https://pusdig.my.id/dieksis/issue/feedJurnal Dieksis ID2026-08-20T10:36:12+00:00Andi Karmanpusdig.id@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><a href="https://pusdig.my.id/dieksis/index"><strong>Jurnal Dieksis ID</strong></a> merupakan Jurnal atau publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh <strong>Pustaka Digital Indonesia</strong>. Jurnal Dieksis ID mempublikasikan penelitian dalam bidang bahasa, linguistik, pembelajaran bahasa, sastra, seni, dan budaya. Ruang lingkup jurnal terdiri atas dua bidang kajian utama sebagai berikut:</p> <p align="justify"><strong><img src="https://pusdig.my.id/public/site/images/admin-ojs-liter451/chatgpt-image-dec-14-2025-02-29-05-am.png" alt="" width="1536" height="1024" /><br /><br />Scope 1: Kajian Bahasa, Linguistik, dan Pembelajaran Bahasa</strong></p> <ol> <li><strong>Linguistik Teoretis:</strong> Fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, analisis wacana, analisis percakapan, linguistik historis–komparatif, linguistik kognitif, sosiolinguistik, psikolinguistik, dan neurolinguistik.</li> <li><strong>Bahasa dan Penggunaannya:</strong> Deskripsi bahasa, variasi bahasa dan dialek, bahasa dalam media dan ruang publik, komunikasi digital, tindak tutur, serta fenomena kebahasaan kontemporer.</li> <li><strong>Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa:</strong> Metodologi pengajaran, pengembangan kurikulum, evaluasi dan asesmen, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, literasi, bilingualisme, dan pembelajaran bahasa kedua.</li> <li><strong>Penerjemahan dan Linguistik Terapan:</strong> Teori dan praktik penerjemahan, interpretasi, terminologi, leksikografi, analisis kesalahan berbahasa, serta penerapan linguistik untuk kebutuhan profesional dan sosial.</li> </ol> <p align="justify"><strong>Scope 2: Kajian Sastra, Seni, dan Budaya</strong></p> <ol> <li><strong>Kajian Sastra:</strong> Analisis puisi, cerpen, novel, drama; kritik sastra; semiotika sastra; sastra bandingan; serta sastra lisan termasuk folklor, mitos, dan legenda.</li> <li><strong>Seni dan Estetika:</strong> Kajian seni pertunjukan, musik, tari, seni rupa, estetika, kreativitas artistik, proses produksi karya seni, dan pembacaan karya dalam berbagai medium.</li> <li><strong>Budaya dan Antropologi Budaya:</strong> Tradisi, ritual, praktik budaya, identitas budaya, akulturasi, budaya populer, budaya digital, serta studi masyarakat, perilaku, dan nilai-nilai budaya.</li> <li><strong>Interdisipliner Sastra–Seni–Budaya:</strong> Hubungan sastra dengan budaya, representasi seni dalam teks dan media, kajian budaya visual, narasi budaya dalam media sosial, serta eksplorasi interaksi budaya kontemporer.</li> </ol>https://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1388Mantra dalam Upacara Tradisi “Nelu Bulanin” di Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah 2026-08-09T07:04:22+00:00I Made Windu Saputramadewindu17@gmail.comDonal M. Ratudonalratu@unima.ac.idIntama Jemy Polliintamapolii@unima.ac.id<p>Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mendokumentasikan dan mengkaji makna mantra dalam tradisi Nelu Bulanin sebagai upaya melestarikan nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi dan makna mantra tradisional Nelu Bulanin pada masyarakat Hindu, khususnya di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya sebagai bentuk pengetahuan mengenai fungsi-fungsi yang terkandung dalam tradisi Nelu Bulanin yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Nelu Bulanin mengandung doa untuk memohon keberkahan, perlindungan, serta penguatan spiritual bagi bayi. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana penyucian, perlindungan spiritual, dan pemberian tuntunan agar bayi dapat tumbuh sehat dan sejahtera. Melalui upacara Nelu Bulanin, keluarga menanamkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang kaya sekaligus mempersiapkan anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan memiliki rasa tanggung jawab. Tradisi ini juga mempererat ikatan keluarga dan sosial serta menjadi simbol hubungan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu prosesi penting dalam tradisi ini adalah kontak pertama bayi dengan tanah (turun tanah) yang melambangkan hubungan anak dengan bumi dan lingkungan. Selain itu, tradisi ini menanamkan nilai kedisiplinan, rasa syukur, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan kehidupan melalui upaya menciptakan keharmonisan antara tubuh, jiwa, dan alam semesta.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 I Made Windu Saputrahttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1360Nilai Pendidikan Karakter dalam Lagu Karya Giring Ganesha dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra pada Siswa SMA2026-08-07T13:37:53+00:00Febiola Wulandari Hengkengbalaehengkengbala24@gmail.comUus Martinus Kamajaya AL Katuukehengkengbala24@gmail.comOldie S. Meruntuehengkengbala24@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pemanfaatan lagu Giring Ganesha sebagai media pembelajaran sastra yang menarik sekaligus menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan prinsip-prinsip pendidikan karakter yang terkandung dalam lagu-lagu Giring Ganesha, yaitu “Laskar Pelangi,” “Sendiri,” dan “Arti Sahabat,” serta mengkaji keterkaitan prinsip-prinsip tersebut dengan pembelajaran sastra bagi siswa sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian terdiri atas tiga lirik lagu berjudul “Laskar Pelangi,” “Sendiri,” dan “Arti Sahabat” yang dibawakan oleh Giring Ganesha. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu “Laskar Pelangi” mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan religiusitas, kreativitas, kerja keras, dan sikap cinta damai. Lirik lagu “Sendiri” menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter berupa kemandirian, harapan dan optimisme, serta keberanian dalam menghadapi kehidupan. Sementara itu, lagu “Arti Sahabat” mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan toleransi dan persahabatan. Pengajaran nilai-nilai pendidikan karakter melalui lirik lagu dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Lagu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sastra sekaligus sebagai sumber nilai-nilai kehidupan yang berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa. Temuan penelitian ini memberikan implikasi positif bagi pembelajaran sastra, khususnya dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran pada ranah afektif. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Febiola Wulandari Hengkengbala, Uus Martinus Kamajaya AL Katuuk, Oldie S. Meruntuhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1686Leveraging Youtube-based Authentic Videos to Enhance English Learning Motivation among University Students in Palopo2026-07-23T12:40:06+00:00Ricky Gazalirickygazaliyc@gmail.comTenri Amparengamparengt@gmail.comAndi Wafdaandiwafda@polidewa.ac.id<p>Studi ini meneliti perubahan motivasi belajar bahasa Inggris di kalangan mahasiswa di Palopo setelah integrasi video asli berbasis YouTube ke dalam pengajaran bahasa Inggris. Desain metode campuran berurutan yang penjelasan digunakan. Fase kuantitatif melibatkan 120 mahasiswa sarjana yang menyelesaikan Kuesioner Motivasi Belajar Bahasa Inggris sebelum dan setelah intervensi selama delapan minggu, sementara 15 mahasiswa mengikuti wawancara semi-terstruktur tindak lanjut. Skor motivasi rata-rata meningkat dari 3,28 pada pra-tes menjadi 4,11 pada pasca-tes, dan t-test sampel berpasangan menunjukkan perbedaan pra-tes–pasca-tes yang signifikan secara statistik, t(119) = 15,72, p < .001. D Cohen yang dilaporkan adalah 1,12, menunjukkan perbedaan besar sebelum tes–pasca-tes. Temuan kualitatif menyoroti lima tema yang berulang: paparan bahasa Inggris yang otentik, pengalaman belajar yang menarik, peningkatan kepercayaan diri, pembelajaran yang fleksibel, dan pengembangan kosakata. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi setelah instruksi yang dibantu YouTube. Namun, karena studi menggunakan desain satu kelompok pra-tes–pasca-pengujian tanpa kelompok kontrol, perbaikan yang diamati harus diartikan sebagai perubahan yang terkait dengan intervensi daripada bukti pasti efek kausal langsung.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ricky Gazali, Tenri Ampareng, Andi Wafdahttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1638Representasi Nilai-Nilai Sosial dalam Novel 9 Summers 10 Autumns Karya Iwan Setyawan: Kajian Sosiologi Sastra dan Resepsi Pembaca2026-08-13T12:36:34+00:00Putri Indah Melatiputriindahmelati0@gmail.comNurhayati Harahapnurhayati1@usu.ac.idEmma Marsellaemma.marsella@usu.ac.id<p>Nilai sosial adalah nilai yang dianggap baik oleh masyarakat yang dapat dijadikan landasan dalam berperilaku dan berhubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan serta resepsi pembaca dengan menggunakan kajian sosiologi sastra dan teori nilai sosial menurut Notonagoro. Fokus penelitian ini meliputi bentuk nilai material, nilai vital, nilai kerohanian yang terdapat dalam novel. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami karya sastra sebagai cerminan kehidupan sosial masyarakat serta sebagai media penanaman nilai-nilai kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, catat, dokumentasi, dan wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian merupakan paparan atau uraian mengenai data yang sudah didapatkan secara sistematis oleh peneliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai material terlihat pada pemenuhan kebutuhan hidup tokoh melalui perjuangan ekonomi keluarga. Nilai vital terlihat pada penggunaan sarana untuk mengerjakan aktivitas dan mencapai cita-cita. Nilai kerohanian meliputi nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai keagamaan yang tercermin dalam sikap kerja keras, tanggung jawab, rasa syukur, serta keyakinan kepada Tuhan. Novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca dapat memaknai teks yang terkait nilai-nilai sosial secara lebih mendalam.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Indah Melati, Nurhayati Harahap, Emma Marsellahttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1600The Role of English Personnel Care (EPC) in Developing Cadets' Practical English Skills at the Merchant Marine Polytechnic of Makassar2026-07-30T10:25:58+00:00Evi Syafitrievisyafitri05@gmail.comSultan Baaevisyafitri05@gmail.comMuhalim Muhalimevisyafitri05@gmail.com<p>Kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris sangat penting bagi kadet maritim karena sifat internasional industri maritim. Namun, banyak kadet mengalami kesulitan dalam menerapkan pengetahuan kelas mereka pada situasi komunikasi nyata. Studi ini menyelidiki peran English Personnel Care (EPC) dalam mengembangkan keterampilan praktis bahasa Inggris kadet di Merchant Marine Polytechnic of Makassar. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, studi ini melibatkan dua mentor EPC dan tiga kadet sebagai peserta wawancara, sementara observasi dilakukan dengan dua puluh empat kadet yang berpartisipasi dalam program. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa EPC memainkan peran penting dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris praktis kadet dengan menyediakan latihan bahasa secara berkelanjutan, meningkatkan kepercayaan diri dalam komunikasi, dan menciptakan peluang untuk interaksi bahasa Inggris yang otentik. Selain itu, pendekatan mentoring yang diadopsi oleh EPC mendorong partisipasi aktif dan mendukung pengembangan kompetensi komunikatif dalam konteks maritim. Studi ini menyimpulkan bahwa EPC berfungsi sebagai sistem dukungan efektif untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris praktis di antara kadet maritim dan berkontribusi positif pada pembelajaran bahasa Inggris dalam pendidikan vokasi maritim.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Evi Syafitri, Sultan Baa, Muhalim Muhalimhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1485Penerapan Model Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kotamobagu2026-08-10T07:23:38+00:00Najwa Mokodompitnajwamokodompit4@gmail.comI Oldie S. MeruntuNajwamokodompit4@gmail.comNontje J. PangemananNajwamokodompit4@gmail.com<p>Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan model <em>Group Investigation</em> dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) bagaimana tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses penerapan model <em>Group Investigation</em> dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memperkaya pengetahuan, khususnya mengenai penerapan model <em>Group Investigation</em> dalam kegiatan menulis cerita pendek. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap penerapan model <em>Group Investigation</em> dan kemampuan menulis siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan analisis statistik sederhana berupa perhitungan rata-rata persentase. Data dikumpulkan melalui kegiatan penugasan yang dikerjakan siswa secara berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model <em>Group Investigation</em> memperoleh skor evaluasi rata-rata sebesar 81% yang termasuk dalam kategori baik (80%–100%). Sementara itu, kemampuan menulis cerita pendek siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 83% yang termasuk dalam kategori mampu (75%–84%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran <em>Group Investigation</em> efektif dan tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita pendek, sedangkan kemampuan menulis cerita pendek siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu berada dalam kategori mampu.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Najwa Mokodompit, I Oldie S. Meruntu, Nontje J. Pangemananhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1467Ekologi Sosial dan Psikologis dalam Novel Kamu Gak Sendiri: Kajian Ekologi Sastra terhadap Krisis Relasi Masyarakat Urban2026-08-05T10:09:53+00:00Umrah Umrahburhanumrah@gmail.comUsman Paharusmanpahar@unm.ac.idAslan Abidinaslanabidin@unm.ac.id<p>Urgensi penelitian ini adalah mengungkap keterkaitan antara krisis psikologis individu dan dinamika relasi sosial masyarakat urban yang direpresentasikan dalam novel Kamu Gak Sendiri melalui perspektif ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi krisis batin individu dalam novel Kamu Gak Sendiri karya Syahid Muhammad melalui pendekatan ekologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa pembacaan secara mendalam (<em>close reading</em>) dan teknik pencatatan. Data penelitian berupa kutipan kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang merepresentasikan pengalaman psikologis para tokoh dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis batin para tokoh termanifestasi dalam beberapa bentuk, yaitu perasaan menjadi beban bagi orang lain, kecemasan terhadap penilaian sosial (<em>overthinking)</em><span style="">, kecemasan yang mendominasi dan membatasi tindakan, kelelahan eksistensial yang memunculkan keinginan untuk menyerah, serta penerimaan terhadap realitas kehidupan sebagai proses penyembuhan batin. Temuan ini menunjukkan bahwa krisis psikologis yang dialami para tokoh tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika hubungan sosial dalam masyarakat modern. Dengan demikian, novel Kamu Gak Sendiri menggambarkan bahwa kondisi psikologis individu memiliki keterkaitan yang erat dengan keseimbangan ekosistem sosial yang memengaruhi dan membentuk kehidupan manusia.</span></p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Umrah Umrah, Usman Pahar, Aslan Abidinhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1410Psikoanalisis Film Inside Out 2 Karya Mann dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra2026-08-09T07:11:21+00:00Amelia A. Roriameliarori250205@gmail.comSantje Irothameliarori250205@gmail.comOldie Stevie Meruntuameliarori250205@gmail.com<p>Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan psikologis yang ditandai oleh perubahan emosional, pembentukan identitas, dan meningkatnya kebutuhan akan menerima sosial. Dinamika tersebut direpresentasikan secara kuat dalam film <em>Inside Out 2</em>, sehingga film ini relevan untuk dianalisis secara psikoanalitik serta berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, Riley, dalam film <em>Inside Out 2</em> menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, dan tindakan yang mencerminkan dinamika psikologis Riley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Riley dipengaruhi oleh interaksi antara id, ego, dan superego. <em>Id</em> tercermin melalui keinginan kuat untuk memperoleh penerimaan dan pengakuan sosial di lingkungan baru, sedangkan <em>ego</em> berfungsi menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas sosial dan tuntutan situasi. <em>Superego</em> diwujudkan melalui kesadaran moral, pengendalian diri, rasa bersalah, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut menunjukkan perkembangan psikologis Riley menuju kematangan emosional dan kesadaran diri yang lebih baik. Temuan penelitian secara eksplisit menunjukkan bahwa analisis psikoanalisis terhadap film dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra untuk membantu siswa mengkaji motivasi dan konflik batin tokoh, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan interpretatif, serta mengembangkan empati dan kesadaran emosional melalui kegiatan pembelajaran reflektif. Kesimpulannya, <em>Inside Out 2</em> secara efektif merepresentasikan dinamika interaksi <em>id, ego,</em> dan <em>superego</em> dalam perkembangan remaja serta memiliki potensi kuat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran sastra berbasis psikoanalisis di sekolah.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Amelia A. Rori, Santje Iroth, Oldie Stevie Meruntuhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1367Analisis Makna Pesan Self Love dalam Lirik Lagu “Answer: Love Myself” Karya Bangtan Sonyeondan (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure)2026-08-09T07:18:05+00:00Marsella T. Tatilangmarsellatatilang@gmail.comIntama Jemy Poliiintamapolii@unima.ac.idVictory Nicodemus Joufree Rottyviktoryrotty@unima.ac.id<p>Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mengungkap pesan <em>self love</em> dalam lirik lagu sebagai bentuk komunikasi mengenai penerimaan diri dan kesehatan mental melalui budaya populer. Penelitian ini menganalisis makna pesan <em>self love</em> dalam lirik lagu “<em>Answer: Love Myself</em>” karya Bangtan Sonyeondan (BTS) menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan makna pesan <em>self love</em> dalam lirik lagu; (2) mengkaji hubungan antara <em>signifier</em> (penanda) dan <em>signified</em> (petanda); serta (3) menganalisis struktur penanda dan petanda yang membangun konsep <em>self love</em>. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan analisis isi. Sumber data berupa teks lirik lagu dalam bahasa Korea beserta terjemahan yang telah diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan <em>self love</em> dibangun melalui lima tahapan progresif, yaitu kesadaran diri, pengakuan terhadap luka batin, pengampunan terhadap diri sendiri, harapan untuk berubah, dan afirmasi diri. Ditemukan lima jenis hubungan antara penanda dan petanda, yaitu hubungan simbolik, reflektif, prosesual, temporal, dan afirmatif. Struktur penanda dan petanda membentuk enam unit tanda yang saling berkaitan, yang secara keseluruhan membangun konsep <em>self love</em> sebagai proses psikologis yang berkelanjutan dalam menerima diri secara utuh, termasuk kekurangan, luka, dan kekuatan yang dimiliki. <em>Self love</em> dalam lagu ini diposisikan bukan sebagai bentuk narsisme, melainkan sebagai landasan psikologis dalam pembentukan identitas dan menjalani kehidupan yang bermakna. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian semiotika musik dan sastra populer, khususnya dalam mengkaji bagaimana pesan kesehatan mental dikonstruksi melalui bahasa simbolik dalam budaya populer kontemporer.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marsella T. Tatilang, Intama Jemy Polii, Victory Nicodemus Joufree Rottyhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1685Efektivitas Website Berbasis Cerita tentang Struktur Rumah Adat Bugis terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Sekolah Dasar2026-07-30T09:58:02+00:00Puspita Ta’ganmusvitavita37@gmail.comIin Indriantoiinindrianto18@gmail.comAkbar Al Masjidalmasjida@ustjogja.ac.id<p>Urgensi penelitian ini adalah perlunya media pembelajaran inovatif berbasis cerita untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekaligus mengenalkan struktur rumah adat Bugis. Kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, kemampuan membaca pemahaman siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada buku teks dan kurang memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif serta kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas website berbasis cerita tentang struktur rumah adat Bugis terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Negeri 25 Sabbamparu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen (<em>Pre-Experimental Research</em>) melalui desain <em>One Group Pretest–Posttest Design</em><strong>.</strong> Subjek penelitian berjumlah 28 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan membaca pemahaman yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro–Wilk</em>, dan paired sample <em>t-test</em> berbantuan perangkat lunak Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 77,9 pada <em>pretest</em> menjadi 87,3 pada <em>posttest</em>. Hasil uji paired sample <em>t-test</em> menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> <strong>(</strong>t(27) = -21,2; p < 0,001), dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen's <em>d</em> = 4,00). Temuan ini menunjukkan bahwa website berbasis cerita tentang struktur rumah adat Bugis efektif meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Website tersebut dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital yang tidak hanya mendukung peningkatan literasi membaca, tetapi juga memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Puspita Ta’gan, Iin Indrianto, Akbar Al Masjidhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1637Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman melalui Teknik Scramble Berbantuan Media Wayground Siswa Kelas IV SD2026-08-03T12:48:19+00:00Made Pradwitamadepradwita2017@gmail.comM Zulhamm.zulham92@yahoo.co.idMuhammad Hasbyhasby@uncp.ac.id<p>Kemampuan membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar dalam pendidikan sekolah dasar karena kesulitan dalam memahami bacaan dapat menghambat proses belajar dan pencapaian akademik siswa pada berbagai mata pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 33 Kalukulajuk, Kota Palopo, melalui teknik <em>Scramble</em> berbantuan media Wayground. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 22 orang sebagai subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan di SDN 33 Kalukulajuk, Kota Palopo. Data dikumpulkan menggunakan tes membaca pemahaman dan lembar observasi. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa, sedangkan lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan pelaksanaan proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan belajar secara klasikal. Penelitian dinyatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 80% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik <em>Scramble</em> berbantuan media Wayground efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan secara bertahap dari kategori rendah pada tahap awal menjadi kategori sangat baik pada Siklus II. Ketuntasan belajar secara klasikal juga meningkat dari 27% pada tahap awal menjadi 100% pada Siklus II, sehingga melampaui kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, teknik <em>Scramble</em> berbantuan media Wayground efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar dan dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran dalam pembelajaran membaca pemahaman di kelas.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Made Pradwita, M Zulham, Muhammad Hasbyhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1538Kajian Gaya Bahasa Lirik Lagu “ Piso Surit” dan “ Taneh Karo Simalem” Karya Djaga Depari serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas2026-08-10T07:35:00+00:00Siti Rotua Br Munthesitimunthee0504@gmail.comUus M.K. Al Katuuksitimunthe0705@gmail.comNontje J. Pangemanansitimunthe0705@gmail.com<p>Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji gaya bahasa lirik lagu Karo sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengembangkan bahan ajar sastra yang kontekstual dan bermakna di tingkat Sekolah Menengah Atas. Sastra lisan Karo merupakan salah satu bentuk warisan budaya lokal yang penting karena mempertahankan identitas kolektif, nilai-nilai, dan ekspresi estetika masyarakat. Namun, pemanfaatan karya sastra lisan Karo sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa dalam dua karya sastra lisan Karo, yaitu lirik lagu <em>Piso Surit</em> dan <em>Taneh Karo Simalem</em> karya Djaga Depari, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pembelajaran sastra di tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap pilihan kata, majas, citraan, dan pola repetisi yang terdapat dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Piso Surit</em> didominasi oleh repetisi dan metafora yang menyampaikan kerinduan yang mendalam, sedangkan <em>Taneh Karo Simalem</em> dicirikan oleh penggunaan personifikasi dan hiperbola yang memperkuat kecintaan terhadap tanah leluhur dan identitas budaya. Temuan ini relevan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Implikasi praktis penelitian ini adalah bahwa <em>Piso Surit</em> dapat digunakan sebagai bahan ajar puisi di kelas X untuk memperkenalkan majas, citraan, dan interpretasi, sedangkan <em>Taneh Karo Simalem</em> dapat dikembangkan menjadi proyek sastra kreatif di kelas XI yang berfokus pada identitas budaya dan kecintaan terhadap tanah air. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian stilistika sastra lisan daerah, sedangkan secara pedagogis penelitian ini menawarkan alternatif bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna secara budaya. Kesimpulannya, lirik lagu Karo memiliki nilai stilistika, budaya, dan pendidikan yang kuat serta berpotensi besar dalam mendukung pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Rotua Br Munthe, Uus M.K. Al Katuuk, Nontje J. Pangemananhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1484Penerapan Metode Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Mengapresiasi Unsur Intrinsik Cerpen “Maaf” Karya Putu Wijaya pada Siswa SMP2026-08-10T07:48:17+00:00Nidiya Nabila Rizkikharizkikhanabila@gmail.comDonal M. Raturizkikhanabila@gmail.comNontje J. Pangemananrizkikhanabila@gmail.com<p>Pembelajaran apresiasi sastra di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya partisipasi aktif siswa serta kesulitan dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan unsur-unsur intrinsik cerpen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran interaktif yang dapat mendorong siswa untuk bertukar gagasan, membangun interpretasi, dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen <em>Maaf</em> karya Putu Wijaya pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Kotamobagu dan (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen melalui metode diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan melibatkan 22 siswa kelas VIII F sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes esai, dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi lima kelompok dan ditugaskan untuk membaca, mendiskusikan, serta menganalisis tujuh unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung skor yang diperoleh setiap kelompok, mengubahnya ke dalam bentuk persentase, dan menginterpretasikan hasilnya berdasarkan kategori penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok memperoleh rata-rata skor penilaian proses sebesar 82% yang berada dalam kategori baik. Sementara itu, kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen memperoleh rata-rata skor sebesar 74,26% yang berada dalam kategori cukup kompeten. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dapat memfasilitasi partisipasi aktif dan interpretasi kolaboratif dalam pembelajaran apresiasi cerpen.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nidiya Nabila Rizkikha, Donal M. Ratu, Nontje J. Pangemananhttps://pusdig.my.id/dieksis/article/view/1438Analisis Intrinsik dan Konflik Tokoh Cerita dalam Cerpen Pelajaran Mengarang dan Manusia Kamar Karya Seno Gumira Ajidarma2026-08-10T07:41:17+00:00Riani Tendeanteresiatendean26@gmail.comNontje J Pangemananteresiatendean26@gmail.comIntama J. Poliiteresiatendean26@gmail.com<p>Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kompleksitas realitas sosial dan kondisi psikologis manusia melalui keterkaitan antara unsur-unsur intrinsik dan konflik tokoh. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya analisis yang lebih komprehensif yang tidak hanya mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik secara terpisah, tetapi juga menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk konflik psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik, konflik tokoh, serta keterkaitan keduanya dalam dua cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu <em>Pelajaran Mengarang</em> dan <em>Manusia Kamar</em>. Subjek penelitian terdiri atas dua cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik membaca secara cermat (<em>close reading</em>) dan mencatat, yaitu dengan membaca teks secara berulang, mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang relevan, serta mengklasifikasikannya sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara kedua cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut mengangkat berbagai persoalan penting yang berkaitan dengan kehidupan manusia, termasuk ketidakadilan, kemunafikan, tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta konflik antara pengalaman individu dan harapan sosial. <em>Pelajaran Mengarang</em> terutama menggambarkan konflik psikologis dan sosial-institusional yang dialami oleh Sandra, sedangkan <em>Manusia Kamar</em> lebih menekankan konflik internal, keterasingan, dan ketidakpercayaan terhadap dunia luar. Temuan ini menunjukkan bahwa unsur-unsur intrinsik tidak hanya berfungsi sebagai struktur pembangun cerita, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk konflik psikologis dan menyampaikan kritik sosial. Penelitian ini berkontribusi terhadap kajian sastra dan dapat mendukung pembelajaran sastra dengan memperkuat kemampuan membaca kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa.</p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riani Tendean, Nontje J Pangemanan, Intama J. Polii