Identifikasi Faktor Determinan Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Kota Palu
DOI:
https://doi.org/10.54065/pelita.5.1.2025.639Keywords:
Identifikasi, Faktor Determinan, Implementasi, Pembelajaran IPA TerpaduAbstract
Pentingnya memahami faktor-faktor yang menghambat implementasi pembelajaran IPA terpadu di dalam kelas, mengingat pendekatan ini menuntut adanya integrasi lintas disiplin yang belum sepenuhnya dikuasi oleh Sebagian pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mendalam mengenai berbagai permasalahan atau kendala yang dihadapi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran IPA Terpadu. Sampel penelitian ini berjumlah 10 orang pendidik IPA dari 7 sekolah. Instrument yang digunakan berupa panduan wawancara dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendidik tidak memiliki latar belakang pendidikan IPA secara menyeluruh, melainkan hanya pada cabang tertentu seperti biologi atau fisika. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep keterpaduan dalam mengajarkan materi IPA, terutama dalam hal integrasi fisika, kimia, dan biologi. Kendala lain yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium, minimnya ketersediaan buku ajar IPA terpadu, keterbatasan waktu pembelajaran, serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penerapan pendekatan saintifik pun belum optimal, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dan motivasi peserta didik. Meski demikian, beberapa upaya telah dilakukan pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti mengikuti pelatihan kependidikan, penggunaan metode diskusi dan ice breaking, serta pemberian penghargaan kepada peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan lintas disiplin, peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran, serta penguatan metode pembelajaran berbasis keterlibatan aktif peserta didik untuk mendukung keberhasilan implementasi pembelajaran IPA terpadu.
References
Artawan, I. K., Pujani, N. M., & Juniartina, P. P. (2022). Analisis kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 8 Denpasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 5(1), 89-98. https://doi.org/10.23887/jppsi.v5i1.46345
Dhani, R. R. (2020). Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 9(1), 45–50. https://doi.org/https://doi.org/10.37755/jsap.v9i1.251
Dinatha, N. M. (2017). kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran IPA terpadu. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 2(2).
Ekawati, M., & Amir, N. Q. A. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran IPA Terpadu dan Keterampilan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 2(1), 44–51. https://doi.org/10.54065/pelita.2.1.2022.433
Faisal, & Martin, S. N. (2019). Science education in Indonesia: Past, present, and future. Asia-Pacific Science Education, 5(1), 1–29. https://doi.org/10.1186/s41029-019-0032-0
Febriyanti, D., Sjaifuddin, S., & Biru, L. T. (2021). Analisis Proses Pembelajaran IPA Terpadu Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Di SMP Kecamatan Sumur. PENDIPA Journal of Science Education, 6(1), 218–225. https://doi.org/10.33369/pendipa.6.1.218-225
Harefa, A. R. (2022). Analisis Kesulitan Belajar Biologi Masa Pandemi Covid-19. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(1), 181–189. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i1.27
Hikmawati, H., Suma, K., & Subagia, I. W. (2021). Problem Analysis of Science Learning Based on Local Wisdom: Causes and Solutions. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 7(SpecialIssue), 46–55. https://doi.org/10.29303/jppipa.v7ispecialissue.1021
Indrawati, E. S., & Nurpatri, Y. (2022). Problematika Pembelajaran IPA Terpadu (Kendala Guru Dalam Pengajaran IPA Terpadu). Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(1), 226–234. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i1.31
Insani, M. D. (2016). Studi Pendahuluan Identifikasi Kesulitan dalam Pembelajaran pada Guru IPA SMP Se-Kota Malang. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(2), 81–93.
Ivana, L., Yoricho, Y., & Sinuhaji, S. (2024). Mengapa Perspektif Kurikulum STEAM penting di abad ke-21?. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 4(1), 47–56. https://doi.org/10.54065/pelita.4.1.2024.404
Kalemben, S., Rumahorbo, B., & Siallagan, J. (2018). Pengembangan Modul Ipa Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains, Minat, Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Fotosintesis Di Kelas Viii Smp Negeri 9 Jayapura. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 6(3), 62–70. https://doi.org/10.31957/jipi.v6i3.603
Kisworo, K., Ngabekti, S., & Indriyanti, D. R. (2017). Faktor Dominan dari Guru Dalam Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu Tingkat SMP di Wonosobo. Journal of Innovative Science Education, 2(6), 179–185. https://doi.org/10.15294/jise.v6i2.19716
Lestari, A. G., Sikumbang, D., & Marpaung, R. R. T. (2019). Identifikasi kendala pendidik dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Se-Kabupaten Pringsewu. Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, 7(2), 66-74. http://dx.doi.org/10.23960/E3J
Nesi, M., & Akobiarek, M. (2018). Pengaruh Minat dan Penggunaan Metode terhadap Hasil Belajar IPA Biologi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Jayapura. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 1(1), 80–94. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v1i1.257
Prihatini, E. (2017). Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA. Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 7(2), 171–179. https://doi.org/10.24853/instruksional.1.2.152-158
Priyatma, B., Sikumbang, D., & Marpaung, R. R. T. (2019). Analisis Kendala Pendidik IPA Terpadu Di SMP Swasta. Jurnal Bioterdidik, 7(5), 44–56.
Putra, D. P., & Murniati, M. (2023). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah IPA Siswa Kelas VIII Di SMPN 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu, 3(2), 154–161. https://doi.org/10.54065/pelita.3.2.2023.453
Safira, C. A., Setyawan, A., & Citrawati, T. (2020). Identifikasi permasalahan pembelajaran ipa pada siswa kelas III SDN Buluh 3 Socah. Jurnal Pendidikan Mipa, 10(1), 23-29. https://doi.org/10.37630/jpm.v10i1.277
Septiana, N., Rohmadi, M., Nasir, M., Nastiti, L. R., Usmiyatun, U., & Riswanto, R. (2018). Kesulitan Mengajar IPA Terpadu Guru IPA SMP/MTs DI Kalimantan Tengah. Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.23971/eds.v6i1.716
Suastra, I. W., Jatmiko, B., Ristiati, N. P., & Yasmini, L. P. B. (2017). Developing characters based on local wisdom of bali in teaching physics in senior high school. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 306-312. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.10681
Ummah, W. T., & Yohamintin, Y. (2025). Integrating Scientific Attitude to Realize Pancasila Learner Profile in Science Learning. Integrated Science Educational Journal 6(1), 15–23. https://doi.org/10.37251/isej.v6i1.1318
Wahyu, Y., Edu, A. L., & Nardi, M. (2020). Problematika pemanfaatan media pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 107.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmita Rahmita, Supriyatman Supriyatman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







