Modal Sosial dalam Adaptasi Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional di Era Digital: Tinjauan Sosiologi Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.54065/jss.6.3.2026.1330Keywords:
Social Capital, Traditional Markets, Economic Adaption, Digitalization, Economic SociologyAbstract
Urgensi penelitian ini adalah memahami peran modal sosial dalam memperkuat adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional menghadapi transformasi digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem ekonomi modern, terutama dalam aktivitas perdagangan pasar tradisional yang semakin menghadapi persaingan dari e-commerce dan platform bisnis daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran modal sosial dalam mendukung adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional di era digital dari perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan dari sekitar 15–25 publikasi ilmiah yang diterbitkan pada periode 2015–2025, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan laporan penelitian yang membahas modal sosial, pasar tradisional, serta transformasi digital. Pemilihan literatur dilakukan secara purposif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur tinjauan literatur sistematis dengan memanfaatkan basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan jurnal yang terindeks SINTA. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman kajian literatur dan matriks klasifikasi data tematik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan triangulasi sumber dan validasi penilaian ahli (expert judgment) menggunakan skala Likert yang menghasilkan skor validitas dengan kategori “sangat baik” (81–100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran multidimensional melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu jaringan sosial, kepercayaan, norma sosial, dan adaptasi digital. Jaringan sosial memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi dan informasi, kepercayaan meningkatkan stabilitas transaksi, norma sosial mempertahankan kohesi sosial, sedangkan adaptasi digital memperkuat hubungan sosial yang telah ada, bukan menggantikannya. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa kebijakan digitalisasi pasar tradisional seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai-nilai kolektif masyarakat. Kesimpulannya, adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional tetap melekat dalam struktur sosial yang lebih luas.
Urgensi penelitian ini adalah memahami peran modal sosial dalam memperkuat adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional menghadapi transformasi digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem ekonomi modern, terutama dalam aktivitas perdagangan pasar tradisional yang semakin menghadapi persaingan dari e-commerce dan platform bisnis daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran modal sosial dalam mendukung adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional di era digital dari perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan dari sekitar 15–25 publikasi ilmiah yang diterbitkan pada periode 2015–2025, meliputi artikel jurnal, buku akademik, dan laporan penelitian yang membahas modal sosial, pasar tradisional, serta transformasi digital. Pemilihan literatur dilakukan secara purposif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui prosedur tinjauan literatur sistematis dengan memanfaatkan basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan jurnal yang terindeks SINTA. Instrumen penelitian terdiri atas pedoman kajian literatur dan matriks klasifikasi data tematik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan triangulasi sumber dan validasi penilaian ahli (expert judgment) menggunakan skala Likert yang menghasilkan skor validitas dengan kategori “sangat baik” (81–100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran multidimensional melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu jaringan sosial, kepercayaan, norma sosial, dan adaptasi digital. Jaringan sosial memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi dan informasi, kepercayaan meningkatkan stabilitas transaksi, norma sosial mempertahankan kohesi sosial, sedangkan adaptasi digital memperkuat hubungan sosial yang telah ada, bukan menggantikannya. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa kebijakan digitalisasi pasar tradisional seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai-nilai kolektif masyarakat. Kesimpulannya, adaptasi ekonomi pedagang pasar tradisional tetap melekat dalam struktur sosial yang lebih luas.
References
A’yuni, V. Q., Asmi, S. R., & Wibisana, S. A. (2025). The Live Shopping Phenomenon on TikTok and its Impact on Local MSMEs (Study on Thrifting Traders in Gedebage Market, Bandung City). Journal Social Society, 5(1), 770–781. https://doi.org/10.54065/jss.5.1.2025.765
Candrasari, K. (2021). Eksistensi modal sosial dalam pasar buku tradisional. Jurnal Syntax Transformation, 2(3), 336–341. https://doi.org/10.46799/jst.v2i3.245
Creswell, J. W. (2019). Book Review Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. In English Language Teaching (Vol. 12, Number 5). Canadian Center of Science and Education. https://doi.org/10.5539/elt.v12n5p40
Efendi, M. N., Yuni K., K. C., Prasetiyo, L., & Adinugroho, M. (2023). Social capital of traditional market traders behind modern retail expansion and its relevance to Islamic culture. An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 10(1), 1–22. https://doi.org/10.21274/an.v10i1.7486
Fatimah, M., & Afifuddin, M. (2015). Modal sosial pedagang dalam meningkatkan daya saing pasar tradisional. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 19(1), 1–12. https://doi.org/10.22146/jkap.6851
Faturochman, F., Saputra, N. R., Raditian, R., & Panorama, M. (2025). Strategi adaptasi pedagang pasar tradisional terhadap persaingan dengan pasar modern di Kota Palembang. VALUE: Jurnal Ilmiah Akuntansi Keuangan dan Bisnis, 6(1), 214–228. https://doi.org/10.36490/value.v6i1.1756.
Fitria, N., Hasimi, D. M., & Malik, A. (2025). Eksistensi modal sosial pedagang pasar tradisional terhadap kesejahteraan dalam perspektif ekonomi Islam. Journal of Economics Research and Policy Studies, 5(1), 161–172. https://doi.org/10.53088/jerps.v5i1.1691
Gumilang, J. S., Wijaya, M., & Haryono, B. (2018). Praktik sosial pedagang di Pasar Sunggingan Boyolali (studi fenomenologi di Pasar Sunggingan Boyolali). Jurnal Analisa Sosiologi, 7(2), 213–223. https://doi.org/10.20961/jas.v7i2.21896.
Handayani, S., Syadad, H. H., & Muhibah, S. F. (2025). Pedagang pasar tradisional di era digital: Apa yang dilakukan pemerintah daerah untuk mereka agar kompetitif? JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 9(1), 39–47. https://doi.org/10.32487/jshp.v9i1.2389
Hasna, F., & Mayvani, T. C. (2023). Identifikasi modal sosial fungsi ekonomi pedagang pasar tradisional (studi kasus Pasar Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro). Neo-Bis, 12(1), 48–66. https://doi.org/10.21107/nbs.v12i1.21672
Kuncoro, D. A. B., & Utami, D. (2025). Rasionalitas mahasiswa menggunakan pinjaman online. Paradigma, 14(2), 121–130.
Lestari, A., & Rahmawati, F. M. (2026). Pengaruh Kulitas Pelayanan, Promosi Penjualan, dan Kelengkapan Produk terhadap Keputusan Pembelian. Journal Social Society, 6(1), 240–255. https://doi.org/10.54065/jss.6.1.2026.963
Maulida, D. R. W., Triyas, A. P. A., & Putri, H. L. (2024). Dinamika keterlekatan ekonomi: Hubungan UMKM dengan koperasi simpan pinjam dalam meningkatkan pertumbuhan usaha. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(1), 322–329. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i1.404.
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic Analysis: Striving to Meet the Trustworthiness Criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1). https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Pratama, A. F., & Saputra, R. M. (2025). Pengaruh modal sosial terhadap keberhasilan program pemberdayaan masyarakat: Studi empiris di Desa Mantar, Kabupaten Sumbawa Barat. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(3), 96–104. https://doi.org/10.70716/perseptif.v3i3.442
Purba, V. E., Adiwijaya, S., & Suryanatha, I. B. (2026). Dinamika sosial ekonomi pedagang pakaian di pasar tradisional pada era digitalisasi perdagangan: Studi sosiologis di Pasar Kahayan Kota Palangka Raya. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9(1), 21–32. https://doi.org/10.30829/jisa.v9i1.26965.
Purwani, D. A., Pratiwi, F. D., Puspitasari, N., Virga, R. L., & Nusa, L. (2023). Pemberdayaan pedagang pasar dengan pemanfaatan aplikasi online menuju digitalisasi pasar rakyat di Kabupaten Bantul. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 8(2), 150–158. https://doi.org/10.21067/jpm.v8i2.8183
Putri, M. S. A., Azizah, P. A. W. N., & Amallia, D. (2024). Analisis modal sosial pedagang di pasar tradisional di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 2(2), 297–308. https://doi.org/10.61132/jepi.v2i2.644
Setyaningrum, Y., & Dewi, S. P. (2022). Pemanfaatan modal sosial sebagai coping strategy (studi kasus seniman Pasar Seni Ancol masa pandemi COVID-19). Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 48(1), 1–16. https://doi.org/10.33701/jipwp.v48i1.2332
Sugirahayu, L. (2025). Integrasi ekonomi pada Desa Wisata Sumber Maron (Economic integration on Sumber Maron Village). Forum Manajemen dan Bisnis, 1(1), 60–73. https://doi.org/10.64895/fmba3t85
Sugiyanto, E. K., & Marka, M. M. (2017). Modal sosial dan human capital sebagai alat untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 5(2), 36–42. https://doi.org/10.26905/jmdk.v5i2.1642
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif r&d (Vol. 19). Alfabeta, cv.
Suyatna, H., Farransahat, M., Sanubari, R., Firdaus, M., Indroyono, P., & Wibowo, I. A. (2024). Challenging social capital to develop community-based digital economy platform in the traditional market. Journal of Social Development Studies, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.22146/jsds.11378
Tjahjono, H. K. (2017). Modal sosial sebagai properti individu: Konsep, dimensi dan indikator. JBTI: Jurnal Bisnis Teori dan Implementasi, 8(2), 184–189. https://doi.org/10.18196/bti.82092
Warham, S. S., & Lestari, J. D. (2025). Gotong royong sebagai modal sosial ekonomi studi pada komunitas pedagang di Pasar Sentral Palopo. EDU SOCIATA: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(2), 1–10. https://doi.org/10.33627/es.v8i2.4047
Wihardjo, E., Pranawukir, I., Yusuff, A. A., Setiawan, M. F. S., & Fardhoni, F. (2024). Konsep pemikiran Pierre Bourdieu dan relevansinya terhadap pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi. INCARE: International Journal of Educational Resources, 5(4), 457–471. https://doi.org/10.59689/incare.v5i4.1073.
Yulianto, Y. A., & Cecep, C. (2025). Inovasi dakwah berbasis kewirausahaan Islami: Strategi adaptif dan kolaboratif di era disruptif. Journal of Business Economics and Management, 2(4), 1978–1991. https://doi.org/10.61587/jbem.v2i4.1230
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ikbal Shihabudin, Khalda Arvia Fredella Indrayana, Hana Rosala Salmia, Sri Damayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.







