Dinamika Konflik antara Pedagang Kaki Lima dan Pemerintah Kota dalam Penataan Kawasan Gembong Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.54065/jss.6.3.2026.1401Keywords:
Pedagang Kaki Lima, Konflik Perkotaan, Manajemen Konflik, Kawasan Gembong, Tata Kelola KolaboratifAbstract
Urgensi penelitian ini adalah untuk memahami dinamika konflik PKL dan pemerintah kota guna merumuskan strategi penataan kawasan yang adil, kolaboratif, serta mendukung keberlanjutan ekonomi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan dinamika konflik, memetakan kepentingan setiap aktor yang terlibat, serta menganalisis strategi manajemen konflik yang diterapkan oleh kedua pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif dengan menerapkan kerangka model mode konflik Thomas-Kilmann untuk menganalisis strategi konflik serta pendekatan negosiasi berbasis kepentingan Fisher untuk memetakan kepentingan para aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik bersifat siklus dan terus berulang, yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: keterbatasan lokasi alternatif yang layak secara ekonomi, kebijakan yang lebih mengutamakan penertiban dibandingkan pemberdayaan, serta tidak adanya forum dialog yang adil antara pemerintah, PKL, dan masyarakat. Pemerintah kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) cenderung menerapkan strategi kompetitif dan bersifat top-down, sedangkan PKL bergantian menggunakan strategi menghindar dan kompromi. Pendekatan kolaboratif, yang sebenarnya paling efektif untuk mencapai penyelesaian jangka panjang, belum diterapkan oleh kedua belah pihak. Implikasi teoritis dari penelitian ini terletak pada pembuktian relevansi integrasi model Thomas-Kilmann dengan pendekatan negosiasi berbasis kepentingan dalam menganalisis konflik sektor informal perkotaan. Secara praktis, hasil penelitian menekankan perlunya pergeseran tata kelola perkotaan dari pendekatan yang berorientasi pada penegakan aturan menuju pendekatan berbasis pemberdayaan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum tripartit permanen yang melibatkan pemerintah kota, asosiasi pedagang kaki lima, dan perwakilan masyarakat; pelaksanaan kajian kelayakan ekonomi sebelum pengambilan keputusan relokasi; serta transformasi regulasi tata ruang menuju model pemberdayaan berbasis zonasi. Kesimpulannya, penyelesaian konflik PKL di kawasan Gembong Asih membutuhkan pendekatan tata kelola kolaboratif yang mengakui PKL sebagai aktor ekonomi perkotaan yang sah serta mengintegrasikan kepentingan mereka ke dalam proses perumusan kebijakan.
References
Aotama, R. C., & Klavert, D. R. H. (2021). Dampak sosial relokasi pedagang kaki lima di kawasan wisata kuliner Kota Tomohon. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 18(1), 1–9. https://doi.org/10.21831/socia.v18i1.37719
Badan Pusat Statistik. (2020). Persentase penduduk daerah perkotaan hasil proyeksi penduduk menurut provinsi, 2015–2035. BPS.
Cantika, A. B. M., & Eprilianto, D. F. (2024). Collaborative Governance dalam Relokasi Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus ada Sentra Digital Ketintang (Sdk) Telkom Ketintang). Publika, 182-197. https://doi.org/10.26740/publika.v12n1.p182-197
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Fisher, R., Ury, W., & Patton, B. (1991). Getting to yes: Negotiating agreement without giving in (2nd ed.). Houghton Mifflin.
Herliana. (2025). Manajemen konflik penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Samarinda. eJournal Pemerintahan Integratif, 12(2), 162–174.
Hidayati, I. (2021). Urbanisasi dan dampak sosial di kota besar Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(2), 212–221. https://doi.org/10.23887/jiis.v7i2.40517
Indahri, Y. (2017). Tantangan pengelolaan penduduk di Kota Surabaya. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v8i1.1251
Lestari, Y., Redjo, S. I., & Yuningsih, N. Y. (2025). Implementation of Policy for Arranging Street Vendors in Singkawang City. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4425-4434. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2182
Lutfiana, A. N., & Rahaju, T. (2022). Dampak Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Gembong Kota Surabaya. Publika, 381-390. https://doi.org/10.26740/publika.v10n2.p381-390
Mastory, B., Kamaruddin, S. A., & Awaru, A. O. T. (2025). Dinamika Sosial di Perbatasan: Adaptasi Masyarakat Sebatik dalam Arus Urbanisasi. Journal Social Society, 5(1), 46–55. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.612
Maya, M. D. S., & Harianto, S. (2023). Dehumanisasi penertiban Satpol PP pada pedagang kaki lima: Studi di kawasan Gembong Asih Kota Surabaya. Jurnal Neo Societal, 8(2), 121–130. https://doi.org/10.52423/jns.v8i2.4
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Octaviani, S. L., & Puspitasari, A. Y. (2021). Studi literatur: Penataan dan pemberdayaan sektor informal: Pedagang kaki lima. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 130–146. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19991
Rahayu, N. W. I., Sawir, M., Melawati, F., & Mu'is, A. (2025). The public space Paradox: Balancing governance and street vending in urban Indonesia. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101559. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.101559
Rahmah, H. A., Tamamudin, T., & Sadali, A. (2025). Analisis Proyeksi Tingkat Pengangguran Terbuka di 38 Provinsi Periode 2021-2025. Journal Social Society, 5(1), 241–259. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.674
Rohman, M. R. A., & Prathama, A. (2023). Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima Di Wilayah Museum Tugu Pahlawan Kota Surabaya (Studi Pada Dinas Koperasi Dan Umkm Kota Surabaya). Irpia: Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan, 31-41. https://doi.org/10.71040/irpia.v8i7.236
Sa’adah, L., & Wicoro, A. (2022). Dampak Relokasi Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Jombang:(Studi Kasus Pedagang Kaki Lima Di Jalan Dr. Soetomo Dan Jalan Kusuma Bangsa). Economicus: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 12(2), 90-99. https://doi.org/10.47860/economicus.v12i2.54
Shell, G. R. (2001). Bargaining styles and negotiation: The Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument in negotiation training. Negotiation Journal, 17(2), 155–174. https://doi.org/10.1023/A:1013280109471
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Tjahyadi, B. N. (2024). Pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima dalam upaya relokasi penataan di kawasan Gembong Asih Kota Surabaya. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 4(5), 1–9. https://doi.org/10.69957/praob.v4i05.1626
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971
Zakaria, M., Setiawati, I. E., & Kadarusman, S. D. (2025). Collaborative Governance dalam Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Pasar Kordon Kota Bandung. Jipolis: Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, 2(1).
Aotama, R. C., & Klavert, D. R. H. (2021). Dampak sosial relokasi pedagang kaki lima di kawasan wisata kuliner Kota Tomohon. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 18(1), 1–9. https://doi.org/10.21831/socia.v18i1.37719
Badan Pusat Statistik. (2020). Persentase penduduk daerah perkotaan hasil proyeksi penduduk menurut provinsi, 2015–2035. BPS.
Cantika, A. B. M., & Eprilianto, D. F. (2024). Collaborative Governance dalam Relokasi Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus ada Sentra Digital Ketintang (Sdk) Telkom Ketintang). Publika, 182-197. https://doi.org/10.26740/publika.v12n1.p182-197
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Fisher, R., Ury, W., & Patton, B. (1991). Getting to yes: Negotiating agreement without giving in (2nd ed.). Houghton Mifflin.
Herliana. (2025). Manajemen konflik penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Samarinda. eJournal Pemerintahan Integratif, 12(2), 162–174.
Hidayati, I. (2021). Urbanisasi dan dampak sosial di kota besar Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(2), 212–221. https://doi.org/10.23887/jiis.v7i2.40517
Indahri, Y. (2017). Tantangan pengelolaan penduduk di Kota Surabaya. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v8i1.1251
Lestari, Y., Redjo, S. I., & Yuningsih, N. Y. (2025). Implementation of Policy for Arranging Street Vendors in Singkawang City. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4425-4434. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2182
Lutfiana, A. N., & Rahaju, T. (2022). Dampak Penataan Pedagang Kaki Lima Di Kawasan Gembong Kota Surabaya. Publika, 381-390. https://doi.org/10.26740/publika.v10n2.p381-390
Mastory, B., Kamaruddin, S. A., & Awaru, A. O. T. (2025). Dinamika Sosial di Perbatasan: Adaptasi Masyarakat Sebatik dalam Arus Urbanisasi. Journal Social Society, 5(1), 46–55. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.612
Maya, M. D. S., & Harianto, S. (2023). Dehumanisasi penertiban Satpol PP pada pedagang kaki lima: Studi di kawasan Gembong Asih Kota Surabaya. Jurnal Neo Societal, 8(2), 121–130. https://doi.org/10.52423/jns.v8i2.4
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Octaviani, S. L., & Puspitasari, A. Y. (2021). Studi literatur: Penataan dan pemberdayaan sektor informal: Pedagang kaki lima. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 130–146. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19991
Rahayu, N. W. I., Sawir, M., Melawati, F., & Mu'is, A. (2025). The public space Paradox: Balancing governance and street vending in urban Indonesia. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101559. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.101559
Rahmah, H. A., Tamamudin, T., & Sadali, A. (2025). Analisis Proyeksi Tingkat Pengangguran Terbuka di 38 Provinsi Periode 2021-2025. Journal Social Society, 5(1), 241–259. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.674
Rohman, M. R. A., & Prathama, A. (2023). Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima Di Wilayah Museum Tugu Pahlawan Kota Surabaya (Studi Pada Dinas Koperasi Dan Umkm Kota Surabaya). Irpia: Jurnal Ilmiah Riset dan Pengembangan, 31-41. https://doi.org/10.71040/irpia.v8i7.236
Sa’adah, L., & Wicoro, A. (2022). Dampak Relokasi Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Jombang:(Studi Kasus Pedagang Kaki Lima Di Jalan Dr. Soetomo Dan Jalan Kusuma Bangsa). Economicus: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 12(2), 90-99. https://doi.org/10.47860/economicus.v12i2.54
Shell, G. R. (2001). Bargaining styles and negotiation: The Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument in negotiation training. Negotiation Journal, 17(2), 155–174. https://doi.org/10.1023/A:1013280109471
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Tjahyadi, B. N. (2024). Pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima dalam upaya relokasi penataan di kawasan Gembong Asih Kota Surabaya. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 4(5), 1–9. https://doi.org/10.69957/praob.v4i05.1626
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971
Zakaria, M., Setiawati, I. E., & Kadarusman, S. D. (2025). Collaborative Governance dalam Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Pasar Kordon Kota Bandung. Jipolis: Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, 2(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angelina Nurmita Amira, Zaskia Naurah Salsabila A. S., Eldaffa Zulano Alya, Farage Alena, Revienda Anita Fitrie , Nuh Krama Hadianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







