Ekologi Sosial dan Psikologis dalam Novel Kamu Gak Sendiri: Kajian Ekologi Sastra terhadap Krisis Relasi Masyarakat Urban

Authors

  • Umrah Umrah Universitas Negeri Makassar
  • Usman Pahar Universitas Negeri Makassar
  • Aslan Abidin Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.6.2.2026.1467

Keywords:

Literary Ecology, Crisis in Social Relations, The Novel “Kamu Gak Sendiri”

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap keterkaitan antara krisis psikologis individu dan dinamika relasi sosial masyarakat urban yang direpresentasikan dalam novel Kamu Gak Sendiri melalui perspektif ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi krisis batin individu dalam novel Kamu Gak Sendiri karya Syahid Muhammad melalui pendekatan ekologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan secara mendalam (close reading) dan teknik pencatatan. Data penelitian berupa kutipan kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang merepresentasikan pengalaman psikologis para tokoh dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis batin para tokoh termanifestasi dalam beberapa bentuk, yaitu perasaan menjadi beban bagi orang lain, kecemasan terhadap penilaian sosial (overthinking), kecemasan yang mendominasi dan membatasi tindakan, kelelahan eksistensial yang memunculkan keinginan untuk menyerah, serta penerimaan terhadap realitas kehidupan sebagai proses penyembuhan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa krisis psikologis yang dialami para tokoh tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika hubungan sosial dalam masyarakat modern. Dengan demikian, novel Kamu Gak Sendiri menggambarkan bahwa kondisi psikologis individu memiliki keterkaitan yang erat dengan keseimbangan ekosistem sosial yang memengaruhi dan membentuk kehidupan manusia.

References

Abimubarok, A., Hikmat, A., & Solihati, N. (2024). The representation of the ecological crisis in Indonesian novels: How does the social-ecological system occur? Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra, 8(1). https://doi.org/10.26858/eralingua.v8i1.60659

Akmaliyah, A., & Khomisah, K. (2020). Gender perspektif interpretasi teks dan kontekstual. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 19(1), 50–64. https://doi.org/10.24014/marwah.v19i1.9429.

Anastasya, D. P., & Ahmadi, A. (2026). Menumbuhkan diri di tengah luka: Narasi self-healing dalam album Dalam Dinamika (2025) karya Perunggu. ARSEN: Jurnal Penelitian Pendidikan, 3(2), 116–124. https://doi.org/10.30822/tfqyex76.

Arsyad, N., Abidin, A., & Karman, A. (2026). Dinamika batin tokoh Juan Pablo Castel dalam novel Terowongan karya Ernesto Sabato: Kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Dieksis, 6(1). https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1313

Carballo, F. P., & Fonseca, A. P. M. (2023). The liquidity of authentic relationships in the hypermodern era: A study on the fragility of human bonds. Research, Society and Development, 12(12), e119121243963. https://doi.org/10.33448/rsd-v12i12.43963

Dewi, N. (2016). Ekokritik dalam sastra Indonesia: Kajian sastra yang memihak. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(1), 19–37. https://doi.org/10.14421/ajbs.2016.15102.

Dina, I. F. (2023). Gangguan kesehatan mental tokoh novel Stigma karya Hindhi Astina Saraswati: Kajian psikologi sastra. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 5231–5248. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i3.2710 .

Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The ecocriticism reader: Landmarks in literary ecology. University of Georgia Press

Hartati, D., & Karim, A. A. (2024). Kajian ekologi sastra pada puisi-puisi kontemporer di Indonesia. Indonesian Language Education and Literature, 10(1). https://doi.org/10.24235/ileal.v10i1.15454

Hutabarat, D., & Pangaribuan, C. S. (2025). Amplifikasi trauma di media sosial dan krisis tanggung jawab dalam perspektif filsafat sosial. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 8(2), 51–60. https://doi.org/10.9963/k150e866.

Jafar, J., Iriany, R., Tenriana, N., & Muhdar, A. (2025). Pembelajaran sastra Indonesia berbasis ekokritik sebagai media edukasi nilai kearifan lokal dan kesadaran lingkungan di sekolah. Ed-Humanistics: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 86–94. https://doi.org/10.33752/ed-humanistics.v10i2.10544.

Kaswadi, K. (2015). Paradigma ekologi dalam kajian sastra. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 2(2). https://doi.org/10.26740/paramasastra.v2n2.p31-45.

Muhammad. S. (2019). Kamu Gak Sendiri. Gradien Mediatama

Nensilianti, N., Ridwan, R., & Husna, F. (2026). Dekonstruksi narasi besar dalam fiksi ilmiah: Postmodernisme Lyotard terhadap cerpen Ignoramus karya Aveus Har. Dieksis, 6(1). https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1321

Nur, D. A., Juanda, J., Saguni, S. S., & Afandi, I. (2024). Relasi antartokoh dan lingkungan alam dalam novel Serdadu Pantai karya Laode Insan: Kajian ekokritik Glotfelty. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(3), 440–449. https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i3.66157.

Pamungkas, O. Y., Hastangka, H., Sudigdo, A., Fathonah, S., Fauzan, A., & Suroso, E. (2022). Representasi lingkungan dalam sastra Indonesia: Tinjauan literatur review. Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi, 4(2), 230–239. https://doi.org/10.53863/kst.v4i02.598

Pratama, P., Effendi, D., & Agustina, J. (2022). Relasi manusia dengan alam dalam novel Senja & Pagi karya Alffy Rev dan Linka Angelia (Sebuah kajian ekologi sastra). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 12(3), 316–322. https://doi.org/10.23887/jpbsi.v12i3.37859.

Purwanto, M. B. (2025). Generasi gelisah: Pendekatan fenomenologis kecemasan eksistensial Gen Z pasca lulus kuliah. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 3(2), 301–320. https://doi.org/10.61930/pjpi.v3i2.1275.

Sahputra, R. A., & Nugraheni, L. (2025). Refleksi overthinking dalam lirik lagu Distopia karya Rizki As. Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(1), 27–31. https://doi.org/10.59632/leksikon.v3i1.427

Sasmika, M., Maspuroh, U., & Rosalina, S. (2022). Masalah sosial dalam novel La Muli karya Nunuk Y. Kusmiana. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i1.1412

Setya, A. A. A., & Rabbani, I. (2024). Alienasi tokoh utama dalam novel Namaku Alam: Kajian psikologi sastra Erich Fromm. Jurnal Nusantara Raya, 3(2), 78–94. https://doi.org/10.24090/jnr.v3i2.12071.

Sugiyono, F. X. (2017). Neraca Pembayaran: Konsep, Metodologi dan Penerapan (Vol. 4). Pusat Pendidikan Dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.

Wellek, R., & Warren, A. (1956). Theory of Literature (Vol. 15). Harcourt, Brace & World New York.

Published

2026-08-30

How to Cite

Umrah, U., Pahar, U., & Abidin, A. (2026). Ekologi Sosial dan Psikologis dalam Novel Kamu Gak Sendiri: Kajian Ekologi Sastra terhadap Krisis Relasi Masyarakat Urban. Jurnal Dieksis ID, 6(2), 670–681. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.2.2026.1467