Peran E-Budgeting dalam Meningkatkan Transparansi dan Monitoring Keuangan Publik di Surabaya

Authors

  • Annisa Rahmawati Universitas Negeri Surabaya
  • Zahwa Laudia Mysah Universitas Negeri Surabaya
  • Ravienda Anita Fitrie Universitas Negeri Surabaya
  • Eva Hany Fanidah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.54065/jss.6.3.2026.1443

Keywords:

E-Budgeting, Keuangan Publik, Monitoring, Surabaya, Transparansi

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas penerapan e-budgeting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan keuangan publik guna mencegah penyimpangan anggaran serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang partisipatif di Kota Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji peran strategis sistem e-budgeting dalam memperkuat transparansi serta efektivitas pengawasan keuangan publik di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai pelopor penerapan konsep smart city di Indonesia, Surabaya telah menyatukan sistem perencanaan dan penganggaran untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisis isi web (web content analysis) terhadap portal resmi pemerintah, seperti situs BPKAD dan portal Open Data Surabaya. Temuan penelitian mengungkap bahwa penerapan e-budgeting secara nyata telah memajukan transparansi proaktif lewat publikasi dokumen anggaran yang rutin di ranah daring. Dari sisi teknis, fitur locking system dan audit trail pada sistem e-budgeting terbukti ampuh sebagai alat pengawasan internal yang dapat menghalangi campur tangan ilegal serta mengurangi risiko manipulasi anggaran atau timbulnya dana tidak resmi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan kendala utama terkait kualitas data, yakni kecenderungan publikasi dokumen dalam format statis (PDF) yang menghambat aksesibilitas data terbuka bagi masyarakat guna melakukan analisis secara independen. Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan masih bersifat reaktif akibat minimnya fitur interaktif pada sistem tersebut. Secara keseluruhan, walaupun e-budgeting berhasil mengurangi kesenjangan informasi birokrasi, diperlukan penguatan transparansi partisipatif melalui penyediaan format data yang dapat dibaca mesin serta pengembangan dasbor publik. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring keuangan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan anggaran daerah secara lebih terbuka dan berkelanjutan.

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas penerapan e-budgeting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan keuangan publik guna mencegah penyimpangan anggaran serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang partisipatif di Kota Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji peran strategis sistem e-budgeting dalam memperkuat transparansi serta efektivitas pengawasan keuangan publik di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai pelopor penerapan konsep smart city di Indonesia, Surabaya telah menyatukan sistem perencanaan dan penganggaran untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisis isi web (web content analysis) terhadap portal resmi pemerintah, seperti situs BPKAD dan portal Open Data Surabaya. Temuan penelitian mengungkap bahwa penerapan e-budgeting secara nyata telah memajukan transparansi proaktif lewat publikasi dokumen anggaran yang rutin di ranah daring. Dari sisi teknis, fitur locking system dan audit trail pada sistem e-budgeting terbukti ampuh sebagai alat pengawasan internal yang dapat menghalangi campur tangan ilegal serta mengurangi risiko manipulasi anggaran atau timbulnya dana tidak resmi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan kendala utama terkait kualitas data, yakni kecenderungan publikasi dokumen dalam format statis (PDF) yang menghambat aksesibilitas data terbuka bagi masyarakat guna melakukan analisis secara independen. Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan masih bersifat reaktif akibat minimnya fitur interaktif pada sistem tersebut. Secara keseluruhan, walaupun e-budgeting berhasil mengurangi kesenjangan informasi birokrasi, diperlukan penguatan transparansi partisipatif melalui penyediaan format data yang dapat dibaca mesin serta pengembangan dasbor publik. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring keuangan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan anggaran daerah secara lebih terbuka dan berkelanjutan.

References

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Handayani, R. (2021). Integrasi sistem informasi keuangan daerah dalam meningkatkan efektivitas pengawasan anggaran pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Publik, 17(2), 145–158. https://doi.org/10.20473/jap.v17i2.2021.145-158

Jufry, M. F. (2023). The role of government public relations (Humas Pemerintah) in establishing a positive government reputation at the South Sulawesi Provincial Governor's Office. INCOME Journal of Economics Development, 3(2), 36–42. https://doi.org/10.54065/ijed.3.2.2023.171

Kurniawan, B. (2023). Dinamika partisipasi publik dalam e-government di Indonesia: Antara retorika dan realitas. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 15(2), 112–128. https://doi.org/10.47268/sasi.v29i4.1693

Lestari, P. (2024). Pengawasan partisipatif masyarakat dalam ekosistem smart city: Tantangan dan peluang akuntabilitas digital. Jurnal Kebijakan Publik Digital, 12(1), 78–95.

Mahmudi. (2019). Manajemen kinerja sektor publik (3rd ed.). UPP STIM YKPN.

Muda, I., Wardayani, D. Y., & Dharma, I. M. (2017). The influence of e-budgeting on the quality of local government financial reports. International Journal of Applied Business and Economic Research, 15(20), 225–239.

Nugroho, R., & Pratama, A. (2023). The effect of e-government and transparency of regional budget management on the level of corruption in provincial government in Indonesia. International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship, 3(3), 853–866. https://doi.org/10.53067/ije3.v3i3.212

Pratama, A. P., & Mahendra, D. (2021). Evaluasi transparansi informasi keuangan daerah berbasis website pada pemerintah kota/kabupaten. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 7(2), 189–205. https://doi.org/10.28986/jtaken.v7i2.668

Prayoga, F. M., & Yuhertiana, I. (2021). Studi literatur faktor yang mempengaruhi implementasi e-budgeting dalam sektor publik. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 5(2), 68–79. https://doi.org/10.26740/jpsi.v5n2.p68-79

Prayoga, M., & Yuhertiana, I. (2021). Implementasi e-budgeting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 12(3), 567–580. https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2021.12.3.32

Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2023). Smart city governance: Lesson learned from Surabaya’s e-budgeting integration. Journal of Public Administration and Local Governance, 7(1), 45–59. https://doi.org/10.31002/jpalg.v7i1.6543

Ramadhan, A. F. (2025). Open government dan transparansi fiskal berbasis digital di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 10(1), 44–57. https://doi.org/10.21043/jkpi.v10i1.2025

Ramadhan, G. S., Magribi, S. A., & Fanida, E. H. (2025). Evaluasi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan serta optimalisasi sumber pendanaan di Kota Surabaya. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(2), 1–15. https://doi.org/10.9963/s0rskf87

Saputra, D., & Hidayat, H. (2022). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah melalui implementasi e-budgeting pada Pemerintah Kota Surabaya. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(2), 145–162. https://doi.org/10.9744/jak.10.2.145-162

Saputra, D., & Lestari, N. (2022). Transparansi informasi publik melalui digitalisasi keuangan daerah berbasis e-government. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 15(1), 77–89. https://doi.org/10.24905/jip.v15i1.2022

Sari, K. (2023). Transformasi digital dan kepemimpinan organisasi di sektor publik. Jurnal Inovasi Sektor Publik, 14(1), 88–104.

Setiawan, D., & Hidayat, E. (2022). Open data pemerintah daerah: Analisis ketersediaan dan kualitas data keuangan. Jurnal Sistem Informasi Pemerintahan, 4(1), 22–38. https://doi.org/10.33701/jsip.v4i1.2456

Setiawan, M. R. (2022). Transparansi fiskal dan keterbukaan data pemerintah daerah dalam era digital. Jurnal Governance dan Kebijakan Publik, 9(2), 98–110. https://doi.org/10.18196/jgkp.v9i2.14987

Susanti, N., & Hartono, U. (2022). Analisis penerapan e-budgeting terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Publik, 5(3), 211–225. https://doi.org/10.31092/jakp.v5i3.1784

Wahyudi, I., Santoso, P., & Hidayat, T. (2020). Sistem informasi akuntabilitas sektor publik. Alfabeta.

Wibawa, A. P. (2021). Transformasi digital birokrasi melalui implementasi SPBE dan e-budgeting di pemerintah daerah. Jurnal Bina Praja, 13(3), 421–432. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.421-432

Wibawa, A., Santika, B., & Hidayat, L. (2021). Efektivitas transformasi digital dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah: Studi kasus implementasi SPBE di Kota Surabaya. Jurnal Inovasi Aparatur, 9(3), 210–228. https://doi.org/10.31113/jia.v9i3.789

Published

2026-07-05

How to Cite

Rahmawati, A., Mysah , Z. L. ., Fitrie , R. A. ., & Fanidah , E. H. . (2026). Peran E-Budgeting dalam Meningkatkan Transparansi dan Monitoring Keuangan Publik di Surabaya. Journal Social Society, 6(3), 2471–2480. https://doi.org/10.54065/jss.6.3.2026.1443

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.