Pengembangan Modul Berbasis STEM Pada Materi Ekosistem Untuk Peserta Didik Fase E Tingkat SMA Sederajat
DOI:
https://doi.org/10.54065/pelita.5.2.2025.898Keywords:
Pengembangan, Modul Ajar, STEM, Ekosistem, Four DAbstract
Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pengembangan modul berbasis STEM pada materi ekosistem untuk peserta didik fase E tingkat SMA/MA agar pembelajaran menjadi lebih menarik, aplikatif, dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan abad 21. Di SMA Negeri 3 Padang, keterbatasan buku paket serta tidak tersedianya modul pembelajaran yang lengkap menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi secara mandiri dan sistematis. Modul yang digunakan selama ini bersifat internal dan belum memenuhi kelengkapan komponen sebagai bahan ajar yang ideal. Salah satu pendekatan yang relevan dalam pengembangan bahan ajar adalah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), khususnya pada materi ekosistem, karena dapat mendorong keterlibatan peserta didik dalam mengamati, menganalisis, serta merancang solusi terhadap permasalahan kontekstual di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul cetak berbasis STEM pada materi ekosistem untuk peserta didik Fase E tingkat SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), namun dibatasi hanya sampai tahap Develop. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket validitas dan angket praktikalitas. Uji validitas dilakukan oleh dua orang dosen ahli materi dan ahli media, sedangkan uji kepraktisan melibatkan satu guru biologi serta 35 peserta didik kelas X. Analisis data dari angket validitas yang diisi oleh dosen Hasil validasi oleh dosen .menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan persentase sebesar 97,70%. Kepraktisan modul juga dinilai sangat praktis oleh guru (97,14%) dan peserta didik (88,51%). Modul ini juga memuat keterpaduan lintas disiplin yang mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan demikian, modul cetak berbasis STEM ini dinyatakan sangat valid dan praktis sebagai bahan ajar pada materi ekosistem di tingkat SMA.
References
Afsani, N., Muis, A., & Arifin, A. (2023). The practicality of teaching material supplements for growth and development materials based on drought-stressed plant studies. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(1), Article 2708. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i1.2708
Aisyah, D. W., Gipayana, M., & Djatmika, E. T. (2017). Pengembangan bahan ajar berbasis literasi bercirikan quantum teaching untuk mengoptimalkan pembelajaran efektif dan produktif. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(5), 667–675. https://doi.org/10.17977/jptpp.v2i5.10144
Anisa, I.?S., Triwoelandari, R., & Yono, Y. (2022). Pengembangan modul pembelajaran ilmu pengetahuan alam berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SD/MI. Refleksi Edukatika?: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(2), 224–233. https://doi.org/10.24176/re.v12i2.6840
Ariani, D. N., & Haryanto, A. (2022). The use of learning modules to increase student learning independence and achievement. International Journal of Education and Learning, 4(1), 23–30. https://doi.org/10.31763/ijele.v4i1.456
Bawamenewi, A. (2019). Pengembangan bahan ajar memprafrasekan puisi “Aku” berdasarkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 2(2), 310–323. https://doi.org/10.31004/jrpp.v2i2.631
Day, S., Atilgan, N., Giroux, A. E., & Sawyer, B. D. (2024). The influence of format readability on children’s reading speed and comprehension. Education Sciences, 14(8), 854. https://doi.org/10.3390/educsci14080854
Dwipoyanti, A., Muhtadi, A., & Abdurrahman, A. (2024). Kebutuhan pengembangan modul elektronik berbasis STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 9(1), 47–58. https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v9i1.5435
Jones, A., Smith, B., & Lee, C. (2022). Connecting students’ interests to a learning context: The case of ecosystem services in STEM education. Education Sciences, 12(5), 318. https://doi.org/10.3390/educsci12050318
Khairati, K., Artika, W., Sarong, M. A., Abdullah, A., & Hasanuddin, H. (2021). Implementation of STEM based experiential learning to improve critical thinking skills on ecosystem materials. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 7(4), 752–757. https://doi.org/10.29303/jppipa.v7i4.850
Ningrum, T. L., Wahidin, W., & Diella, D. (2024). Improving problem-solving ability and collaboration skills of ecosystem material through STEM integrated project-based learning. Jurnal Pendidikan Biologi (JPBIO), 9(1), 11–20. https://doi.org/10.31932/jpbio.v9i1.2962
Pasuruan, D. I. K. (2024). Penerapan pendekatan STEM untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SD di Kabupaten Pasuruan. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika), 10(2), 342–349. https://doi.org/10.29100/jp2m.v10i2.5654
Pradita, M.?R., & Lubis, F. (2018). Kelayakan isi dan bahasa buku ajar Bahasa Indonesia SMP kelas VIII Kurikulum 2013 (edisi revisi 2017). Basastra, 7(4), 281–294. https://doi.org/10.24114/bss.v7i4.11739
Prastowo, A. (2015). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.
Putri, D. A., & Hidayat, R. (2021). Pengembangan modul pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(3), 245–255. https://doi.org/10.23887/jpp.v8i3.33680
Sagala, S. (2017). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Sari, A., & Kuswanto, H. (2018). Development of interactive physics e-module with augmented reality to improve student’s scientific literacy. International Journal of Instruction, 11(3), 1–16. https://doi.org/10.12973/iji.2018.1131a
Sari, D. P., & Wulandari, R. (2020). Pengembangan modul pembelajaran biologi berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 6(1), 12-21. https://doi.org/10.22219/jpbi.v6i1.10857
Sari, F., & Budiyanto, M. A. (2019). Pengembangan bahan ajar tematik berbasis literasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 3(4), 1390–1398. https://doi.org/10.31004/basicedu.v3i4.422
Ulfa, S., Irvani, A. I., & Warliani, R. (2024). Pengembangan modul ajar fisika kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS), 7(1), 51–59. https://doi.org/10.52188/jpfs.v7i1.562
Widodo, A., & Wahyudin, D. (2018). Development of interactive teaching materials to foster independent learning. Journal of Physics: Conference Series, 1013(1), 012047. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1013/1/012047
Yasifa, A., Hasibuan, N.?H., Siregar, P.?A., Zakiyah, S., & Anas, N. (2023). Implementasi pembelajaran STEM pada materi ekosistem terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Journal on Education, 5(4), 11385–11396. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2081
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suci Ramadhani, Aulia Afza , Diana Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







