Strategi Manajemen Risiko untuk Meminimalisir Penurunan Minat Anggota dalam Pembiayaan: Studi Kasus pada KSPPS BMT PDHI Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.703Keywords:
Manajemen Risiko, Meminimalisir Penurunan Minat, Pembiayaan, KSPPS BMT PDHIAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat anggota terhadap pembiayaan yang menjadi tantangan serius bagi koperasi syariah karena dapat mengganggu fungsi intermediasi dan menurunkan efisiensi pemanfaatan dana yang telah dihimpun. Kondisi ini dialami oleh KSPPS BMT PDHI Yogyakarta, di mana terdapat ketidakseimbangan signifikan antara dana yang dihimpun dan yang disalurkan melalui pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi manajemen risiko yang diterapkan oleh KSPPS BMT PDHI Yogyakarta dalam merespons rendahnya minat anggota terhadap pembiayaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, Subjek penelitian terdiri dari pihak internal BMT PDHI. Penelitian dilaksanakan di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT PDHI Yogyakarta, yang berlokasi di Kota Yogyakarta. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan intrumen wawancara berupa pertanyaan terkait penelitian. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan Subjek penelitian terdiri dari pihak internal BMT PDHI asurus dan analisis dokumen seperti laporan keuangan serta program kerja lembaga Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan induktif. Hasil temuan menunjukkan bahwa upaya strategis yang dilakukan meliputi peningkatan literasi keuangan syariah kepada anggota, penyederhanaan prosedur pengajuan pembiayaan, serta penerapan pendekatan personal untuk membangun kedekatan dan kepercayaan. Meskipun demikian, strategi yang dijalankan masih bersifat sementara dan belum didukung oleh pemetaan berbasis data perilaku anggota, sehingga efektivitasnya terbatas. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan sistem informasi anggota dan pengumpulan data berkala guna menyusun strategi yang lebih tepat sasaran. Strategi yang bersifat proaktif dan berbasis data diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi anggota dalam pembiayaan, serta menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan penyaluran dana. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam penguatan manajemen risiko koperasi syariah dan dapat dijadikan acuan dalam perbaikan kebijakan operasional di masa mendatang.
References
Aini, A. (2022). Pengaruh Pengetahuan, Kualitas Pelayanan dan Religiusitas Terhadap Keputusan Menjadi Anggota Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). Journal of Comprehensive Islamic Studies, 1(1), 83-106. https://doi.org/10.56436/jocis.v1i1.61
Al-Amin, A. A., Andespa, W., & Bashir, H. (2022). Peran Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Sidogiri Unit Cabang Sui Kunyit Terhadap Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil di Desa Sui Kunyit Hulu. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(06), 1214-1227.
Amalia, A. N. (2022). The conditions of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) in Indonesia: A literature review. Paradigma, 19(1), 1-8. https://doi.org/10.33558/paradigma.v19i1.3246
Amri, H. (2018). Membangun Kesadaran Masyarakat Pinggiran Melalui Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). Islamic Banking: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 4(1), 11-22. https://doi.org/10.36908/isbank.v4i1.51
Bariroh, A. (2023). Strategi Baitul Maal Wa Tamwil dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Istithmar, 7(1), 23-33. https://doi.org/10.30762/istithmar.v7i1.205
Hidayanti, W., Kirana, H. J., Yustitia, A. M., Widyaningrum, H., Tulasmi, T., & Mukti, T. (2021). Studi Kasus Penanganan Pembiayaan Bermasalah di Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Hubbul Wathon pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 333-340. https://doi.org/10.29040/jiei.v7i1.1771
Hidayat, S. (2018). Persepsi Masyarakat Terhadap Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Al-Uqud: Journal of Islamic Economics, 2(2), 198-212. https://doi.org/10.26740/al-uqud.v2n2.p198-212
Jayengsari, R., & Husaeni, U. A. (2021). the Role of Baitul Maal Wa Tamwil in Alleviating Poverty in Cianjur Regency, West Java. Amwaluna: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 5(1), 56-66. https://doi.org/10.29313/amwaluna.v5i1.6686
Mashuri, M. (2016). Peran Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 5(2), 114-123.
Melina, F. (2020). Pembiayaan Murabahah Di Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt). Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance, 3(2), 269-280. https://doi.org/10.25299/jtb.2020.vol3(2).5878
Novitasari, T. (2019). Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Pengawasan Lembaga Baitul Maal wa Tamwil (BMT): Studi Kasus BMT Global Insani. Undang: Jurnal Hukum, 2(1), 119-145. https://doi.org/10.22437/ujh.2.1.119-145
Prasetya, R. A., & Herianingrum, S. (2016). Peranan Baitul Maal Wa Tamwil Meningkatkan Usaha Mikro Melalui Pembiayaan Mudharabah. Jurnal Syarikah: Jurnal Ekonomi Islam, 2(2). https://doi.org/10.30997/jsei.v2i2.286
Siraj, M. A., Riyadi, A. H., Sheik, A. A., Jama, A. A., & Redzuan, N. H. (2021). Potential solutions to financing problems among the poor: a case of Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) in Indonesia. Journal of Islamic Finance, 10(2), 26-37. https://doi.org/10.31436/jif.v10i2.594
Solekha, Y., Murdianah, A. Q., Lestari, N. S., & Asytuti, R. (2021). Baitul Maal Wa Tamwil Sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah Pemberdaya Ekonomi Umat (Konsep Dan Teori). Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking, 1(1), 44-58. https://doi.org/10.28918/velocity.v1i1.3647
Solihin, M. K., & Basuki, A. (2023). Peran Model Kepemimpinan Karismatik Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan (Studi Pada Baitul Mal Wa Tamwil (Bmt) Muamalah Tulungagung). Wadiah, 7(1), 56-74. https://doi.org/10.30762/wadiah.v7i1.309
Sudjana, K., & Rizkison, R. (2020). Peran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dalam mewujudkan ekonomi syariah yang kompetitif. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(2), 175-194. https://doi.org/10.29040/jiei.v6i2.1086
Tanjung, M., & Novizas, A. (2018). Eksistensi Baitul Mal Wa Tamwil (Bmt) Dalam Perekonomian Islam. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 3(1), 27-35. https://doi.org/10.36722/jmih.v3i1.749
Uniba, F. H., & Nourma Dewi, S. H. (2017). Regulasi keberadaan baitul maal wat tamwil (bmt) dalam sistem perekonomian di indonesia. Serambi Hukum, 11(01), 96-110.
Wulandari, P. (2019). Enhancing the role of Baitul Maal in giving Qardhul Hassan financing to the poor at the bottom of the economic pyramid: Case study of Baitul Maal wa Tamwil in Indonesia. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 10(3), 382-391. https://doi.org/10.1108/JIABR-01-2017-0005
Wulandari, P., & Kassim, S. (2016). Issues and challenges in financing the poor: case of Baitul Maal Wa Tamwil in Indonesia. International journal of bank marketing, 34(2), 216-234. https://doi.org/10.1108/IJBM-01-2015-0007
Yaqin, A. (2021). Fungsi sosial baitul maal wa tamwil (BMT) pasca UU no 1 tahun 2013 tentang lembaga keuangan mikro. Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 3(2), 146-163. https://doi.org/10.24090/mabsya.v3i2.5597
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Haninah Haninah, Aulia Astabiwara, Ikfina Ishma Kamila, Darmawan Darmawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







