Pengaruh Transformasi Digital dan Beban Kerja terhadap Work Life Balance Pegawai di Kementerian Keuangan

Authors

  • Dyani Khoirunnisa Universitas Negeri Jakarta
  • Despinur Nara Universitas Negeri Jakarta
  • Agung Wahyu Handaru Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.54065/jss.6.1.2026.1045

Keywords:

Transformasi Digital, Beban Kerja, Work Life Balance, Manajemen SDM, SEM PLS

Abstract

Urgensi penelitian ini sangat mendesak karena transformasi digital yang masif pasca-pandemi semakin memperberat beban kerja pegawai publik, berpotensi mengancam kesejahteraan mental dan produktivitas jangka panjang di institusi strategis negara. Perubahan ekspektasi tenaga kerja modern telah menempatkan isu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi sebagai prioritas. Berbagai aspek dapat mempengaruhi keseimbangan ini, termasuk transformasi digital dan beban kerja. Penerapan transformasi digital di sektor publik membawa dilema, di satu sisi dapat meningkatkan efisiensi, namun di sisi lain menciptakan konektivitas tanpa henti. Ditambah terdapat lebih dari 50% pegawai merasakan beban kerja yang tinggi ditambah dengan pengurangan jumlah pegawai dan perluasan tugas, sehingga kondisi ini berpotensi mengganggu work life balance. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan, memegang peran strategis dalam pelayanan publik dan pengelolaan fiskal. Implementasi digital tanpa memperhatikan aspek kesejahteraan pegawai dapat menurunkan kualitas hidup ASN serta efektivitasnya terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua faktor tersebut terhadap work life balance pegawai di DJPK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan unit analisis 196 pegawai DJPK yang dipilih melalui sampling acak sederhana menggunakan rumus Cochran dari populasi total 400. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert 5 poin yang terdiri dari sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap work life balance (p = 0.089). Sebaliknya, beban kerja ditemukan memiliki efek positif dan signifikan terhadap work life balance (p = 0.000). Temuan ini menyarankan agar institusi mengembangkan kebijakan transformasi digital yang tidak hanya menitikberatkan pada implementasi teknologi, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan, sambil menyediakan pelatihan digital dan menjaga sistem dukungan organisasi yang mengubah persepsi beban kerja menjadi motivasi positif.

References

Ali, S., & Siddiqui, D. A. (2025). Exploring the Factors Influencing Work-Life Balance in the Digital Era: A Comprehensive Literature Review of IT Professionals. Journal of Information Systems Engineering and Management, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.55267/iadt.XXXX

Aju, S. A. P. S., Jubaidi, J., & Karhab, R. S. (2025). Pengaruh Stres Kerja dan Work-Life Balance terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Samarinda Utara. Journal Social Society, 5(1), 679–694. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.746

Andrade, A. L. D., Techio, G., Coriolano, C. E., & Oliveira, M. Z. D. (2022). Adaptation and Initial Psychometric Evidence of the Work-Family Behavioral Role Conflict Scale. Psychological Assessment, 24. https://doi.org/10.5935/1980-6906/ePTPPA14041.en

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2024). Penduduk 15 Tahun Ke Atas Menurut Status Pekerjaan Utama 1986–2024. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/OTcxIzE=/penduduk-15-tahun-ke-atas-menurut-status-pekerjaan-utama-1986-2024.html

Chatterjee, S., Rana, N. P., Sharma, A., & Dwivedi, Y. K. (2023). Digital Workplace Transformation and Work-Life Balance: The Mediating Role of Digital Capabilities and Organizational Support. Journal of Innovation & Knowledge, 8(2), 100332. https://doi.org/10.1016/j.jik.2023.100332

Clark, M. A., Early, R. J., Baltes, B. B., & Krenn, D. (2019). Work-Family Behavioral Role Conflict: Scale Development and Validation. Journal of Business and Psychology. https://doi.org/10.1007/s10869-017-9529-2

Duan, S., Deng, H., & Wibowo, S. (2021). Exploring the Impact of Digital Work on Work-Life Balance and Job Performance: A Technology Affordance Perspective. Information Technology & People. https://doi.org/10.1108/ITP-01-2021-0013

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I., & Latan, H. (2015). Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3.0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2017). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (2nd ed.). Sage Publications.

Hu?ek, T. P., & Širec, K. (2021). The Impact of Social and Cultural Norms, Government Programs, and Digitalization as Entrepreneurial Environment Factors on Job and Career Satisfaction of Freelancers. Sustainability, 13(2), 779–798. https://doi.org/10.3390/SU13020779

Hutabarat, Y. (2017). Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi. Media Nusa Creative.

Jaya, S. F. M. S., & Sakti, D. P. (2023). Pengaruh Work-Family Conflict dan Beban Kerja terhadap Work-Life Balance dengan Stres Kerja sebagai Mediasi. Jurnal Magister Manajemen, 12(3). https://doi.org/10.29303/jmm.v12i3.797

Koesoemowidjojo, S. (2017). Panduan Praktis Menyusun Analisis Beban Kerja. Raih Asa Sukses.

Mochtar, T. D., & Susanti, N. (2022). The Effect of Quality Work Life, Employee Burnout, and Workload on Work-Life Balance of Work from Home Employees in Surabaya. Journal of Social Research, 1(5), 341–351. https://doi.org/10.55324/josr.v1i5.99

Pasla, P. R., Asepta, U. Y., Widyaningrum, S., Pramesti, M. J., & Wicaksono, S. R. (2021). The Effect of Work from Home and Workload on Work-Life Balance of Generation X and Generation Y Employees. Journal of Economics, Finance and Accounting Studies, 220–224. https://doi.org/10.32996/jefas.2021.3.2.21

Pertiwi, S. R., Winarsunu, T., & Syakarofath, N. A. (2023). Beban Kerja dan Work-Life Balance pada Karyawan. Jurnal Intensi: Integrasi Riset Psikologi, 1(2), 75–85. https://doi.org/10.26486/intensi.v1i2.3522

Ramadhan, H. N., Irfana, T. B., Supriyanto, Thamrin, D., & Siahaan, M. (2024). Pengaruh Kesehatan Kerja dan Beban Kerja terhadap Work-Life Balance. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 3(2), 197–211. https://doi.org/10.55606/jekombis.v3i2.3491

Rondonuwu, F. A., Rumawas, W., & Asaloei, S. (2018). Pengaruh Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 7(2), 30–39. https://doi.org/10.35797/JAB.V7.I2.30-39

Subekti, R., Ohyver, D. A., Judijanto, L., & Satwika, I. K. S. (2024). Transformasi Digital: Teori & Implementasi Menuju Era Society 5.0. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Utari, A. P. V., & Perdhana, M. S. (2024). Analisis Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Work-Life Balance sebagai Variabel Intervening. Diponegoro Journal of Management, 13(3), 1–9.

Wang, X., & Li, B. (2019). Technostress among University Teachers in Higher Education: A Study Using Multidimensional Person–Environment Misfit Theory. Frontiers in Psychology, 10, Article 1791. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01791

Wirawan, R. P. E. (2022). Pengaruh Beban Kerja terhadap Stres Kerja melalui Work-Life Balance. Sibatik Journal, 1(10). https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i10.319

Zolg, M., Umans, T., & Nagel, C. (2021). Digitalization and Life Balance: The Moderating Role of Collectivist Culture in Digitally Connected Work. Journal of Occupational Medicine and Toxicology, 16(1), 47. https://doi.org/10.1186/s12995-021-00318-2

Published

2026-03-30

How to Cite

Khoirunnisa, D., Nara, D., & Handaru, A. W. (2026). Pengaruh Transformasi Digital dan Beban Kerja terhadap Work Life Balance Pegawai di Kementerian Keuangan. Journal Social Society, 6(1), 691–706. https://doi.org/10.54065/jss.6.1.2026.1045