, Nasional dan Internasional. Edu Publisher.
Syurfa, A., Safitri, D., & Sujarwo, S. (2024). Pengaruh Literasi Digital terhadap Pencegahan Hoaks di Media Sosial TikTok: Studi Kasus Mahasiswa FIS UNJ Angkatan 2020. Journal of Comprehensive Science, 3(5), 1–XX. https://doi.org/10.59188/jcs.v3i5.695
Tobing, L., Harahap, D., Silangit, N., & Deliarta, R. (2023). Tinjauan Literatur tentang Efektivitas Pelatihan Berbasis Microlearning dalam Meningkatkan Literasi Digital Guru. Jurnal Literasi Digital, 3(3), 150-159. https://doi.org/10.54065/jld.3.3.2023.598
UNESCO. (2018). Media and Information Literacy: Framework for teachers. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000265552
Wijaya, H., & Nurhalimah, A. (2022). Digital literacy and hoax resistance among university students: A quantitative approach. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 26(3), 312–325. https://doi.org/10.22146/jisp.69821
Yuliani, H. (2021). Literasi Digital Dalam Menangkal Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Pada Mahasiswa Fisip Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu). Jurnal Madia, 2(1). https://doi.org/10.36085/madia.v2i1.3041
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dody Alpayed, Acep Abdul Jabbar, Ajeng Aulia Salsabila, Aulia Azyzah Mahmudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






