https://pusdig.my.id/literasi/issue/feedJurnal Literasi Digital2026-08-17T07:42:15+00:00Dian Pramana Putraadmin@pusdig.my.idOpen Journal Systems<p><a href="https://pusdig.my.id/literasi/index"><strong>Jurnal Literasi Digital</strong></a> is a scholarly journal published by <strong>Pustaka Digital Indonesia</strong>. The journal publishes research on digital literacy in the context of education, particularly studies that support modern teaching and learning processes. Its primary focus includes the application of educational technology, the development of digital learning content, and data management and digital transformation to improve the quality of education. The journal's scope consists of the following four main areas:</p> <p><img src="https://pusdig.my.id/public/site/images/admin-ojs-liter451/literasi-digital-1-min.png" alt="" width="1525" height="1017" /></p> <ol> <li><strong>Digital Literacy in the Learning Process</strong><br />This area covers studies on the ability of educators and learners to access, understand, and critically utilize digital information. Research topics may include information literacy, evaluation of reliable digital sources, information security and ethics, and the application of digital literacy in adaptive learning strategies.<br /><br /></li> <li><strong>Digital Learning Technologies</strong><br />This area focuses on the use of educational technologies such as Learning Management Systems (LMS), educational applications, interactive media, and artificial intelligence. Research highlights the effectiveness of educational technologies, digital pedagogical innovations, technology integration into the curriculum, and the development of 21st-century skills through the use of educational technology.<br /><br /></li> <li><strong>Digital Learning Content Production and Development</strong><br />This area discusses the design and production of digital learning content, including instructional videos, interactive modules, infographics, and augmented reality (AR) and virtual reality (VR)-based learning materials. Studies cover instructional design principles, user experience, accessibility, and strategies for utilizing digital media to enhance conceptual understanding.<br /><br /></li> <li><strong>Data Management, Evaluation, and Digital Transformation in Education</strong><br />This area examines the use of data and digital systems to support educational evaluation and management, including learning analytics and data-driven decision-making. Research also addresses data security, the implementation of digital services, and digital transformation initiatives aimed at improving the efficiency and quality of educational services.</li> </ol>https://pusdig.my.id/literasi/article/view/1830Peran Literasi Digital Ibu dalam Mencegah Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Dunia Maya2026-08-17T07:42:15+00:00Anggi Nurmalitaangginurmalita47@gmail.comSusmya Mutiara Hatimutiarahatisusmya@gmail.comSiti Resti Despiantirestidespianti12@gmail.comDini Fitriyanidinifitriyani023@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya meningkatkan literasi digital ibu sebagai garda terdepan dalam melindungi anak dari risiko kekerasan dan eksploitasi seksual di dunia maya. Peningkatan aktivitas digital anak-anak di Indonesia telah secara signifikan meningkatkan risiko Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak secara Daring (<em>Online Child Sexual Exploitation and Abuse/OCSEA</em>), yang sering kali diperburuk oleh kurangnya pengawasan orang tua serta kesenjangan literasi digital dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital ibu sebagai mekanisme pencegahan utama terhadap risiko OCSEA di lingkungan keluarga. Dengan menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berdasarkan 20 jurnal akademik, laporan kelembagaan, dan dokumen kebijakan terpilih dari periode 2020–2026, penelitian ini mengevaluasi berbagai dimensi literasi digital ibu serta dinamika pengasuhan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keengganan anak untuk melaporkan ancaman siber sejak dini terutama disebabkan oleh rasa takut terhadap sanksi dari orang tua, rasa malu, dan kekhawatiran perangkat mereka akan disita. Literasi digital ibu yang mencakup dimensi teknis, kognitif, serta sosial-etis mendorong perubahan penting dalam strategi pengasuhan, dari pendekatan pembatasan yang kaku menuju mediasi aktif. Ibu yang memiliki literasi digital yang baik secara proaktif menerapkan pengaturan keamanan digital, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, serta menciptakan rasa aman secara psikologis ketika anak menghadapi bahaya di ruang digital. Namun, efektivitas pengasuhan digital aktif masih menghadapi hambatan struktural akibat kesenjangan digital dan ketimpangan sosial ekonomi di kalangan ibu. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan digital tidak dapat hanya bergantung pada upaya individual seorang ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital ibu dapat mengubah peran ibu dari sekadar konsumen teknologi yang pasif menjadi agen aktif dalam membangun perlindungan siber berbasis keluarga. Pendekatan ini menawarkan strategi pencegahan yang terjangkau dan berpusat pada keluarga untuk mengurangi risiko OCSEA.</p>2026-09-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anggi Nurmalita, Susmya Mutiara Hati, Siti Resti Despianti, Dini Fitriyanihttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1701Dampak Komunitas Digital terhadap Degradasi Moral pada Kelompok Remaja Kota Pekanbaru2026-08-08T07:54:46+00:00Winny Wirdiyantiwinnywirdiyanti@gmail.comDheo Yudha Kusuma dheokusuma10@gmail.comSantoso Santososantoso@umri.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang interaksi sosial remaja melalui berbagai komunitas digital, termasuk komunitas permainan daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keterlibatan remaja dalam komunitas permainan Mobile Legends terhadap perilaku moral mereka di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan remaja yang aktif bermain dan berinteraksi dalam komunitas Mobile Legends di Kota Pekanbaru. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama, yaitu melemahnya empati dan etika sosial, krisis identitas dan pergeseran nilai, kecenderungan kecanduan permainan daring, serta perilaku menyimpang. Temuan tersebut tercermin dalam penggunaan bahasa kasar, perilaku toksik, perundungan, rasisme, konflik, penipuan, penyesuaian perilaku terhadap norma kelompok, serta aktivitas bermain yang berlebihan hingga dapat mengganggu tanggung jawab sehari-hari. Isolasi sosial tidak ditemukan sebagai dampak yang dominan karena para informan tetap memanfaatkan komunitas sebagai ruang untuk berkomunikasi, bekerja sama, memperoleh dukungan sosial, dan berbagi pengalaman. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh komunitas Mobile Legends terhadap perilaku moral remaja di Kota Pekanbaru tidak sepenuhnya negatif, tetapi dipengaruhi oleh kualitas interaksi, norma kelompok, pengendalian emosi, dan kemampuan regulasi diri. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital, etika komunikasi, pengendalian diri, serta pendampingan dari keluarga, sekolah, dan pengelola komunitas untuk mendorong keterlibatan yang lebih bertanggung jawab dalam ruang digital.</p>2026-09-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Winny Wirdiyanti, Dheo Yudha Kusuma , Santoso Santosohttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1139Implementasi Model STEAM Berbantuan TikTok terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Bangun Ruang2026-01-21T03:16:34+00:00Kurratul Ainikurratulaini@upisumenep.ac.idAbdul Wahababdulwahab@upisumenep.ac.idMulyadi Mulyadimulyadi@stkippgrisumenep.ac.idNabilatur Rajanabilaturraja@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini yaitu dikarenakan rendahnya kemampuan komunikasi matematis peserta didik, terutama pada materi bangun ruang yang bersifat abstrak, menuntut adanya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, integrasi model STEAM dengan media digital seperti TikTok diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan dan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran STEAM berbantuan TikTok terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII MTs. Nurul Hidayah Bluto, khususnya materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, dengan triangulasi teknik untuk validasi. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STEAM berbantuan TikTok efektif dalam membantu subjek dengan kemampuan matematis sedang hingga tinggi menunjukkan kemampuan yang baik dalam menjelaskan proses penyelesaian soal bangun ruang menggunakan bahasa mereka sendiri. Penerapan model pembelajaran STEAM berbantuan aplikasi TikTok membantu peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Hidayah Bluto dalam memahami konsep luas permukaan dan volume kubus serta mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Kedua subjek penelitian, yaitu RS (kemampuan sedang) dan NMR (kemampuan tinggi), mampu mengemukakan ide dan menjelaskan langkah penyelesaian secara runtut. Namun, terdapat perbedaan dalam penyelesaian-nya; siswa dengan kemampuan sedang cenderung mengandalkan ingatan dan rumus, sementara siswa dengan kemampuan tinggi berpikir lebih sistematis dan terstruktur dalam pemecahan masalah.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kurratul Aini, Abdul Wahab, Mulyadi Mulyadi, Nabilatur Rajahttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1199Peran Sekolah dalam Pengembangan Literasi Digital Remaja terhadap Penyebaran Berita Hoaks2026-03-30T12:51:26+00:00St Nuralisa105841108123@student.unismuh.ac.idEla Lestarielalestari664@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini adalah meningkatnya penyebaran berita hoaks di kalangan remaja di era digital yang menuntut peran strategis sekolah dalam mengembangkan literasi digital sebagai upaya membentuk kemampuan berpikir kritis dan mencegah dampak negatif informasi yang tidak valid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah dalam pengembangan literasi digital remaja dalam menghadapi penyebaran berita hoaks. Pesatnya perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas akses informasi di kalangan remaja, namun tidak selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan strategis melalui integrasi literasi digital dalam pembelajaran, pembiasaan berpikir kritis terhadap informasi digital, serta penguatan etika bermedia. Pengembangan literasi digital berbasis sekolah berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan remaja untuk mengenali, memverifikasi, dan menyikapi berita hoaks secara bijak. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membangun ketahanan remaja terhadap misinformasi di era digital.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 St Nuralisa, Ela Lestarihttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1235The Influence of Video Learning Media to Increase Student’s Interest In Reading at Pusaka Abadi High School Students Jakarta2026-03-30T13:11:32+00:00Maria Enilia TaiMariaeniliatai@gmail.comMira ErmitaMariaeniliatai@gmail.comSubadar SubadarMariaeniliatai@gmail.com<p>This study aims to examine the effect of video-based instructional media on increasing reading interest among senior high school students. The study is grounded in the problem of low student reading interest in the digital era, where learners tend to be more attracted to visual content than written texts. This research employed a quasi-experimental design, the Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of 72 tenth-grade students at Pusaka Abadi High School, Jakarta, divided into two groups: Class X-A as the experimental group (36 students), which received instruction using video-based learning media, and Class X-B as the control group (36 students), which received conventional learning. Data were collected using a reading-interest questionnaire administered before and after treatment. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics. Descriptive analysis included frequency distribution tables, histograms, and stem-and-leaf plots, while inferential analysis employed the t-test and ANCOVA to examine differences in students’ reading interest before and after the treatment. The findings showed that the experimental group experienced a greater increase in reading interest than the control group. The mean score of the experimental group increased from [pretest mean] to [posttest mean], while the control group increased from [pretest mean] to [posttest mean]. The statistical analysis indicated a significant difference between the two groups, as shown by the t-test result of [t-value], p = [p-value], and the ANCOVA result of [F-value], p = [p-value]. These results indicate that video-based instructional media were more effective than conventional learning in improving students’ reading interest. In conclusion, video-based instructional media can be considered an effective strategy for fostering reading interest among senior high school students. This study is expected to contribute theoretically to the development of educational research and practically to assist teachers and schools in selecting learning media appropriate for the characteristics of today’s learners.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Maria Enilia Tai, Mira Ermita, Subadar Subadarhttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1276Students' Interaction With Mathematical Content in an Informatics Logic Course: A Gadamerian Hermeneutic Phenomenology Study2026-04-04T08:46:50+00:00Murniati Murniatimurniaticokro@uncp.ac.idDian Pramana Putradianpramana@unismuh.ac.id<p>Informatics logic is foundational for computational thinking, yet students often experience its symbols and formal structures as abstract and disconnected from everyday reasoning. This issue is urgent in higher education, particularly in Informatics Engineering programs, where limited understanding of logic can hinder the development of essential problem-solving skills in the digital era. Therefore, this study aimed to explore the essence of students' interaction with mathematical content in an Informatics Logic course through Gadamerian hermeneutic phenomenology. The study was conducted at Universitas Cokroaminoto Palopo, Indonesia, involving five Informatics Engineering students selected purposively to represent diverse academic backgrounds. Data were collected through in-depth interviews, written reflections, participatory observation, and learning documents. Analysis followed a cyclic process of repeated reading, initial noting, emergent theme development, within-case interpretation, and cross-case synthesis in line with the hermeneutic circle. Four themes emerged. First, students perceived logical symbols as a “foreign language,” leading to confusion and alienation. Second, they constructed interpretive bridges using analogies and everyday language. Third, they experienced meaning conflicts when intuition contradicted formal logical rules, especially in implication and equivalence. Fourth, some reached “aha” moments, reflecting a fusion of horizons and deeper understanding. The findings indicate that learning informatics logic is a dialogic and interpretive process shaped by prior understanding, language, and reflection rather than a linear transfer of rules. This study implies that instruction should integrate dialogic, contextual, and reflective approaches. It also highlights the need for curriculum designs that connect formal logic with students’ everyday reasoning to enhance conceptual understanding and reduce cognitive barriers.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Murniati Murniati, Dian Pramana Putrahttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1316Meta-Analisis Pengaruh Project Based Learning Berbantuan Media Digital Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa2026-04-21T02:07:42+00:00Nurjanah Nurjanahnurjanah5703@student.unri.ac.idNur Adilah Pulungannur.adilah1119@student.unri.ac.idAde Irma Syahwaniade.irma6956@student.unri.ic.idYulianti Aulia Hamdayulianti.aulia6953@student.unri.ac.idSri Wulandarisri.wulandari@lecturer.unri.ac.idDodi Dwi Risaundidodidwirisaundi@lecturer.unri.ac.id<p>Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan bukti empiris yang komprehensif mengenai efektivitas Project Based Learning berbantuan media digital interaktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di tengah tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran biologi untuk menghadapi tuntutan abad ke-21, namun pembelajaran yang masih berpusat pada guru cenderung membatasi pengembangan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan meta-analisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode meta-analisis, dengan populasi berupa artikel ilmiah terkait penerapan PjBL dalam pembelajaran biologi dan sampel sebanyak 20 artikel yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi (relevansi variabel, data kuantitatif, dan rentang tahun 2020–2025). Instrumen yang digunakan adalah lembar <em>coding data</em> untuk mengidentifikasi karakteristik penelitian dan data statistik, teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dan analisis data menggunakan perhitungan <em>effect size</em> (Cohen’s d) serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif dengan nilai <em>effect size</em> berada pada kategori sedang hingga besar (ES > 0,2 hingga ? 0,8), dengan beberapa studi menunjukkan nilai tinggi seperti 1,67; 1,21; dan 1,10. Sebanyak 75% penelitian menggunakan desain quasi experiment dan 65% dilakukan pada jenjang SMA, serta materi yang digunakan beragam, terutama materi kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL efektif meningkatkan indikator berpikir kreatif seperti <em>fluency, flexibility, originality,</em> dan <em>elaboration</em>. Implikasi penelitian ini adalah guru biologi disarankan menerapkan PjBL berbasis proyek kontekstual dan kolaboratif serta memanfaatkan media digital untuk mengoptimalkan kreativitas siswa secara lebih efektif dan terarah.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurjanah Nurjanah, Nur Adilah Pulungan, Ade Irma Syahwani, Yulianti Aulia Hamda, Sri Wulandari, Dodi Dwi Risaundihttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1363The Effect of Using Chat Gpt on Writing Ability in EFL Classroom2026-05-04T15:22:39+00:00Siti Mala Nurfaisya231230068.sitimala@uinbanten.ac.idSalsabila Fitriyani231230079.salsabila@uinbanten.ac.idSiti Juliana Sari231230084.sitijuliana@uinbanten.ac.idNaf’an Tarihorannafan.tarihoran@uinbanten.ac.id<p>This study investigates the effect of using ChatGPT on students’ writing ability in English as a Foreign Language (EFL) classrooms. The purpose of the research is to examine how ChatGPT supports learners in organizing ideas, improving grammar, and enhancing overall writing performance. A quantitative research design was employed, involving 100 university students as participants. Data were collected through writing tests and questionnaires, with the latter using a Likert-scale format to capture students’ perceptions of ChatGPT in their writing process. The findings reveal that ChatGPT positively influenced students’ writing skills, particularly in grammatical accuracy, vocabulary development, and text organization. Students reported increased confidence and reduced difficulties in completing writing assignments, supported by immediate feedback and idea generation provided by the tool. Statistical analysis showed significant improvement in writing scores, with post-test results indicating notable progress compared to pre-test results. In conclusion, ChatGPT serves as an effective supplementary tool in EFL writing instruction, fostering student engagement and efficiency. However, teacher guidance remains essential to ensure balanced learning and prevent overreliance on AI assistance. The implications suggest that integrating ChatGPT into writing pedagogy can enhance language learning outcomes while maintaining critical thinking development.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Mala Nurfaisya, Salsabila Fitriyani, Siti Juliana Sari, Naf’an Tarihoranhttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1385Integrasi Prinsip Manajemen Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa2026-05-10T12:51:27+00:00Nadziratul Ulyaulyanadzira@gmail.comYuniar Mughayyirahyuniarmughayyirah@unibamadura.ac.idNeng Dyah Surya Pratamanengdyahsuryapratama@gmail.comMelly Dwi Desvitamellydesvita@gmail.comDewi Yantidewiyanti.spd01@gmail.com<p>Urgensi peningkatan keterampilan berpikir kritis di era digital menuntut inovasi pembelajaran fisika yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengelolaan proses belajar yang efektif melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi prinsip manajemen berbasis teknologi dalam pembelajaran fisika guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental melalui model pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran fisika, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan integrasi prinsip manajemen berbasis teknologi dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis, lembar observasi, dan angket respon mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial untuk mengetahui perbedaan peningkatan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis teknologi mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa secara signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi prinsip manajemen berbasis teknologi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di perguruan tinggi. Oleh karena itu, disarankan bagi pendidik untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan menerapkan prinsip manajemen secara sistematis dalam proses pembelajaran guna mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nadziratul Ulya, Yuniar Mughayyirah, Neng Dyah Surya Pratama, Melly Dwi Desvita, Dewi Yantihttps://pusdig.my.id/literasi/article/view/1452Academic Writing in the AI Era: Students’ Experiences and Challenges Using ChatGPT2026-06-26T09:29:29+00:00Abdul Rahmanammanyuyu54@gmail.com<p>The emergence of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed academic writing practices in higher education. Among various AI-based technologies, ChatGPT has become one of the most widely used tools by university students to assist writing activities such as generating ideas, paraphrasing, summarizing, and improving grammatical accuracy. While ChatGPT offers various academic benefits, its use also raises concerns regarding students’ critical thinking, academic integrity, and overreliance on AI-generated content. This study aims to explore students’ experiences and challenges in using ChatGPT for academic writing in higher education. The study employed a qualitative descriptive design involving university students who actively used ChatGPT in their academic writing activities. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings revealed that students perceived ChatGPT as a helpful academic assistant that improved writing efficiency, vocabulary development, idea organization, and language accuracy. However, students also experienced several challenges, including dependency on AI tools, inaccurate information, reduced critical engagement, and ethical concerns related to plagiarism and originality. The study highlights the importance of integrating AI literacy and ethical guidance into academic writing instruction in higher education. The findings contribute to the growing discussion on the role of AI in education and provide pedagogical insights for lecturers and institutions in responding to the rapid development of AI-assisted learning environments.</p>2026-08-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Abdul Rahman