Peran Literasi Digital Ibu dalam Mencegah Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Dunia Maya
DOI:
https://doi.org/10.54065/jld.6.2.2026.1830Keywords:
Maternal Digital Literacy, Digital Parenting, OCSEA Prevention, Child Safety Online, Active MediationAbstract
Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya meningkatkan literasi digital ibu sebagai garda terdepan dalam melindungi anak dari risiko kekerasan dan eksploitasi seksual di dunia maya. Peningkatan aktivitas digital anak-anak di Indonesia telah secara signifikan meningkatkan risiko Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak secara Daring (Online Child Sexual Exploitation and Abuse/OCSEA), yang sering kali diperburuk oleh kurangnya pengawasan orang tua serta kesenjangan literasi digital dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital ibu sebagai mekanisme pencegahan utama terhadap risiko OCSEA di lingkungan keluarga. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan 20 jurnal akademik, laporan kelembagaan, dan dokumen kebijakan terpilih dari periode 2020–2026, penelitian ini mengevaluasi berbagai dimensi literasi digital ibu serta dinamika pengasuhan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keengganan anak untuk melaporkan ancaman siber sejak dini terutama disebabkan oleh rasa takut terhadap sanksi dari orang tua, rasa malu, dan kekhawatiran perangkat mereka akan disita. Literasi digital ibu yang mencakup dimensi teknis, kognitif, serta sosial-etis mendorong perubahan penting dalam strategi pengasuhan, dari pendekatan pembatasan yang kaku menuju mediasi aktif. Ibu yang memiliki literasi digital yang baik secara proaktif menerapkan pengaturan keamanan digital, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, serta menciptakan rasa aman secara psikologis ketika anak menghadapi bahaya di ruang digital. Namun, efektivitas pengasuhan digital aktif masih menghadapi hambatan struktural akibat kesenjangan digital dan ketimpangan sosial ekonomi di kalangan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan digital tidak dapat hanya bergantung pada upaya individual seorang ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital ibu dapat mengubah peran ibu dari sekadar konsumen teknologi yang pasif menjadi agen aktif dalam membangun perlindungan siber berbasis keluarga. Pendekatan ini menawarkan strategi pencegahan yang terjangkau dan berpusat pada keluarga untuk mengurangi risiko OCSEA.
Downloads
References
Alifia, K. G. (2026). The Influence Of Public Figure Syahrini’s Jargon On Digital Slang Innovation And The Evolution Of The National Language On Social Media. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 112–122. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1202
Allison, K., & Dawson, R. M. (2025). Parental mediation of smartphone and social media activities to protect early adolescent children from online risks. Journal of Youth and Adolescence, 54. https://doi.org/10.1080/02673843.2025.2504530
Anwar, C. R., Arnidah, & Lidayni, A. (2023). Developing a digital model as a literature for preventing and overcoming cyberbullying among children and teenagers K-Pop fans. Journal of Educational Science and Technology, 9(3). https://doi.org/10.26858/est.v9i3.38935
Aprilia, T. H., & Sufirmansyah. (2025). Santri and the digital divide: The upheaval of pesantren over technological developments in cultural lag perspective. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 10(3), 581–592. https://doi.org/10.28926/briliant.v10i3.2215
Ardiyanti, R. O., Indarta, D. W., & Mangar, I. (2026). Perlindungan Hukum Terhadap Hak Asasi Anak Pada Ruang Digital (Ditinjau Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024). Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, Dan Politik, 9(1). https://doi.org/10.47080/propatria.v9i1.4428
Aziz, M. H., Puspitasari, R., & Noor, A. A. (2023). Penguatan literasi digital menuju Society 5.0 pada ibu rumah tangga. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper "Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Menuju Indonesia Emas 2045", 10(1), 18–29. https://doi.org/10.38156/gesi.v10i1.255
Dardin, D., Hestiani K., D., & Mathius, I. (2026). Kekerasan dan eksploitasi anak di dunia digital: Tinjauan sistematik terhadap dampak kesehatan dan perspektif forensik. Manuntung: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 51–62.
Hardiah, S. (2025). Menjadi Perempuan, Istri, dan Ibu: Kegelisahan Peran Gender dan Perasaan Kolektif melalui Mediasi Teknologi Digital. JSSH (Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora), 9(1), 113–129. https://doi.org/10.30595/jssh.v9i1.19210
Indriani, A. S., El Maza, R., & Zumaroh, Z. (2026). Dinamika sosial dan ekonomi dalam praktik child grooming di ruang digital (Analisis konten media sosial). Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen, 5(2), 1065–1082. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v5i2.7190
Ius, C. O., & Sit, C. (2025). Protecting Children From Online Sexual Exploitation and Abuse: Vol. II.
Kitchenham, B. A., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering (EBSE Technical Report EBSE-2007-01). Keele University and Durham University.
Mamang, F. R., Purba, G. V. R., Diraelanabil, N. S., Fauziah, M. S., Ferdianto, M. V., & Indrijati, H. (2025). Analisis eksploratif praktik Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA) dalam interaksi roleplay virtual. Journal of Social Humanities and Education, 1(2), 17–26. https://doi.org/10.65310/q8gvm773
Mariyanti, S., Saputra, D. S., Lunanta, L. P., Agustina, H., Artosandi, Y. S. R., Safitri, Donatri, Y., Fitriani, A., Rozali, Y. A., Marsidi, S. R., Prihandini, G. R., Bahirah, A., Kamalia, Respati, W. S., & Anindyajati, M. (2026). AI dan kesehatan mental di era digital. Damera Press.
Mpofu, P., & Moyo, M. (2026). Parental experiences of negotiating teenagers’ independence and boundaries in a technology-driven world. Journal of Advanced Studies in Social Sciences, 4(1), 1–17. https://doi.org/10.5281/zenodo.20780856
Nadhifah, I., Kanzunnudin, M., & Khamdun, K. (2021). Analisis Peran Pola Asuh Orangtua Terhadap Motivasi Belajar Anak. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(1), 91–96. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i1.852
Naseh, A. M., & Mashuda, M. A. (2026). Transformasi pola asuh dan tantangan pengawasan anak di tengah disrupsi digital masyarakat Sumbersuko Lumajang. Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 58–69. https://doi.org/10.62097/mabahits.v7i01.3022
Ningsih, V. Y., Mustapa, N., Patilima, H., & Syarah, E. S. (2025). Kajian literatur sistematik tentang program parenting untuk food literacy bagi anak usia dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 277–292. https://doi.org/10.32678/assibyan.v10i2.11485
Novianti, N., & Chusairi, A. (2024). Online child sexual exploitation and abuse (OCSEA) of children and adolescents: A systematic literature review. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 29(2). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol29.iss2.art7
Prihardini, I., Sahrani, R., & Iriani Roesmala Dewi, F. (2024). Psikoedukasi digital parenting: Pola asuh baru menyiapkan anak untuk era digital. PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 3(2), 17–33. https://doi.org/10.24036/pusako.v3i2.94
Rahmawati, & Nur, H. (2025). Pengasuhan di era digital: Menyeimbangkan teknologi, nilai tradisional, dan dinamika keluarga modern. Arus Jurnal Sains dan Teknologi, 3(1), 37–47. https://doi.org/10.57250/ajst.v3i1.1126
Ridwan, R., Nensilianti, N., & Turohma, L. (2026). Mengungkap Perlawanan Perempuan dan Subordinasi dalam Film Perempuan Berkelamin Darah Tahun 2023 melalui Lensa Feminis Radikal Kate Millet. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 371–383. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1320.
Roche, S., Otarra, C., Fell, I., Belle Torres, Ca., & Rees, S. (2023). Online sexual exploitation of children in the Philippines: A scoping review. Children and Youth Services Review, 148, 106861. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2023.106861
Rosmala, R., Riaunica, D., & Hendryanti, C. (2026). Penguatan literasi digital dan hubungan masyarakat dalam membangun ketahanan informasi pada komunitas perempuan. PEDAMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(4), 1324–1331
Saleha, N., Andreswari, D., Aprilatutini, T., Nurlaili, N., & Komala, E. P. E. (2023). The process of deciding mother’s role for preparing children as part of an online sexual crime-free digital society: A grounded theory. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 28(2), 200–207. https://doi.org/10.4103/ijnmr.ijnmr_390_21.
Sevilla, V., Samodro, D., Quddus, Z. A., Sabarina, G., & Ferry Fernando. (2026). Cerdas Bermedia Sosial: Pendampingan Literasi Digital Ramah Anak untuk Menghindari Konten dan Informasi Negatif. ABDIKOM Jurnal Ilmu Komputer, 4(1), 24–33. https://doi.org/10.52958/abdikom.v4i1.12994
Sormin, N., Purnomo, D. N. D., Sari, D. P., Fitriani, Y., Putri, T. A., Sabillah, L. A., Hasanah, U., Amri, K., & Maharani, R. (2024). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku menyimpang anak remaja di era digital. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 4752–4762. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16932.
Tobondo, Y. A., & Putra, S. R. (2024). Peran orang tua dalam menerapkan digital parenting: Menyeimbangkan manfaat dan risiko teknologi bagi anak. Jurnal Pandelo’e, 2(2), 25–36.
Wangsa, C. P., Hadiwijoyo, S. S., & Simanjuntak, T. R. (2024). Kerjasama UNICEF dengan DP3APPKB Surabaya dalam mencegah Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSE) tahun 2023. Jurnal Niara, 17(2), 381–394. https://doi.org/10.31849/niara.v17i2.22941
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anggi Nurmalita, Susmya Mutiara Hati, Siti Resti Despianti, Dini Fitriyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






