Analisis Semiotika Film “Sore Istri Dari Masa Depan”
DOI:
https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1524Keywords:
Semiotika Roland Barthes, Roland Barthes, Film, Pernikahan, WaktuAbstract
Urgensi penelitian ini adalah menganalisis makna tanda dan pesan yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan untuk memahami representasi nilai, relasi sosial, dan pesan moral yang disampaikan kepada penonton melalui pendekatan semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) karya sutradara Yandy Laurens melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Film ini mengisahkan Jonathan, seorang fotografer yang tinggal di luar negeri dan menjalani gaya hidup tidak sehat, yang kehidupannya berubah setelah kedatangan Sore, perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan dan berupaya mengubah kebiasaan buruk Jonathan demi menyelamatkannya dari kematian dini akibat gangguan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis), di mana peneliti memilih sejumlah adegan kunci, dialog, ekspresi tokoh, serta unsur visual dan sinematografi yang dianggap sarat makna sebagai unit analisis, kemudian dimaknai melalui tiga tahap pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tanda-tanda yang berkaitan dengan kesadaran akan kesehatan, penerimaan diri, pengorbanan, serta cinta sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, bukan sekadar romantisme sesaat. Konflik antara keinginan Sore untuk mengubah Jonathan dan hasrat Jonathan mempertahankan kebebasan pribadinya juga dimaknai sebagai representasi dinamika relasi rumah tangga yang realistis. Pada level mitos, film ini membangun narasi bahwa cinta sejati diwujudkan melalui perubahan perilaku dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri maupun pasangan, sekaligus mengangkat isu waktu dan kematian sebagai pengingat pentingnya menjalani hidup secara bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semiotika pada perfilman Indonesia kontemporer, khususnya yang mengangkat tema relasi personal dan gaya hidup, serta menjadi rujukan bagi penelitian sejenis di bidang ilmu komunikasi dan kajian media.
References
Anggreni, I. N., Siregar, J. K. S., Utami, N. M., Wangi, W. N., Sirait, W. A., Hanandita, Z. A., & Aqillah, Z. N. (2026). Representasi peran ibu dan nilai pengorbanan pada tokoh Rahmi dalam film Bila Esok Ibu Tiada (Studi analisis semiotika Roland Barthes). Jurnal Kultur, 5(1).
Aulia, R. P., & Iskandar, D. (2022). Representasi citra wanita muslim dalam film Cinta Subuh. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 3(2). https://doi.org/10.29313/jrmk.v3i2.3229
Azahra, A. N., & Wiryany, D. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap representasi komunikasi keluarga dalam film Home Sweet Loan. Journal of Digital Communication Science, 3(1). https://doi.org/10.56956/jdcs.v3i1.444
Azwar, A., & Auliana, I. (2023). Representasi rekayasa sosial dalam film Unlocked: Analisis semiotika Roland Barthes. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1–15. https://doi.org/10.33822/jep.v7i1.7186
Christiansen, S. (2022). Temporal looping and pleating in Spring Breakers. Interfaces, 48. https://doi.org/10.4000/interfaces.5792
Cunningham, S., & Craig, D. (2019). Creator governance in social media entertainment. Social Media + Society, 5(4). https://doi.org/10.1177/2056305119883428
Damayanti, F., Pahar, U., & Abidin, A. (2026). Semiotika Feminisme Radikal: Konstruksi Penindasan dan Resistensi dalam Novel Kereta Semar Lembu. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 419–430. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1351
Dirgantaradewa, S. A., & Pithaloka, D. (2020). Representasi perempuan di film Persepolis dalam perspektif Islam. Medium, 8(2). https://doi.org/10.25299/medium.2020.vol8(2).5260
Dunat, S. (2022). Time metaphors in film: Understanding the representation of time in cinema. Film-Philosophy, 26(1), 1–25. https://doi.org/10.3366/film.2022.0187
Elsha, D. D. (2019). Representasi perempuan dalam film Spectre. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media dan Cinema, 1(2). https://doi.org/10.24076/PIKMA.2019v1i2.387
Faza, N. H., & Soedarsono, D. K. (2022). Komunikasi keluarga: Representasinya dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Medium, 10(1). https://doi.org/10.25299/medium.2022.vol10(1).9042
Fitriyanti, A. I. (2025). The representation of parental intervention in Noktah Merah Perkawinan film: A Barthesian semiotic analysis. Kandai. https://doi.org/10.26499/jk.v21i1.8030
Fuchs, C. (2021). Foundations of communication/media/digital (in)justice. Journal of Media Ethics, 36(4), 186–201. https://doi.org/10.1080/23736992.2021.1964968
Hayashi, S. O. (2019). Cinema and the technological capture of time. Significação: Journal of Audiovisual Culture, 46(52). https://doi.org/10.11606/issn.2316-7114.sig.2019.147840
Hikmi, A. N., Fanaqi, C., & Erfan, M. (2025). Praktik gatekeeping berbasis popularitas dalam pemberitaan Persib di Instagram @radarbandung.id. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 7(1). https://doi.org/10.24014/kjcs.v7i1.37044
Irene, I., & Rusdi, F. (2021). Proses gatekeeping portal media daring (Studi kasus pada media daring Okezone.com). Koneksi, 5(1), 16–22. https://doi.org/10.24912/kn.v5i1.10123
Kevinia, C., Putri Syahara, P. S., Aulia, S., & Astari, T. (2022). Analisis teori semiotika Roland Barthes dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia. COMMUSTY: Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082
McQuail, D. (2019). McQuail's media and mass communication theory (7th ed.). Sage Publications.
Nasaliya, R. A. (2022). Representasi perjuangan perempuan dalam film Kartini, 3 Srikandi dan Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar (Analisis Semiotika). Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 364–377. https://doi.org/10.31943/bi.v7i2.231
Nasution, A. N., & Wiryany, D. (2025). Representasi komunikasi keluarga pada film Home Sweet Loan: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Dakwah dan Komunikasi. https://doi.org/10.29240/jdk.v9i2.12813
Pungis, H. S., M.S, U. M. K. A. K., & Polii, I. J. (2026). Pembelajaran Nilai Moral Keberanian dan Kemandirian dalam Film Animasi Moana Kajian Pendidikan Karakter. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 440–450. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1356
Putra, P. I., & Annur, F. (2024). Dinamika pasangan di film Seni Memahami Kekasih dalam analisis semiotika. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 8(1). https://doi.org/10.31539/kibasp.v8i1.12662
Qistiani, N., & Kusuma, A. (2025). Representasi perempuan dan kekerasan simbolik dalam film Before, Now & Then (Nana): Analisis semiotika Roland Barthes. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2). https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1625
Rahayu, A. P., & Dewi, T. U. (2023). Nilai budaya Batak Toba dalam film Ngeri-Ngeri Sedap: Analisis semiotika Roland Barthes. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2). https://doi.org/10.30998/jh.v7i2.1888
Rani, S. A. S., Wijayanti, C. N., & Setiawan, A. A. (2023). Representasi pernikahan dini pada film Yuni (Analisis semiotika Roland Barthes). MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2). https://doi.org/10.35842/massive.v3i2.93
Sembiring, A. V. H. H., Putra, A. K., Nabil, C. I., & Alfathoni, M. A. M. (2024). Analisis teknik editing pada film Layangan Putus dalam membangun emosi visual. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(2). https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i2.496
Setiawan, H., & Handayani, W. (2022). Gatekeeping konten viral media sosial (Studi kasus harianjogja.com, jogja.tribunnews.com, & suarajogja.id). Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(4). https://doi.org/10.21831/lektur.v5i4.19182
Stenner, P., & Zittoun, T. (2025). Analysing films to rethink the psychology of time. Journal of Social and Cultural Psychology. https://doi.org/10.1177/09593543251381273
Tamat, A. S. (2026). Visual effects as cultural narratives: Bridging technology, storytelling, and audience engagement in modern cinema. Profilm: Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman dan Pertelevisian, 5(1). https://doi.org/10.56849/jpf.v5i1.119
Wibowo, G. (2019). Representasi perempuan dalam film Siti. Nyimak: Journal of Communication, 3(1). https://doi.org/10.31000/nyimak.v3i1.1219
Zulfia, I., Wulandari, B., & Mardiningsih. (2025). Relasi kekuasaan dan representasi perempuan dalam film Ipar adalah Maut menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Pendidikan Bahasa, 15(3). https://doi.org/10.37630/jpb.v15i3.3343
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fairuz Aulia Ciptafiani, Hayu Lusianawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






