Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Gangguan Kesehatan Mental Karyawan Generasi Z
DOI:
https://doi.org/10.54065/jss.5.2.2025.828Keywords:
Pengaruh, Beban Kerja, Lingkungan Kerja, Gangguan Kesehatan Mental, Karyawan, Generasi ZAbstract
Urgensi dari penelitian ini adalah meningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan burnout di kalangan karyawan generasi Z yang bekerja di wilayah perkotaan, khususnya Jakarta. Generasi ini dikenal memiliki karakteristik unik seperti ketergantungan pada teknologi, keinginan akan work-life balance, serta sensitivitas terhadap tekanan kerja. Dalam konteks dunia kerja modern yang dinamis dan penuh tuntutan, generasi Z lebih rentan mengalami tekanan psikologis yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan mental. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi gangguan kesehatan mental mereka, terutama beban kerja dan lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan melibatkan 384 responden yang dipilih berdasarkan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gangguan kesehatan mental (t = 7,951; p = 0,000), begitu pula lingkungan kerja (t = 5,357; p = 0,000). Kedua variabel ini secara simultan menjelaskan 40,9% variasi gangguan kesehatan mental yang dialami responden. Temuan ini menegaskan bahwa beban kerja yang tinggi serta lingkungan kerja yang tidak mendukung secara fisik maupun sosial merupakan pemicu utama gangguan kesehatan mental pada generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola beban kerja secara proporsional dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta inklusif. Karyawan generasi Z juga didorong untuk proaktif menjaga kesehatan mentalnya. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup variabel yang sempit dan fokus geografis yang terbatas pada Jakarta, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas variabel dan melibatkan lintas generasi serta metode campuran.
References
Afrianty, T. W., & Dewi, N. N. A. S. (2022). Workload dan pengaruhnya terhadap burnout serta turnover intention karyawan perbankan. Niagawan, 11(1). https://doi.org/10.24114/niaga.v11i1.28829
American Psychiatric Association. (2023). Understanding mental disorders: Your guide to DSM-5-TR®. American Psychiatric Publishing.
Andriyanto, M. R., & Arif Fadilla. (2024). Pengaruh lingkungan kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan pada generasi Z di Kabupaten Karawang. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(4). https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13720
Anwar, F., & Julia, P. (2021). Analisis strategi pembinaan kesehatan mental oleh guru pengasuh sekolah berasrama di Aceh Besar pada masa pandemi. Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1). https://doi.org/10.22373/je.v7i1.10905
Ardana, Z. A., & Rizqi, M. A. (2024). Pengaruh stres kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada PT. Envilab Indonesia. JIMEA Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 8(2). https://doi.org/10.31955/mea.v8i2.4382
Ardiansyah, S., Tribakti, I., Suprapto, Y., Febriani, I., Saripah, E., Kuntoadi, G. B., & Rahayu, M. (2023). Kesehatan mental. PT. Global Eksekutif Teknologi.
Aura, R. R., & Hutahaean, E. S. H. (2025). Pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja pada generasi Z. JoSES: Journal of Sharia Economics Scholar, 2(4), 98–107. https://doi.org/10.5281/zenodo.14679709
Badri, I. A. (2020). Hubungan beban kerja dan lingkungan kerja dengan stres kerja perawat ruangan ICU dan IGD. Human Care Journal, 5(1), 379–390. https://doi.org/10.55681/saintekes.v2i2.40
Deloitte. (2023). Deloitte Global 2023 Gen Z and Millennial Survey. Deloitte Touche Tohmatsu Limited.
Dessler, G. (2023). Human resource management (17th ed.). Pearson Education.
Nabila, V. S., & Syarvina, W. (2022). Analisis pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Medan. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2). https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3133
Prasetyo, Y. A. F. (2023). Pengaruh terapi thought stopping terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir di STIKES Panti Waluya Malang [Skripsi, STIKES Panti Waluya Malang]. https://repository.stikespantiwaluya.ac.id/id/eprint/285
Putra, A. D., & Saraswati, A. (2022). Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap stres kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Indonesian Journal of Business and Management, 4(2), 240–249. https://doi.org/10.35965/jbm.v4i2.1506
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behaviour. Salemba Empat.
Safitri, H. U. (2020). Hubungan beban kerja dengan stres kerja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 174. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v8i2.4897
Steven, J. H., & Prasetio, A. P. (2020). Pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Penelitian IPTEKS, 5(1), 78–88. https://doi.org/10.32528/ipteks.v5i1.3022
Sumanta, J., Indah, M. F., & Hadi, Z. (2022). Analisis stress kerja pada karyawan ditinjau dari beban kerja, masa kerja dan peran organisasi di PT. X Kab. Tapin Kalimantan Selatan. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 9(1), 102–107. https://doi.org/10.31602/ann.v9i1.7375
Sundari, P. R., & Meria, L. (2022). Pengaruh beban kerja melalui burnout dan kepuasan kerja terhadap turnover intention. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2), 81–96. https://doi.org/10.34306/abdi.v3i2.785
Suparno, N. S. F., Sulistiawati, Y. A., Febriansyah, B., & Anwar, S. (2025). Pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kesehatan mental karyawan di sektor industry retail studi pada karyawan Alfamart di Pamulang. JORAPI: Journal of Research and Publication Innovation, 3(1). https://doi.org/10.58293/jorapi.v3i1.4768
Todorov, G. (2022). Important burnout stats, trends and facts. https://www.financesonline.com/burnout-statistics/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dea Rossasi Hapiti, Despinur Dara , Agung Wahyu Handaru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







