Mengungkap Perlawanan Perempuan dan Subordinasi dalam Film Perempuan Berkelamin Darah Tahun 2023 melalui Lensa Feminis Radikal Kate Millet

Authors

  • Ridwan Ridwan Universitas Negeri Makassar
  • Nensilianti Nensilianti Universitas Negeri Makassar
  • Latifa Turohma Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1320

Keywords:

Feminisme Radikal, Kate Millett, Subordinasi Perempuan, Perlawanan Perempuan, Representasi Film

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengungkap representasi subordinasi dan perlawanan perempuan dalam media film, guna memperkuat kajian feminisme radikal serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan gender dalam budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi subordinasi serta resistensi perempuan dalam film Perempuan Berkelamin Darah (2023) dengan menggunakan kerangka pemikiran feminisme radikal yang digagas oleh Kate Millett. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan terhadap adegan dan dialog yang terdapat dalam film. Analisis dilakukan berdasarkan konsep politik seksual Millett yang mencakup dimensi ideologi, pemaksaan, aspek psikologis, serta relasi ekonomi dan kekuasaan. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa bentuk-bentuk subordinasi terhadap perempuan digambarkan melalui adegan kekerasan seksual, tindak kekerasan fisik, stigmatisasi psikologis, serta konstruksi ideologi patriarkil yang cenderung menyalahkan korban. Di sisi lain, film ini juga merepresentasikan beragam bentuk perlawanan dari tokoh perempuan sebagai respons terhadap dominasi patriarki. Dengan demikian, film ini tidak sekadar menyajikan gambaran penderitaan perempuan, melainkan juga berfungsi sebagai kritik terhadap sistem patriarkil yang menindas.

References

Agustina, D., Damanik, F. A., Ramadhayanti, S., Kirana, S., Harahap, D. N., Sipahutar, A. N. A., & Annisa, F. (2024). Budaya patriarki sebagai fondasi ketimpangan gender di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2). https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.46133

Al Bahy, S., & Tjahjono, T. (2022). Belenggu patriarki tokoh utama dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak karya Mouly Surya (kajian feminisme radikal Kate Millett). BAPALA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(10), 73–89. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/50645

Andari, A., Syahvila, A. R., Azizah, A., Iqbal, R. B., Usnan, M. R., & Alfathoni, M. A. M. (2025). Teknik Sinematografi Dalam Film Women From Rote Island Dalam Memvisualisasi Aspek Feminisme. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(2), 295–304. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.490

Arrosyid, M. A. K., Hasanudin, C., & Sutrimah, S. (2025). Representasi Feminisme Pada Film Women Form Rote Island. Susastra: Jurnal Ilmu Susastra Dan Budaya, 14(1), 39–53. https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.230

Baso, B. S. (2021). Kritik Sastra Feminisme: Subordinasi dalam Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado. Jurnal Dieksis ID, 1(2), 47–53. https://doi.org/10.54065/dieksis.1.2.2021.77

Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2021). Film art: An introduction (12th ed.). McGraw-Hill. https://doi.org/10.4324/9781003099598

Brahmana, F. F. S., & Ramadi, B. (2023). Diskriminasi terhadap perempuan dalam budaya patriarki di Indonesia: Perspektif hukum Islam dan hukum positif. Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(6). https://doi.org/10.572349/civilia.v2i6.1401

Damayanti, E., Sudikan, S. Y., & Rengganis, R. (2024). Belenggu Patriarki Dalam Karya-Karya Oka Rusmini: Kajian Feminisme Radikal Kate Millet. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(1), 278–297. https://doi.org/10.31943/bi.v9i1.636

Eskasari, A. P., & Astuti, R. V. N. P. (2025). Dinamika Diskursus Publik terhadap Penggambaran Kekerasan Seksual pada Film Vina: Sebelum 7 Hari (2024). Jurnal Nomosleca, 11(2), 138-159. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v11i2.16150

Farid, M., & Hidayat, M. A. (2021). Perlawanan perempuan pesantren terhadap poligami kiai di Madura. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 992–1009. https://doi.org/10.30868/ei.v10i02.1805

Haqqu, R., & Pramonojati, T. A. (2022). Representasi terorisme dalam dua adegan film Dilan 1990 dengan analisis semiotika John Fiske. Rekam, 18(1), 67-80. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i1.4762

Kusnah, F., & Jatiningsih, O. (2023). Marginalisasi dan subordinasi pada perempuan pekerja industri kimia di Kecamatan Krian. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 12(3), 419–428. https://doi.org/10.26740/kmkn.v12n3.p419-428

Kusuma, A. (2025). Representasi Perempuan dan Kekerasan Simbolik dalam Film “Before, Nowandthen (NANA)” Karya Kamila Andini: Analisis Semiotika Roland Barthes. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 3227-3237. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1625

Manalu, B. R. B., Sitompul, R. G., Fiona, K. A., Ambarita, E. R., & Sitinjak, V. N. (2026). Gendered Language and Patriarchal Control in Jamaica Kincaid’s Girl (1978): A Feminist Discourse Analysis. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 156–166. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1187

Manalu, Y. A., Manik, F., Daeli, P. J., Marbun, R. B., & Sitinjak, V. N. (2026). Gender Differences In Question Tags And Performative Utterances In Enola Holmes. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 135–144. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1203

McQuail, D. (2020). McQuail’s mass communication theory (7th ed.). Sage Publications. https://doi.org/10.4135/9781473920157

Mulyani, R. S., & Harahap, C. B. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Perempuan Korban Kekerasan Seksual: Studi Kasus Film Women From Rote Island. DIMENSI-Journal of Sociology, 13(1). https://doi.org/10.21107/djs.v13i1.32512

Nomlen, K. E., & Yoehanto, E. R. (2025). Makna People Centered Development Melalui Kekerasan Seksual Pada Film Women From Rote Island 2024. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 9(1), 70-90. https://doi.org/10.38043/jids.v9i1.5753

Permatasari, M. S., & Amalia, D. (2022). Penyintas kekerasan seksual dalam film Penyalin Cahaya. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 8(2). https://doi.org/10.52434/jk.v8i2.1846

Putri, A. D., Hidayat, T., & Rahmawati, L. (2023). Struktur patriarki dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 8(2), 112–120. https://doi.org/10.31289/jsh.v8i2.7890

Rokhmansyah, A., Nurhadi, Z., & Kurniawan, D. (2022). Sistem Patriarki Dan Relasi Gender Dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Sosiologi Nusantara, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.33369/jsn.6.1.1-10

Safriyanto, R., Ningsih, F., Frederick, J. R., & Isyanawulan, G. (2024). Analisis budaya patriarki terhadap kesetaraan gender perempuan dalam rumah tangga. Jurnal Ilmiah Publika, 12(2). https://doi.org/10.33603/publika.v12i2.10182

Sari, M. P., & Lestari, D. (2021). Dinamika patriarki dalam masyarakat modern Indonesia. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 5(2), 85–96. https://doi.org/10.24952/gender.v5i2.3456

Sitinjak, V. N., Surbakti, N. br., Sianturi, C. M. B., & Sihombing, G. A. (2026). Language and Gender Representation in Kate Chopin’s the Story of An Hour. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 203–216. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1192

Sitio, E., Siagian, S., Sihombing, R. M., Manullang, M. C. B., & Sitinjak, V. (2026). The Difference In Meaning Of “Flirting” In The Gender Mirror (Women And Men). Jurnal Dieksis ID, 6(1), 145–155. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1171

Syafe’i, I. (2015). Subordinasi perempuan dan implikasinya terhadap rumah tangga. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 15(1), 143-166. https://doi.org/10.24042/ajsk.v15i1.716

Turner, G. (2020). Film as social practice (5th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429462689

Published

2026-05-17

How to Cite

Ridwan, R., Nensilianti, N., & Turohma, L. (2026). Mengungkap Perlawanan Perempuan dan Subordinasi dalam Film Perempuan Berkelamin Darah Tahun 2023 melalui Lensa Feminis Radikal Kate Millet. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 371–383. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1320