Representasi Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi dalam Novel Mantra Pejinak Ular: Perspektif Sastra Profetik

Authors

  • Elsa Fitri Universitas Negeri Makassar
  • Usman Usman Universitas Negeri Makassar
  • Aslan Abidin Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1348

Keywords:

Sastra Profetik, Humanisasi, Liberasi, Transendensi, Mantra Pejinak Ular

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya sastra profetik dalam mengungkap nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan spiritual di tengah krisis sosial kontemporer serta semakin kuatnya dominasi kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu karya penting sastra Indonesia, novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo merefleksikan berbagai nilai profetik yang relevan dengan kehidupan sosial dan moral masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam novel melalui perspektif sastra profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks novel, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sastra profetik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan teknik membaca dan mencatat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisasi direpresentasikan melalui upaya tokoh dalam menjaga martabat manusia di tengah tekanan kekuasaan dan birokrasi. Nilai liberasi tercermin dalam perlawanan tokoh terhadap dominasi dan ketidakadilan sosial, sedangkan nilai transendensi tampak melalui kesadaran spiritual tokoh serta ketergantungannya pada nilai-nilai religius dalam menghadapi konflik sosial. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa sastra profetik dapat berfungsi sebagai media pendidikan moral, kritik sosial, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran sastra maupun kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Mantra Pejinak Ular secara kuat merepresentasikan nilai-nilai profetik berupa humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai refleksi terpadu dari kesadaran kemanusiaan, sosial, dan spiritual.

References

Afdal, R., & Abdurahman, A. (2026). Representasi Realitas Sosial dan Humanisme dalam Cerpen Filosofi Kopi: Kajian Sosiologi Sastra. Journal of Literature Review, 2(1), 252–264. https://doi.org/10.63822/eknega50

Ahimsa Putra, H. S. (2019). Paradigma Profetik Islam: Epistemologi Etos dan Model. UGM PRESS.

Aliraksa, A. (2008). Aspek Sosial Budaya Jawa Novel Mantra Pejinak Ular Karya Kuntowijoyo: Tinjauan Semiotik.

Andreansyah, R. G., & Rokib, M. (2025). Cerita Berseri Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya Karya Rusdi Mathari: Kajian Sastra Profetik Kuntowijoyo. Jurnal Sapala, 12(1), 70–79.

Aslam, D. M., Hazbini, H., & Rahayu, L. M. (2020). Etika Sastra Profetik Dalam Buku Kumpulan Puisi Tulisan Pada Tembok Karya Acep Zamzam Noor. Metahumaniora, 10(1), 90–103. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i1.26041

Biantoro, B. A. (2012). Kritik sosial dalam novel kalatidha karya seno gumira ajidarma: Tinjauan sosiologi sastra.

Jalalludin, M. (2021). Nilai Profetik dalam Novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan Karya Tasaro Gk (Struktural Semiotik)(The Prophetic Value In The Novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan By Tasaro Gk . Sirok Bastra. https://doi.org/10.37671/sb.v9i1.277

Khoir, F. S., & Parmin, P. (2021). Wujud Etika dalam Kumpulan Cerpen Persekongkolan Ahli Makrifat Karya Kuntowijoyo: Kajian Sastra Profetik. Jurnal Sapala, 8(01).

Kuntowijoyo. 1991. Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan

Kuntowijoyo. 2000. Mantra Pejinak Ular. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Kuntowijoyo, 2019. Maklumat Sastra Profetik.Yogyakarta. Diva Press.

Lantowa, J., & Bagtayan, Z. A. (2017). Sistem Religi Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular Karya Kuntowijoyo (Kajian Antropologi Sastra). Jurnal Ikadbudi, 6(1). https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v6i1.18198

Meilinda, A. S. (2021). Nilai-Nilai Profetik dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.

Nelsa, A. (2024). Seni sebagai komunikasi profetik. Dalam Komunikasi Profetik Dalam Berbagai Perspektif.

Pratrisno, D. (2020). Analisis nilai profetik transendensi pada cerpen “Burung Kecil Bersarang di Pohon” karya Kuntowijoyo. (5), 167–181.

Press, U. (2022). Pengantar Pengkajian Sastra. UAD PRESS.

Qodir, Z. (2015). Kuntowijoyo dan Kebudayaan profetik. Profetika: Jurnal Studi Islam, 16(1), 103–113. https://doi.org/10.23917/profetika.v16i1.1837

Rofiq, A. (2002). Karakter Tokoh Abu Kasan Sapari dalam Novel Mantra Pejinak Ular Karya Kuntowijoyo.

Setiawan, A. (2021). Praktik mistisisme Jawa dalam novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(2), 337–352. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i2.18179

Sugiyono, P. (2010). Metode Penelitian. Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Sumiyardana, K. (2017). Kesesuaian Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular dengan Realita: Analisis Sosiologi Sastra. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(2), 211–222. http://dx.doi.org/10.26499/madah.v8i2.499

Syarat-Syarat, U. M. S. D., SATU, G. M. G. S. S., SODIK, D., SOS, S., & SI, M. (n.d.). Demistifikasi Politik di Indonesia (Studi atas Pemikiran Kuntowijoyo).

Umun, L. (2025). Nilai Profetik dalam Novel Angelique Bidadari Cinta Dua Kota Suci Karya Yahya Komarudin dan Angelique De La Vega Yans Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sma.

Wachid, A. (2024). Dimensi Profetik dalam Puisi Gusmus: Keindahan Islam dan Keindonesiaan. Nuansa Cendekia.

Wachid, A., & Budiantoro, W. (2019). Epistemologi Komunikasi Transendental:(Kajian Hermeneutika Filosofis Hans-George Gadamer Pada Perpuisian). IAIN Purwokerto.

Published

2026-06-02

How to Cite

Fitri, E., Usman, U., & Abidin, A. (2026). Representasi Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi dalam Novel Mantra Pejinak Ular: Perspektif Sastra Profetik. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 404–418. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1348