Analisis Epistemologis Konsep Kebenaran Ditinjau dari Sumber, Cara, Sifat, dan Sikap Individu

Authors

  • Winda Rahayu Universitas Siliwangi
  • Dedi Heryadi Universitas Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.54065/dieksis.5.2.2025.1078

Keywords:

Epistemologi, Konsep Kebenaran, Perbedaan Perspektif, Pengetahuan, Sikap

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana perbedaan dalam memahami kebenaran muncul dan berkembang dalam konteks individu, sosial, dan budaya. Kajian diarahkan pada empat aspek epistemologis utama, yaitu sumber munculnya perbedaan pandangan, proses terbentuknya perbedaan tersebut, karakteristik inheren dari perbedaan, serta sikap individu dalam meresponsnya. Urgensi penelitian terletak pada meningkatnya keragaman perspektif dan kompleksitas arus informasi di masyarakat modern yang sering kali memunculkan polarisasi, misinformasi, dan konflik pemaknaan. Pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perbedaan klaim kebenaran terbentuk diperlukan untuk memperkuat literasi kritis, sikap toleransi, dan kemampuan dialog lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur yang dipadukan dengan interpretasi konseptual. Kriteria pemilihan literatur didasarkan pada relevansi dengan kajian epistemologi dan studi kebenaran, pembahasan mengenai sumber dan dinamika konstruksi pengetahuan, berasal dari publikasi ilmiah yang kredibel dan terkini, serta memberikan kontribusi teoretis dalam memahami fenomena sosial terkait perbedaan klaim kebenaran. Melalui sintesis terhadap berbagai sumber filsafat, kajian sosial, dan fenomena kehidupan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa latar belakang pengetahuan, pengalaman hidup, nilai personal, dan lingkungan sosial-budaya menjadi fondasi utama munculnya keragaman pemahaman mengenai kebenaran. Hasil utama dari sintesis menunjukkan bahwa perbedaan tersebut terbentuk melalui proses komunikasi, pembentukan makna, serta interaksi sosial yang memengaruhi cara individu menafsirkan realitas. Secara karakteristik, perbedaan dapat menjadi sarana pengayaan pemikiran apabila dihadapi melalui dialog terbuka dan saling menghargai. Sebaliknya, perbedaan dapat memicu konflik ketika diperkuat oleh prasangka, intoleransi, atau bias kognitif. Penelitian ini menegaskan bahwa respons ideal terhadap keragaman pandangan tentang kebenaran meliputi keterbukaan berpikir, penghargaan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga harmoni sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman epistemologis yang komprehensif terhadap perbedaan perspektif kebenaran tidak hanya memperkaya wacana teoretis mengenai epistemologi dan multikulturalisme, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter, literasi kritis, dan pengembangan masyarakat yang lebih inklusif.

References

Abdurrahman. (2024). Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam. Adabuna: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 3(2), 102–113. https://doi.org/10.38073/adabuna.v3i2.1563

Arora, S. D., Singh, G. P., Chakraborty, A., & Maity, M. (2022). Polarization and social media: A systematic review and research agenda. Technological Forecasting and Social Change, 183, 121942. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2022.121942

Aulia, S. S., Retnasari, L., & Marzuki, Y. (2025). Media Edukasi Kebinekaan: Mewujudkan Pembelajaran Multikultural Yang Inklusif Di Perguruan Tinggi. Bhineka Tunggal Ika; Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.36706/jbti.v12i1.173

Bahrullah, B., Rijal, S., & Yunus, F. M. (2025). Epistimologi Pendidikan Islam (Suatu Kajian Tentang Toleransi Dalam Perspektif Epistemologi Pluralistik). Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 15(1), 31–48. https://doi.org/10.22373/jm.v15i1.27819

Borgman, R., Goodnight, B., & Swartout, K. (2020). The Virtual Violence Against Women Scale (VVAWS): A measure of players’ experiences of violence against women in video games. Psychology of Popular Media, 9(4), 513–524. https://doi.org/10.1037/ppm0000242

Chou, E. Y. (2018). Naysaying and negativity promote initial power establishment and leadership endorsement. Journal of Personality and Social Psychology, 115(4), 638–656. https://doi.org/10.1037/pspi0000135

Falk, A. L. (2017). Addressing spin states with infrared light. Science, 357(6352), 649–649. https://doi.org/10.1126/science.aan8807

Fariz, A. B. A., & Saloom, G. (2021). The Effect Of Intellectual Humility, Multicultural Personality, and Religious Orientation Toward Religious Tolerance On Students Of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Psikis?: Jurnal Psikologi Islami, 7(1), 10–19. https://doi.org/10.19109/psikis.v7i1.6524

Fiorella, L., & Kuhlmann, S. (2020a). Creating drawings enhances learning by teaching. Journal of Educational Psychology, 112(4), 811–822. https://doi.org/10.1037/edu0000392

Fiorella, L., & Kuhlmann, S. (2020b). Creating drawings enhances learning by teaching. Journal of Educational Psychology, 112(4), 811–822. https://doi.org/10.1037/edu0000392

Fitriyani, F., & Mubin, N. (2025). Analisis Epistemologi terhadap Myers Briggs Type Indicator (MBTI) dalam Strategi Pembelajaran Berbasis Keunikan Individu. Jurnal Dieksis ID, 5(2), 111–123. https://doi.org/10.54065/dieksis.5.2.2025.895

Flores-Camacho, F., & Gallegos-Cázares, L. (2025). Representational Pluralism in Science Education. Science & Education, 34(4), 1933–1953. https://doi.org/10.1007/s11191-024-00559-3

Freese, J., & Peterson, D. (2017). Replication in Social Science. Annual Review of Sociology, 43, 147–165. https://doi.org/10.1146/annurev-soc-060116-053450

Gentles, S. J., Charles, C., Nicholas, D. B., Ploeg, J., & McKibbon, K. A. (2016). Reviewing the research methods literature: Principles and strategies illustrated by a systematic overview of sampling in qualitative research. Systematic Reviews, 5(1), 172. https://doi.org/10.1186/s13643-016-0343-0

Handoko, S. B. (2022). Epistemologi Multikultural dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Syntax Literate?; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(6), 8873–8885. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i6.8208

Harding, S. (1992). Rethinking Standpoint Epistemology: What Is “Strong Objectivity?” The Centennial Review, 36(3), 437–470.

Jaenudin, E., Fajar, F. F. A., Ruswandi, U., & Nahar, A. S. (2024). Pluralisme Dan Multikulturalisme: Bagaimana Tantangan Dan Peluang Pendidikan Di Indonesia. Journal of Social and Economics Research, 6(1), 61–68. https://doi.org/10.54783/jser.v6i1.357

Janczyk, M., & Lerche, V. (2019). A diffusion model analysis of the response-effect compatibility effect. Journal of Experimental Psychology: General, 148(2), 237–251. https://doi.org/10.1037/xge0000430

Katz, R. A., Graham, S. S., & Buchman, D. Z. (2025). The need for epistemic humility in AI-assisted pain assessment. Medicine, Health Care and Philosophy, 28(2), 339–349. https://doi.org/10.1007/s11019-025-10264-9

Kidd, I. J. (2016). Inevitability, contingency, and epistemic humility. Studies in History and Philosophy of Science Part A, 55, 12–19. https://doi.org/10.1016/j.shpsa.2015.08.006

Kim, D. (2021). On Frege’s Assimilation of Sentences with Names*. The Philosophical Quarterly, 71(2), 241–263. https://doi.org/10.1093/pq/pqaa041

Kubin, E., & Von Sikorski, C. (2021). The role of (social) media in political polarization: A systematic review. Annals of the International Communication Association, 45(3), 188–206. https://doi.org/10.1080/23808985.2021.1976070

Lemay Jr., E. P., & Teneva, N. (2020). Accuracy and bias in perceptions of racial attitudes: Implications for interracial relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 119(6), 1380–1402. https://doi.org/10.1037/pspi0000236

Liata, N., & Fazal, K. (2021). Multikultural Perspektif SosiologiS. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(2), 188–201. https://doi.org/10.22373/arj.v1i2.11213

Lubis, M. R. D., Halanhar, R., & Annisa, S. (2023a). Epistemologi Pendidikan Multikultural: Memikirkan Kembali Konstruksi Pengetahuan Dalam Masyarakat Pluralistik. Pendalas: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat, 3(3), 302–315. https://doi.org/10.47006/pendalas.v3i3.507

Lubis, M. R. D., Halanhar, R., & Annisa, S. (2023b). Epistemologi Pendidikan Multikultural: Memikirkan Kembali Konstruksi Pengetahuan Dalam Masyarakat Pluralistik. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Dan Pengabdian Masyarakat, 3(3), 302–315. https://doi.org/10.47006/pendalas.v3i3.507

Morell, M., Yang, J. S., Gladstone, J. R., Turci Faust, L., Ponnock, A. R., Lim, H. J., & Wigfield, A. (2021). Grit: The long and short of it. Journal of Educational Psychology, 113(5), 1038–1058. https://doi.org/10.1037/edu0000594

Pedersen, N. J. l. L., & Lynch, M. P. (2018). Truth Pluralism. In M. Glanzberg (Ed.), The Oxford Handbook of Truth (pp. 543–575). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199557929.013.31

Prospero, A. D. (2022). Conoscenza e pluralità dei punti di vista: Un percorso tra epistemologia e filosofia della società. Daimon Revista Internacional de Filosofia, 85, 7–22. https://doi.org/10.6018/daimon.336121

Schulte, A. C., Stevens, J. J., Elliott, S. N., Tindal, G., & Nese, J. F. T. (2016). Achievement gaps for students with disabilities: Stable, widening, or narrowing on a state-wide reading comprehension test? Journal of Educational Psychology, 108(7), 925–942. https://doi.org/10.1037/edu0000107

Suda, Y. (2020). Can Truth Pluralism Preserve Substantive Truth? Kagaku Tetsugaku, 53(1), 1–24. https://doi.org/10.4216/jpssj.53.1_1-1

Surahman, S., Pratiwi, R., Imron, A., Cakranegara, P. A., & Putra, P. (2022). Multicultural Education in the Forming of Social Character in the Digitalization Era. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 4(3), 162–174. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v4i3.1805

Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on Conducting a Systematic Literature Review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971

Zaid, M., Alam, A. Z. I., & Alam, A. A. F. (2023). Nilai-Nilai Kemanusiaan melalui Puisi Maya Angelou (Pesan Moral Berbasis Karya Sastra). Jurnal Dieksis ID, 3(2), 151–159. https://doi.org/10.54065/dieksis.3.2.2023.348

Published

2025-12-30

How to Cite

Rahayu, W., & Heryadi, D. (2025). Analisis Epistemologis Konsep Kebenaran Ditinjau dari Sumber, Cara, Sifat, dan Sikap Individu. Jurnal Dieksis ID, 5(2), 180–190. https://doi.org/10.54065/dieksis.5.2.2025.1078