Tradisi Lisan Sebagai Perekat Sosial dalam Menjaga Kerukunan dan Sakralitas Budaya Masyarakat Desa Siteba

Authors

  • Kasmiati Kasmiati Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Alwinsyah Alwinsyah Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Jumarti Jumarti Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Edy Purnawanto Universitas Cokroaminoto Palopo

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.4.1.2024.528

Keywords:

Tradisi Lisan, Perekat Sosial, Menjaga Kerukunan, Sakralitas Budaya

Abstract

Masalah utama yang dihadapi adalah penurunan minat generasi muda terhadap tradisi lisan, yang berpotensi mengancam pelestarian warisan budaya lokal yang kaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tradisi lisan dalam menjaga kerukunan sosial dan sakralitas budaya masyarakat Desa Siteba di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tradisi lisan berfungsi sebagai perekat sosial dan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk melestarikan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tokoh adat, tetua desa, serta generasi muda yang terlibat dalam kegiatan budaya di Desa Siteba. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan seperti pesta panen, massalu-salu, dan ma’baca-baca tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi budaya, tetapi juga sebagai medium untuk memperkuat solidaritas sosial dan menjaga hubungan spiritual dengan leluhur dan alam. Namun, pengaruh teknologi dan hiburan modern menyebabkan penurunan partisipasi generasi muda dalam tradisi ini. Meski demikian, teknologi digital menawarkan peluang untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan tradisi lisan, membuatnya lebih relevan dan dapat diakses oleh generasi masa kini. Pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pelestarian tradisi lisan di Desa Siteba dapat memastikan kelangsungan budaya lokal, memperkuat identitas masyarakat, dan menjaga kerukunan sosial antar generasi.

References

Asmin, A. I. (2022). Tour guides' intercultural communication strategies in Toraja. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 55-62.https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i2.216

Baso, B. S. (2021). Ketidakadilan Gender melalui Sastra: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Kembang Jepun. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1), 118-129. https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i1.119

Fernanda, A., Ansyari, I., & Farhaby, A. M. (2024). Ritual dan Eksistensi Ekologis: Kajian Ekokritik Terhadap Tradisi Lisan Dalam Ritual Ceriak Nerang Suku Jerieng. eScience Humanity Journal, 5(1), 1-8. https://doi.org/10.37296/esci.v5i1.187

Gandhi, A. M. (2020). Komunikasi Interpersonal Dalam Menjaga Kerukunan Beragama. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 11(2), 54-61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2541

Ginting, P. W., Revalino, R., Astuti, P., Jeremi, A., Sitompul, B. U., Nafisa, C., & Defrianti, D. (2024). Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Tradisi Lisan di Jambi. Jurnal Studi Multidisipliner, 8(12).

Hansen, S. (2020). Investigasi Teknik Wawancara dalam Penelitian Kualitatif Manajemen Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 27(3), 283. https://doi.org/10.5614/jts.2020.27.3.10

Hasanah, L. U., & Andari, N. (2021). Tradisi lisan sebagai media pembelajaran nilai sosial dan budaya masyarakat. Jurnal Ilmiah Fonema, 4(1), 48-66. https://doi.org/10.25139/fn.v4i1.3232

Hasanuddin, W. S. (2015). Kearifan lokal dalam tradisi lisan kepercayaan rakyat ungkapan larangan tentang kehamilan, masa bayi, dan kanak-kanak masyarakat Minangkabau wilayah adat luhak nan tigo. Kembara: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(2), 198-204. https://doi.org/10.22219/kembara.v1i2.2615

Hermansyah, R., Amaliya, F. P., Nurhakim, M. I., Komalasari, S., Susilawati, S., Hidayatullah, S., ... & Purwanto, A. (2022). Peran Agama Islam Untuk Mewujudkan Kerukunan di Lingkungan Masyarakat. Journal of Community Service and Engagement, 2(5), 31-36. https://doi.org/10.9999/jocosae.v2i5.75

Ichwan, M., Reskiani, U., Indah, A. L., Makmur, A. N. A. F., & Djafar, E. M. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(4), 133-142.

Librianti, E. O. I., & Pratama, M. A. (2022). Transformasi Tradisi Lisan Sebagai Sarana Dakwah: Kajian Historis dan Tantangan Era Digital. Journal of Community Development, 1(1), 46-63.

Nurdin, A., Fitria, U., & Dinen, K. A. (2024). Tradisi Lisan Nandong Simeulue Pendekatan Antropolinguistik. Public Health Journal, 1(2). https://doi.org/10.62710/mc09aw22

Purwantiasning, A. W. (2022). Tradisi Lisan Dalam Arsitektur. NALARs, 21(2), 105-112. https://doi.org/10.24853/nalars.21.2.105-112

Rosaliza, M. (2015). Wawancara, Sebuah interaksi komunikasi dalam penelitian kualitatif. Jurnal ilmu budaya, 11(2), 71-79. https://doi.org/10.31849/jib.v11i2.1099

Rusydi, I., & Zolehah, S. (2018). Makna kerukunan antar umat beragama dalam konteks keislaman dan keindonesian. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 170-181. https://doi.org/10.31943/afkar_journal.v1i1.13

Sari, M. Z., Supriatna, N., Disman, D., Kristanto, K., & Handayani, S. (2024). Persepsi Anak tentang Pengaruh Teknologi dan Tradisi Lisan terhadap Perkembangan Kognitif dan Karakter Anak. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(2), 357-367. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i2.10513

Sarmila, B., Madeamin, S., & Herdiana, B. (2022). Peningkatan menulis cerpen melalui aplikasi wattpad pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Luwu Timur. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(3), 266-272.https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i3.299

Simega, B., & Matalangi, B. B. (2021). Makna Simbolik Kadong Badong Pada Upacara Adat Rambu Solo’ (Tinjauan Semiotik). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(2), 260-265.https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i2.490

Suparman, S. (2024). Konteks Budaya Perkawinan Masyarakat Bugis Luwu (Kajian Antropolinguistik). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(3), 233-238.https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i3.796

Suparman, S., & Nuruahmad, M. (2023). Budaya Mappacci dan Rangkaian Pelaksanaan Perkawinan Orang Bugis. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(4), 219-225.https://doi.org/10.53769/deiktis.v3i4.559

Utomo, C. B., & Kurniawan, G. F. (2017). Bilamana tradisi lisan menjadi media pendidikan ilmu sosial di masyarakat Gunungpati. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS Dan PKN, 2(2), 169-184. https://doi.org/10.15294/harmony.v2i2.20166

Wati, E. A. (2023). Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(1), 52-59. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24049

Published

2024-12-31

How to Cite

Kasmiati, K., Alwinsyah, A., Jumarti, J., & Purnawanto, E. (2024). Tradisi Lisan Sebagai Perekat Sosial dalam Menjaga Kerukunan dan Sakralitas Budaya Masyarakat Desa Siteba. Jurnal Dieksis ID, 4(2), 114–127. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.1.2024.528