Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma

Authors

  • Riani Tendean Universitas Negeri Manado
  • Nontje J Pangemanan Universitas Negeri Manado
  • Intama J. Polii Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.6.2.2026.1438

Keywords:

Konflik Tokoh, Unsur Intrinsik, Seno Gumira Ajidarma, Analisis Cerpen

Abstract

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kompleksitas realitas sosial dan kondisi psikologis manusia melalui keterkaitan antara unsur-unsur intrinsik dan konflik tokoh. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya analisis yang lebih komprehensif yang tidak hanya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik secara terpisah, tetapi juga menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk konflik psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, konflik tokoh, serta keterkaitan keduanya dalam dua cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar. Subjek penelitian terdiri atas dua cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca secara cermat (close reading) dan mencatat, yaitu dengan membaca teks secara berulang, mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang relevan, serta mengklasifikasikannya sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut mengangkat berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk ketidakadilan, kemunafikan, tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta konflik antara pengalaman individu dan harapan sosial. Pelajaran Mengarang terutama menggambarkan konflik psikologis dan sosial-institusional yang dialami oleh Sandra, sedangkan Manusia Kamar lebih menekankan konflik internal, keterasingan, dan ketidakpercayaan terhadap dunia luar. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik tidak hanya berfungsi sebagai struktur pembangun cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk konflik psikologis dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian sastra dan dapat mendukung pembelajaran sastra dengan memperkuat kemampuan membaca kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa.

References

Agustina, L., Nugroho, Y. E., & Nuryatin, A. (2022). Cerita pendek Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian strukturalisme Todorov. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2), 352–364. https://doi.org/10.20961/basastra.v10i2.60497

Baso, B. S. (2021). Kritik sastra feminisme: Subordinasi dalam novel Kembang Jepun karya Remy Sylado. Jurnal Dieksis ID, 1(2), 47–53. https://doi.org/10.54065/dieksis.1.2.2021.77

Charmilasari, C., & Juni, T. W. (2023). Sastra untuk mengembangkan kesadaran kemanusiaan siswa. Jurnal Dieksis ID, 3(2), 99–111. https://doi.org/10.54065/dieksis.3.2.2023.347

Dany, I., & Suryaman, M. (2023). Tinjauan semiotika nilai afeksi dan kesadaran lingkungan hidup berdasarkan perspektif Ferdinand de Saussure dalam cerpen Asal-Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 10(1), 78–92. https://doi.org/10.26740/paramasastra.v10n1.p78-92.

Handini, J. R., & Hasanudin, C. (2024). Analisis unsur cerita pendek Cinta SMA karya Amelia N. S. dalam antologi cerpen Butir-Butir Kenangan. Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran, 2(1), 1168

Ikomah, R. W., Febriani, E., & Dewanta, A. A. N. B. J. (2025). Potret kekerasan dan ketidakberdayaan individu: Analisis sosiologi sastra bandingan dalam cerpen Och! Och! Och! dan Di Atas Kereta Rel Listrik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 15(4), 440–452. https://doi.org/10.23887/jpbsi.v15i4.103091.

Mahmud, M., Nurhasanah, E., & Hartati, D. (2022). Analisis unsur intrinsik pada kumpulan cerpen Transit karya Seno Gumira Adjidarma. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(4), 49–77. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.6266

Meitridwiastiti, A. A. A. (2022). Penggunaan gaya bahasa dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 9(2), 211–226. https://doi.org/10.26740/paramasastra.v9n2.p211-226.

Mushoffa, Z., Mulyono, M., & Qomariyah, U. (2025). Kajian struktural dan nilai pendidikan pada naskah drama “A.Y.O.!” karya Puntung CM Pudjadi. Jurnal Dieksis ID, 5(1), 31–46. https://doi.org/10.54065/dieksis.5.1.2025.683

Nugraha, A. S. (2022). Analisis unsur intrinsik cerpen “Robohnya Surau Kami” karya Ahmad Ali Navis. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 7(2), 229–236. https://doi.org/10.36709/bastra.v7i2.108

Rahayu, W., & Heryadi, D. (2025). Analisis epistemologis konsep kebenaran ditinjau dari sumber, cara, sifat, dan sikap individu. Jurnal Dieksis ID, 5(2), 1–11. https://doi.org/10.54065/dieksis.5.2.2025.1078

Ramadhani, D. A., Siagian, R. E., & Sitepu, C. A. (2025). Konstruksi realitas dalam pendidikan: Analisis cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma dengan teori Berger dan Luckmann. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(1), 356–363. https://doi.org/10.62710/6qraym45

Sasmita, A. R. (2021). Kritik sosial dalam cerpen “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma melalui pendekatan semiotika Pierce. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 61–73. https://doi.org/10.20961/basastra.v9i1.47282

Silvi, P. M., Maimunah, S., Hanafi, I. L. M., & Wahyudi, A. (2026). Kritik sosial terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan dampak psikologisnya dalam novel Rumah tanpa Jendela karya Asma Nadia. Jurnal Dieksis ID, 6(1), 11–20. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.1.2026.1082

Sugara, H., & Hanifa, M. (2024). Analisis hierarki kebutuhan Abraham Maslow dalam cerpen “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 8(1), 35–40. https://doi.org/10.25157/literasi.v8i1.13628

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Surbakti, N. B., Ambarita, E., Sitompul, R., & Purba, N. (2025). Trapped behind the wallpaper: A thematic study of female oppression in The Yellow Wallpaper. Jurnal Dieksis ID, 5(2), 124–133. https://doi.org/10.54065/dieksis.5.2.2025.896

Widyastuti, R. (2022). Kemampuan psikomotor dalam memainkan alat musik melalui metode demonstrasi siswa. Jurnal Dieksis ID, 2(1), 47–54. https://doi.org/10.54065/dieksis.2.1.2022.83

Yustarini, R., Suhita, S., & Firmansyah, E. (2016). Konflik batin tokoh utama dalam kumpulan cerpen Matinya Seorang Penari Telanjang karangan Seno Gumira Ajidarma: Suatu kajian psikologi sastra. Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 65–80. https://doi.org/10.21009/ARKHAIS.072.03

Zaid, M., Alam, A. Z. I., & Alam, A. A. F. (2023). Nilai-nilai kemanusiaan melalui puisi Maya Angelou (pesan moral berbasis karya sastra). Jurnal Dieksis ID, 3(2), 151–159. https://doi.org/10.54065/dieksis.3.2.2023.348

Published

2026-08-30

How to Cite

Tendean, R., Pangemanan, N. J., & Polii, I. J. (2026). Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Dieksis ID, 6(2), 611–622. https://doi.org/10.54065/dieksis.6.2.2026.1438