Kajian Gaya Bahasa Lirik Lagu “ Piso Surit” dan “ Taneh Karo Simalem” Karya Djaga Depari serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.54065/dieksis.6.2.2026.1538Keywords:
Karo Songs, Literature Learning In Senior High School, Merdeka Curriculum, Piso Surit, Stylistics, Taneh Karo SimalemAbstract
Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji gaya bahasa lirik lagu Karo sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengembangkan bahan ajar sastra yang kontekstual dan bermakna di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sastra lisan Karo merupakan salah satu bentuk warisan budaya lokal yang penting karena mempertahankan identitas kolektif, nilai-nilai, dan ekspresi estetika masyarakat. Namun, pemanfaatan karya sastra lisan Karo sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa dalam dua karya sastra lisan Karo, yaitu lirik lagu Piso Surit dan Taneh Karo Simalem karya Djaga Depari, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap pilihan kata, majas, citraan, dan pola repetisi yang terdapat dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piso Surit didominasi oleh repetisi dan metafora yang menyampaikan kerinduan yang mendalam, sedangkan Taneh Karo Simalem dicirikan oleh penggunaan personifikasi dan hiperbola yang memperkuat kecintaan terhadap tanah leluhur dan identitas budaya. Temuan ini relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Implikasi praktis penelitian ini adalah bahwa Piso Surit dapat digunakan sebagai bahan ajar puisi di kelas X untuk memperkenalkan majas, citraan, dan interpretasi, sedangkan Taneh Karo Simalem dapat dikembangkan menjadi proyek sastra kreatif di kelas XI yang berfokus pada identitas budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika sastra lisan daerah, sedangkan secara pedagogis penelitian ini menawarkan alternatif bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna secara budaya. Kesimpulannya, lirik lagu Karo memiliki nilai stilistika, budaya, dan pendidikan yang kuat serta berpotensi besar dalam mendukung pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal.
References
Alfi, A., Arifah, A. R., Nur’aini, D. M. R., Suwandi, S., & Suryanto, E. (2023). Pemanfaatan muatan kearifan lokal dalam buku siswa Bahasa Indonesia kelas VII Kurikulum Merdeka terbitan Kemdikbud. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 13(3), 187–197. https://doi.org/10.23887/jpbsi.v13i3.67892
Badriah, I., Triyadi, S., & Pratiwi, W. D. (2022). Analisis diksi dan gaya bahasa album “Riuh” karya Feby Putri serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar di SMK. Cakrawala Linguista, 5(2), 84–93. https://doi.org/10.26737/cling.v5i2.3515.
Baidhawi, M., Aswandikari, A., & Burhanuddin, B. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, 23(2), 307–328. https://doi.org/10.20414/tsaqafah.v23i2.11712
Dananto, R. A., & Zulianto, S. (2025). Kajian stilistika dalam lirik lagu album Mengudara karya Idgitaf dan pemanfaatannya sebagai materi ajar sastra di SMA. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2). https://doi.org/10.30651/lf.v9i2.25817
Darningwati, D., Erwanto, E., & Okmita, Y. (2023). Kumpulan lagu daerah OKU: Sebuah kajian gaya bahasa dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(1), 145–166. https://doi.org/10.30651/st.v16i1.15665
Fahri, F., Harahap, R., Wuriyani, E. P., Haryani, R., & Meilani, H. (2025). Pesan moral pada tradisi lisan Merdang Merdem Kalak Karo. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(1), 40–53. https://doi.org/10.25134/w4z8k785
Ginting, R. B., Situmorang, A. M., Sitompul, Y., & Telaumbanua, S. (2021). Representasi nilai pendidikan dalam teks lagu Bahasa Karo sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SMA. Jurnal Basataka, 4(2), 102–108.
Girsang, C. K. br., Sembiring, S. W. D. br., Ginting, Y. N. S. br., Sihombing, A. W. C., & Waruwu, E. (2019). Analisis proses, fungsi dan nilai Didongdoah Bibi Si Rembah Ku Lau dalam upacara perkawinan adat Karo. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 196–203. https://doi.org/10.30743/bahastra.v4i1.3193
Hasanah, L. U., & Andari, N. (2021). Tradisi lisan sebagai media pembelajaran nilai sosial dan budaya masyarakat. Jurnal Ilmiah FONEMA, 4(1), 48–66. https://doi.org/10.25139/fn.v4i1.3232
Kasmiati, K., Alwinsyah, A., Jumarti, J., & Purnawanto, E. (2024). Tradisi Lisan Sebagai Perekat Sosial dalam Menjaga Kerukunan dan Sakralitas Budaya Masyarakat Desa Siteba. Jurnal Dieksis ID, 4(2), 114–127. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.1.2024.528
Kemendikdasmen. (n.d.). CP & ATP Bahasa Indonesia Fase F. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Khoirunissa, R. R. R. P., & Sabardila, A. (2024). Variasi majas dan citraan dalam lirik lagu Payung Teduh album Ruang Tunggu dan relevansinya sebagai bahan ajar menulis puisi di SMA. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(2), 1694–1711. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3596
Kusmana, S., Mulyaningsih, I., Suryaman, M., & Septiaji, A. (2021). Pengembangan bahan ajar teks fabel bermuatan kearifan lokal untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Sawerigading, 27(1), 55–65. https://doi.org/10.26499/sawer.v27i1.894
Mardi, M., Rahmaizar, R., & Syofiani, S. (2025). Permasalahan dalam metode pembelajaran sastra. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 5(01). https://doi.org/10.47709/jpsk.v5i01.5434
Mawarsih, P. B., Nadzifah, H., & Darni, D. (2024). Metafora pada lirik lagu karya Fiersa Besari sebagai alternatif bahan ajar siswa SMA. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(2), 277–290. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22458
Mubarok, I., Herdiana, H., & Mulyani, S. (2023). Gaya bahasa pada lirik lagu dalam album Akibat Pergaulan Blues karya Jason Patrick Ranti: Upaya pengembangan bahan ajar puisi. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2). https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v7i2.11276
Puspita, D., & Ginting, R. P. (2024). Analisis lagu Karo “Erkata Bedil” karya Djaga Sembiring Depari menggunakan pendekatan ekspresif. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 3(1), 29–42. https://doi.org/10.58218/literasi.v3i1.1060.
Sadewa, A., & Kilawati, A. (2024). Studi Etnografi: Kearifan Lokal Maddoja Bine dalam Tradisi Pertanian Masyarakat Bugis. Jurnal Dieksis ID, 4(2), 141–156. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.2.2024.525
Salinda, S., Mursalim, M., & Sari, N. A. (2021). Gaya bahasa pada lirik lagu Banda Neira dalam album Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti (Kajian stilistika). Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 5(2), 361–371. https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i2.3436
Sari, N. A., & Wahyuni, I. (2021). Stile dominan untuk capaian estetis: Kajian stilistika lirik lagu grup musik Fourtwnty. CaLLs: Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics, 7(2), 209–224. https://doi.org/10.30872/calls.v7i2.6191
Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26–37. https://doi.org/10.21831/hum.v26i1.41373
Sibero, M. T., & Sibero, D. (2017). Tradisi Merdang Merdem Kalak Karo di Desa Juhar, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(1), 91–100. https://doi.org/10.14710/sabda.12.1.91-100
Siregar, J. (2021). Pengembangan bahan ajar membaca sastra berbasis pendekatan kontekstual pada siswa SMP. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4274–4288. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1441
Widayati, M., Sudiyana, B., & Nurnaningsih, N. (2023). Muatan kearifan lokal dalam teks lagu anak berbahasa Jawa sebagai penanaman pendidikan karakter di sekolah. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 12(1), 145–157. https://doi.org/10.26499/jentera.v12i1.5991
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Rotua Br Munthe, Uus M.K. Al Katuuk, Nontje J. Pangemanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







