Kampung Lontar Berbasis Ekonomi Kreatif: Pemberdayaan dan Pengembangan Hasil Pertanian Pohon Lontar Guna Mewujudkan Masyarakat Sejahtera

Authors

  • Emil Salim Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Sartika Sartika Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rian Fausy Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rosmianti Rosmianti Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nurhalima Nurhalima Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54065/ipmas.2.1.2022.112

Keywords:

Ekonomi Kreatif, Pohon Lontara, Pemberdayaan, Hasil Pertanian, Masyarakat

Abstract

Hasil dari pohon lontar di Desa Borongtala biasanya berupa minuman dan makanan kerajinan dari daun lontar. Akan tetapi, potensi dari pertanian pohon lontara ini belum memberikan sumbangsih terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, dikarenakan pengembangan dan pemberdayaan dalam sektor hasil pertanian pohon lontara masih dikembangkan secara tradisional dan manual. Tujuan dari program ini adalah sebagai desa pertanian unggul yang dapat memberdayakan, mengembangkan, dan mengoptimalkan, serta mampu menciptakan lapangan kerja dengan memaksimalkan olahan hasil pohon lontara dan terbentuknya wisata kebun lontara, sehingga terciptanya masyarakat Desa Borongtala yang aktif, kreatif, inovatif, produktif, mandiri, dan sejahtera. Metode pelaksanaan program ini secara luring dengan pengontrolan selama kegiatan berlangsung dengan metode kerja kolaborasi antara Masyarakat, petani, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa  Fakultas Agama Islam (BEM FAI), pihak kampus, dosen pendamping dan pemerintah setempat serta mitra yang yang berkaitan dengan kegiatan. Dalam pelaksanaanya, kami banyak memberikan pelatihan-pelatihan secara langsung ke masyarakat sasaran, seperti petani pohon lontara. Pelatihan yang kami adakan seperti pelatihan pembuatan Nata De Tala yaitu produk terbaru yang dihasilkan dari sari pohon lontara, kami melakukan kerjasama dengan Balai latihan Kerja (BLK) Jeneponto dalam pembuatan produk ini. Pelatihan selanjutnya adalah pengemasan gula merah, buah lontara, dan sari pohon lontara. Pelatihan pengemasan ini dilakukan yaitu untuk meng-upgrade pengemasan demi meningkatkan nilai jual produk dan kebersihan kemasan, sehingga konsumen tertarik pada produk ini. Di samping itu, kami juga melakukan pemetaan lokasi kebun wisata dan workshop pengurusan BPOM, P-IRT, dan Halal MUI. Sasarannya agar supaya masyarakat paham tentang pengurusan-pengurusan tersebut, sehingga dapat terbentuk usaha-usaha berbasis produk hasil olahan pohon lontar.

References

Badan Pusat Statistik. 2020. Kabupaten Jeneponto dalam Angka 2020. Agustus. BPS Kabupaten Jeneponto. Jeneponto.

Badan Pusat Statistik. 2020. Kecamatan Tamalatea dalam Angka 2020. Agustus. BPS Kecamatan Tamalatea. Jeneponto.

Baharuddin, M. R., & Hisani, W. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Towuti melalui Pengolahan Limbah Agroferestry. Madaniya, 1(4), 211-216.

Efendi, F. (2018). Tumbuhan Lontar Sebagai Ide Dasar Penciptaan Motif Batik Untuk Kemeja Pria Khas Lamongan. Pend. Seni Kerajinan-S1 (e-Craft), 7(3), 278-288.

Hadijah, S., Amin, A. H. K., & Putra, D. P. (2021). Pembinaan Masyarakat Pesisir Melalui Program Integrasi Berbasis Ecosmarthealth Preneurship di Desa Tamasaju Kabupaten Takalar. Jurnal IPMAS, 1(3), 110-117.

Jumarniati, J., Baharuddin, M. R., & Hisani, W. (2020). Peluang Wirausaha Mandiri melalui Diversifikasi Olahan Kelapa. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 83-91.

Margi, I. K. (2013). identifikasi potensi wisata kuliner berbasis bahan baku lokal di kabupaten buleleng, Bali. Jurnal ilmu sosial dan humaniora, 2(2).

Rozaq, K., Nugrohoseno, D., Witjaksono, A. D., & Budiono, B. (2022). Pelatihan Pelayanan Jasa Karyawan Di Wisata Lontar Sewu Desa Hendrosari Kec Menganti Kab Gresik. Abimanyu: Journal of Community Engagement, 3(1), 71-79.

Sadia, I. W., Suma, I. K., & Supir, I. K. Pengembangan Produk Wisata Berbahan Baku Lidi Dan Daun Lontar Sebagai Salah Satu Alternatif Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Muntigunung Dan Pedahan Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem.

Sari, A. P., Katmo, E. T. R., Sumule, A. I., Irbanyanti, D. N., & Irianti, I. (2020). Sektor Ekonomi Kreatif Kuliner Solusi Bagi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kabupaten Fakfak. JFRES: Journal of Fiscal and Regional Economy Studies, 3(1), 66-75.

Sawitri, D. A. D., & Dharmawan, N. K. S. (2020). Perlindungan Transformasi Karya Cipta Lontar Dalam Bentuk Digitalisasi. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 5(2), 298-308.

Suarsana, I. M., Sukarta, I. N., & Rediasa, I. N. (2017). Ibm Kelompok Tani Lontar Di Desa Tianyar Kecamatan Kubu. Widya Laksana, 4(2), 139-145.

Syahwati, U. M. M., Putra, D. P., & Istiqamah, N. (2021). Kelas Inkubasi Bisnis Kreatif Solusi Lahirnya Young Enterpreneur Pulau Lae-Lae di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal IPMAS, 1(2), 67-74.

Tambunan, P. (2010). Potensi dan kebijakan pengembangan lontar untuk menambah pendapatan penduduk. Jurnal analisis kebijakan kehutanan, 7(1), 27-45.

Wahyuningsih, R., & Pradana, G. W. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Desa Hendrosari Melalui Pengembangan Desa Wisata Lontar Sewu. Jurnal Publika, 9(2).

Published

2022-04-30

How to Cite

Salim, E., Sartika, S., Fausy, R. ., Rosmianti, R., & Nurhalima, N. (2022). Kampung Lontar Berbasis Ekonomi Kreatif: Pemberdayaan dan Pengembangan Hasil Pertanian Pohon Lontar Guna Mewujudkan Masyarakat Sejahtera. Jurnal IPMAS, 2(1), 46–54. https://doi.org/10.54065/ipmas.2.1.2022.112

Issue

Section

Articles