Pembelajaran Nilai Moral Keberanian dan Kemandirian dalam Film Animasi Moana Kajian Pendidikan Karakter

Authors

  • Hellen Syelomita Pungis Universitas Negeri Manado
  • Uus Martinus Kamajaya Al Katuuk M.S Universitas Negeri Manado
  • Intama Jemy Polii Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1356

Keywords:

Nilai Moral, Keberanian, Kemandirian, Film Animasi, Pendidikan Karakter

Abstract

Perkembangan era digital membawa tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik sehingga diperlukan media pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan anak. Film animasi Moana (2016) dipilih karena memuat narasi perjuangan tokoh utama yang merepresentasikan keberanian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai moral keberanian dan kemandirian dalam film Moana serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data primer berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, konflik, dan alur cerita dalam film, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah tentang pendidikan karakter, kajian film, dan teori perkembangan moral. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi tidak langsung, pencatatan adegan, serta pengelompokan data berdasarkan indikator nilai keberanian dan kemandirian. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan Teori Pembelajaran Sosial dan Self-Determination Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian direpresentasikan melalui kemampuan Moana menghadapi ketidakpastian, mengambil risiko, mempertahankan keputusan moral, dan menunjukkan empati dalam menyelesaikan konflik. Kemandirian direpresentasikan melalui kemampuan mengambil keputusan, belajar dari pengalaman, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi tindakan. Kedua nilai tersebut relevan untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi mandiri, bernalar kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini terbatas pada analisis satu film, sehingga penelitian lanjutan disarankan menguji implementasinya dalam pembelajaran kelas.

References

Al Katuuk, K. (2020). Kecerdasan budaya Kiai Mojo dalam mendirikan Kampung Jawa Tondano. Al-Qalam, 26(2), 401–420. https://doi.org/10.31969/alq.v26i2.851

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2020). Film art: An introduction. McGraw-Hill.

Buckingham, D. (2013). Media education: Literacy, learning and contemporary culture. John Wiley & Sons.

Clements, R., & Musker, J. (Directors). (2016). Moana [Film]. Walt Disney Pictures.

Eisenberg, N. (2020). Findings, issues, and new directions for research on emotion socialization. Developmental Psychology, 56(3), 664–670. https://doi.org/10.1037/dev0000906

Faizah, H., & Kamal, R. (2024). Belajar dan pembelajaran. Jurnal Basicedu, 8(1), 466–476. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6735

Halid, A. (2024). Model guru yang ideal dalam perspektif pembelajaran. Al-Ashr, 9(2), 188–198. https://doi.org/10.56013/alashr.v9i2.3252

Ibrahim, N. W., Manoarfa, M., Ismail, M. F., & Irawan, N. (2025). Peran media pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Jurnal Literasi Digital, 5(2), 134–144. https://doi.org/10.54065/jld.5.2.2025.668

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. SAGE Publications.

Litod, A., Al Katuuk, U. M. K., & Polii, I. J. (2024). Nilai pendidikan karakter dalam film Di Bawah Umur karya Erisca Febriani dan implikasinya dalam pembelajaran sastra. Kompetensi: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni, 4(1), 1–5.

Margolis, K. (2021). The courage habit: How to accept your fears, release the past, and live your courageous life. New Harbinger Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Nucci, L., Narvaez, D., & Krettenauer, T. (2020). Handbook of moral and character education. Routledge.

Pratama, W. (2024). Representasi kemandirian anak perempuan dalam film Moana: Analisis semiotika Roland Barthes [Skripsi, Universitas Satya Negara Indonesia].

Putri, E. (2024). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Miracle in Cell No. 7 karya Lee Hwan Kyung [Skripsi, Universitas Batanghari Jambi].

Rahayu, S., & Azizah, S. R. N. (2025). Literasi digital sebagai pilar pendidikan karakter di era teknologi. Jurnal Literasi Digital, 5(3), 286–299. https://doi.org/10.54065/jld.5.3.2025.841

Reigeluth, C. M., Beatty, B. J., & Myers, R. D. (2021). Instructional-design theories and models: The learner-centered paradigm of education (Vol. 4). Routledge.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Rustamana, A., Wahyuningsih, S., & Sari, D. P. (2024). Penelitian dan pengembangan dalam pendidikan. Bima: Jurnal Pendidikan, 2(3), 101–114. https://doi.org/10.61132/bima.v2i3.1014

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Intrinsic and extrinsic motivation from a self-determination theory perspective: Definitions, theory, practices, and future directions. Contemporary Educational Psychology, 61, 101860. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2020.101860

Sugiantara, I. P., Listarni, N. M., & Pratama, K. (2024). Urgensi pengembangan media pembelajaran lingkaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Literasi Digital, 4(1), 73–80. https://doi.org/10.54065/jld.4.1.2024.448

Zubaedi. (2012). Pendidikan berbasis masyarakat. Pustaka Pelajar

Published

2026-07-06

How to Cite

Pungis, H. S., M.S, U. M. K. A. K., & Polii, I. J. (2026). Pembelajaran Nilai Moral Keberanian dan Kemandirian dalam Film Animasi Moana Kajian Pendidikan Karakter. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 440–450. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1356