Intervensi Pekerjaan Sosial di Ruang Digital Untuk Mencegah Radikalisasi Kaum Muda

Authors

  • Stevie Y Tarore Institut Sosial dan Teknologi Widuri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.54065/jss.6.2.2026.1227

Keywords:

Intervensi, Pekerjaan Sosial, Ruang Digital, Radikalisasi, Kaum Muda

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk memperkuat peran intervensi pekerjaan sosial di ruang digital dalam mencegah radikalisasi kaum muda melalui pendekatan edukatif, preventif, dan berbasis literasi digital. Radikalisasi kaum muda di era digital merefleksikan pergeseran signifikan dalam pola rekrutmen, indoktrinasi, dan mobilisasi yang semakin intens melalui media sosial, forum daring, serta berbagai platform berbagi konten. Ruang digital tidak lagi berfungsi sebatas sarana komunikasi, melainkan telah berkembang menjadi arena pembentukan identitas, produksi makna, dan diseminasi ideologi transnasional yang kerap mengeksploitasi kerentanan psikososial remaja. Artikel ini bertujuan mengkaji model intervensi pekerjaan sosial di ranah digital sebagai strategi preventif terhadap radikalisasme generasi muda dengan menitikberatkan pada pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach), penguatan literasi digital kritis, dan pembangunan resiliensi komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur sistematis atas publikasi mutakhir terkait radikalisasi daring, praktik cyber social work, serta pencegahan ekstremisme berbasis komunitas. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi pekerjaan sosial di ruang digital perlu dirancang secara komprehensif dan multidimensional, mencakup deteksi dini terhadap narasi ekstrem, pendampingan psikososial secara daring, pengembangan kontra-narasi berlandaskan nilai kemanusiaan, serta kolaborasi lintas sektor antara pekerja sosial, pendidik, keluarga, dan platform teknologi. Selain itu, peran pekerja sosial sebagai digital practitioner menjadi krusial dalam menciptakan ruang virtual yang aman, dialogis, dan inklusif. Studi ini menegaskan bahwa transformasi praktik pekerjaan sosial ke ranah digital bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan reorientasi paradigma intervensi yang responsif terhadap dinamika budaya siber, sehingga pencegahan radikalisasi kaum muda menuntut integrasi kompetensi profesional, etika digital, dan strategi pemberdayaan partisipatif dalam ekosistem daring.

References

Alam, A. Z. I., Zaid, M., & Alam, A. A. F. (2023). Digitalisasi Sistem Perlindungan Sosial Kebijakan Di Indonesia Sebagai Langkah Menuju Masyarakat 5.0. Journal Social Society, 3(2), 95–112. Https://Doi.Org/10.54065/Jss.3.2.2023.335

Alamsyah, T., & Amelia, R. (2024). Pencegahan Masalah Kesehatan Dengan Pendekatan Promotive Dan Preventive. Jka, 1(2). Https://Doi.Org/10.26811/3zwc8880

Anin, T., Kamlasi, A. Y., Kollo, F. L., Dubu, T. G., Selan, E. M., & Riwu, D. (2025). Peran Media Sosial Dalam Mencegah Bahaya Radikalisme Di Kalangan Generasi Muda. Jurnal Pendidikan Ips, 15(4), 1469–1476. Https://Doi.Org/10.37630/Jpi.V15i4.3667

Apriyanti, L. S., Dewi, D. A., & Adriansyah, M. I. (2023). Lunturnya Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Karakter Kaum Muda Sebagai Akibat Dari Pengaruh Globalisasi. Maras: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(3), 560–572. Https://Doi.Org/10.60126/Maras.V1i3.103

Citra, A., Triana, A., Sonia, G., & Humaedi, S. (2021). Peran Pekerja Sosial Dalam Penerapan Therapeutic Community. Focus?: Jurnal Pekerjaan Sosial, 3(2), 159. Https://Doi.Org/10.24198/Focus.V3i2.31851

Creswell, J. (2017). Research Design: Pendekatan Kualitatif Dan Mixed. Pustaka Belajar.

Fadlurrohim, I., Jenny, D. A., & Yunilisiah, Y. (2024). Proses Asesmen Klien Dalam Perencanaan Intervensi Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (Lks-Lu) Payung Besurek Kota Bengkulu. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(1), 37–44. Https://Doi.Org/10.24198/Focus.V7i1.51123

Fatimah, S. (2025). Transformasi Ruang Publik Digital: Tantangan Sosial Dan Konstitusional Dalam Demokrasi Era Media Baru. Cakrawala, 19(1), 67–86. Https://Doi.Org/10.32781/Cakrawala.V19i1.785

Fauziah, S., Sabilla, K. El, & Pikoli, A. Y. (2025). Scroll, Tap, Repeat: Habitus Digital Sebagai Petualangan Identitas Dalam Dunia Virtual. Buletin Psikologi, 33(1), 82. Https://Doi.Org/10.22146/Buletinpsikologi.97608

Hidayah, A. Z. N., Herawati, A., Retno Sari, L., Rohman, R. N. Z., & Mukriyati, S. N. (2022). Praktik Pekerjaan Sosial Berbasis Komunitas Peduli Anak Jalanan Di Kota Bekasi. Pekerjaan Sosial, 20(2), 1–13. Https://Doi.Org/10.31595/Peksos.V20i2.471.

Ilham, A., Kamaruddin, S. A., & Awaru, A. O. T. (2025). Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Baru: Peluang Dan Tantangan. Journal Social Society, 5(1), 56–64. Https://Doi.Org/10.54065/Jss.5.1.2025.613

Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Az Zahrah, S. A., Andryana, P. F., Ayuningtyas, I., & Firdausia, I. S. (2022). Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson. Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. Https://Doi.Org/10.30872/Ecj.V3i2.4835

Laimeheriwa, M. C. (2018). Masyarakat Virtual, Mitos Dan Perilaku Konsumtif. Kenosis: Jurnal Kajian Teologi, 4(1), 23–38. Https://Doi.Org/10.37196/Kenosis.V4i1.49

Lee, J. S., & Kim, H. (2025). Integrating Cultural Humility In Social Work Practice With Diverse Populations. Social Work Research, 49(1), 12–27. Https://Doi.Org/10.1093/Swr/Svaa028.

Mangeghong, D., & Nendissa, J. E. (2026). Efektivitas Layanan Konseling Pastoral Online Dalam Menangani Kecemasan Dan Depresi Pada Pemuda Gereja. Journal Of Spirituality And Practical Theology, 2(2), 124–140. Https://Doi.Org/10.69668/Josaprat.V2i2.174

Mansyur, A. I., Badrujaman, A., Imawati, R., & Fadhillah, D. N. (2020). Konseling Online Sebagai Upaya Menangani Masalah Perundungan Di Kalangan Anak Muda. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29(2), 140–154. Https://Doi.Org/10.23917/Jpis.V29i2.8501

Mishna, F., Sanders, J. E., Sewell, K. M., & Milne, E. (2021). Teaching Note Preparing Social Workers For The Digital Future Of Social Work Practice. Journal Of Social Work Education, 57(Sup1), 19–26. Https://Doi.Org/10.1080/10437797.2021.1912676

Mofea, S. (2025). Ketenagakerjaan Dalam Era Digital: Tantangan Dan Peluang. Get Press Indonesia.

Naufal, M. (2025). Etika Algoritma Rekomendasi Media Dan Polarisasi. Communicator Sphere, 5(2), 72–82. Https://Doi.Org/10.55397/Cps.V5i2.138

Nendissa, J. E. (2025). Dinamika Agama Dalam Era Digital: Pengaruh Media Sosial Terhadap Praktik Keagamaan Di Kalangan Generasi Muda. Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Gereja, 8(2), 1–20. Https://Doi.Org/10.62240/Msj.V8i2.81

Nendissa, J. E., Engel, J. D., & Suprabowo, G. Y. A. (2024). Online Social Support Terhadap Penyintas Covid?19 Dari Perspektif Pendampingan Masyarakat Di Karombasan Selatan, Manado?Sulawesi Utara. Sundermann: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 17(2), 131–143. Https://Doi.Org/10.36588/Sundermann.V17i2.138

Nugroho, P., Sutrisno, A., & Aminudin, C. (2024). Media Sosial Dan Radikalisme: Bagaimana Teknologi Informasi Mempengaruhi Pemikiran Ekstrem. Humaniorum, 1(4), 110–115. Https://Doi.Org/10.37010/Hmr.V1i4.31

Nurhidayah, H. D., Misidawati, D. N., Faturrohma, A. M., & Turnisah, I. B. (2025). Strategi Public Relations Di Era Digital. Journal Social Society, 5(1), 141–152. Https://Doi.Org/10.54065/Jss.5.1.2025.647

Prasetiono, S. J., & Fayola, R. R. (2021). Literasi Digital Untuk Membekali Generasi Muda Dalam Upaya Menangkal Konten Negatif Internet. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat. Https://Doi.Org/10.18196/Ppm.21.521

Rahayu, T., & Nugraha, A. S. (2022). Deradikalisasi Berbasis Gotong Royong Untuk Mencegah Radikalisme Di Masyarakat Indonesia. Jurnal Terapan Sosial Dan Humaniora, 6(1), 29–42. Https://Doi.Org/10.14710/Jtsh.V6i1.2594

Ramadhani, A. F., & Jatnika, D. C. (2025). Dinamika Interaksi Sosial Remaja Di Era Digital Dan Peran Pekerja Sosial. Share: Social Work Journal, 14(2), 148–155. Https://Doi.Org/10.24198/Share.V14i2.59963

Rozika, W. (2019). Propaganda Dan Penyebaran Ideologi Terorisme Melalui Media Internet (Studi Kasus Pelaku Cyber Terorisme Oleh Bahrun Naim). Jurnal Ilmu Kepolisian, 11(2), 13. Https://Doi.Org/10.35879/Jik.V11i2.89

Rustandi, R. (2020). Analisis Framing Kontra Narasi Terorisme Dan Radikalisme Di Media Sosial (Studi Kasus Pada Akun @Dutadamaijabar). Jurnal Komunikatif, 9(2), 134–153. Https://Doi.Org/10.33508/Jk.V9i2.2698

Saleh, R., & Rahman, F. (2023). Community Social Work As A Catalyst For Collective Action In Urban Neighborhoods. International Journal Of Social Work Practice, 20(2), 145–159. Https://Doi.Org/10.1080/02650533.2023.19245

Sanjaya, A. M., & Putranto, R. D. (2022). Upaya Pencegahan Radikalisme Melalui Media Sosial Di Kalangan Remaja. J?Ceki: Jurnal Cendekia Ilmiah, 2(1), 63–69. Https://Doi.Org/10.56799/Jceki.V2i1.1173

Saputra, M. R. A., Chalid, F. I., & Budianto, H. (2023). Metode Ilmiah Dan Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kepustakaan (Bahan Ajar Madrasah). Nizamia Learning Center.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta.

Sulfikar, A. (2019). Swa-Radikalisasi Melalui Media Sosial Di Indonesia. Jurnal Jurnalisa, 4(1). Https://Doi.Org/10.24252/Jurnalisa.V4i1.5622

Wewengkang, E. J. N., Kuwissy, G. J., Wohon, F., Tolego, Y. B., & Palempung, F. F. (2025). Fenomena Pengemis Virtual Di Tiktok Dikaji Dari Teori Etika Kekristenan, Pendidikan Karakter Dan Literasi Digital. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(1), 104–123. Https://Doi.Org/10.46974/Ms.V6i1.138

Zamzamy, A. (2019). Menyoal Radikalisme Di Media Digital. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 5(1), 13. Https://Doi.Org/10.36835/Dakwatuna.V5i1.318

Published

2026-07-05

How to Cite

Tarore, S. Y. (2026). Intervensi Pekerjaan Sosial di Ruang Digital Untuk Mencegah Radikalisasi Kaum Muda. Journal Social Society, 6(2), 1241–1256. https://doi.org/10.54065/jss.6.2.2026.1227