Kritik Sastra Feminisme: Subordinasi dalam Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado

Authors

  • Besse Syukroni Baso Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.1.2.2021.77

Keywords:

Kritik Sastra, Feminisme, Subordinasi Novel, Kembang Jepun

Abstract

Perbedaan yang jelas antara konsep tentang jenis kelamin melahirkan ketidakadilan, baik kaum laki-laki dan terutama bagi kaum perempuan. Hal inilah yang mendorong lahirnya gerakan feminis yang salah satu tujuannya ialah memperoleh kesastraan antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan karakteristik masalah yang dikaji, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus pengamatan penelitian ini adalah ketidakadilan gender yang terdapat dalam novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado. Sesuai dengan karakteristik data penelitian yaitu melekat pada dokumen yang berbentuk novel, maka kegiatan dan langkah–langkah dalam mengumpulkan data dilakukan dengan beberapa teknik, seperti membaca, mencatat, dan mengestimasi. Hasil Analisis Ketidakadilan Gender Khusus Subordinasi dalam Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado berupa sikap yang memandang rendah terhadap kaum perempuan, menganggap perempuan sebagai manusia kelas dua serta tidak diprioritaskan dalam pengambilan keputusan, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan politik. Salah satu bentuk ketidakadilan tersebut, yakni adanya kecenderungan merendahkan, serta meremehkan peran perempuan dalam segala segi kehidupan.

References

Adji, S. P. (2003). Karya Religius Danarto: Kajian Kritik Sastra Feminis. Humaniora, 15(1), 23-38.

Astuti, P., Mulawarman, W. G., & Rokhmansyah, A. (2018). Ketidakadilan Gender Terhadap Tokoh Perempuan Dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki: Kajian Kritik Sastra Feminisme. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya, 2(2), 105-114.

Darmayanti, I. A. M. (2014). Seksualitas Perempuan Bali Dalam Hegemoni Kasta: Kajian Kritik Sastra Feminis Pada Dua Novel Karangan Oka Rusmini. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2).

Diana, J. (2018). Citra sosial perempuan dalam cerpen kartini karya Putu Wijaya: Tinjauan kritik sastra feminis. Jurnal Pena Indonesia, 4(1), 78-96.

Hasrianti, A. (2005). Representasi Nilai dalam Novel Modern Maut dan Cinta Karya Mochtar Lubis (Suatu Kajian Struktural Semiotik). Tesis Tidak Diterbitkan. Makassar: Program Pascasarjana UNM.

Karim, A. (2005). Analisis Manifestasi Ketidakadilan Gender Pilihan Kompas Tahun 2004 (Suatu Sudut Pandang Kritik Sastra Feminis). Tesis Tidak Diterbitkan. Makassar: Program Pascasarjana UNM.

Nurhayati. (2006). Bahasa Emosi Perempuan Karier di Kota Makassar. Disertasi Tidak Diterbitkan. Makassar. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

Pandu, M. E. (2006). Gender di Tanah Mandar (Studi Kasus Kesetaraan dan Kemitraan Terpadu pada Komunitas Nelayan Mandar di Lingkungan Rangas Barat, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene). Disertasi Tidak Diterbitkan. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

Pants, A. P. (2003). Good Practices: Gender Equality in Basic Education and Lifelong Learning Thorough CLCS (Experiences from 15 Contries). Bangkok: UNESCO Asia and the Pacific Regional Bureau for Education.

Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Garudhawaca.

Sugihastuti, & Saptiawan, I. H. (2007). Gender dan Inferioritas Perempuan (Kritik Sastra Feminis). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syukroni, B. (2005). Analisis Konflik dalam Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado. Skripsi Tidak Diterbitkan. Makassar: FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sugihastuti & Suharto. (2005). Kritik Sastra Feminis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Published

2021-12-31

How to Cite

Baso, B. S. (2021). Kritik Sastra Feminisme: Subordinasi dalam Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado. Jurnal Dieksis ID, 1(2), 47–53. https://doi.org/10.54065/dieksis.1.2.2021.77